
Saat kami yang sedang merasakan kasmaran dan cinta melalui sentuhan dan ciuman ini, Nevan tiba-tiba terhenti.
"Sayang aku berpikir, bagaimana kita ubah perjalanan kita. Kita akan menghabiskan waktu 2 hari lagi di Inggris dan kita lanjut ke Paris.. dan kita bisa juga ke New York" Nevan yang tadinya berada diatasku, bergeser dan duduk disampingku.
"Maksud kamu sayang.." aku merapikan posisi dan duduk disebelahnya, aku mendengar apa yang Nevan katakan, tapi aku tidak menduga kalau Nevan mengatakan itu.
"Iya.. mumpung aku lagi cuti, kamu juga cuti.. kita habiskan waktu ini bersama, mungkin kita tak bisa melakukannya dalam waktu dekat kan" ungkap Nevan.
Aku mengedipkan mata seakan tak percaya Nevan serius mengajakku ke Negara lain.
"Sayang hem.. aku terkejut mendengarnya, tapi aku belum prepare untuk berpergian kesana, belum dokumen lainnya"
"Itu sangat mudah, aku akan mengaturnya nanti, aku punya kenalan disini dan dapat membantu kita mengurus keperluan lainnya"
"Baiklah jika itu semua bisa kita urus, tapi biaya pengurusan dan kesana pastilah mahal, aku tidak ingin memberatkanmu" kataku.
"Apapun untukmu tak menjadi masalah untukku" Nevan lagi-lagi menciumku.
Aku tak mau melewatkan moment ini bersama Nevan, ciumannya membuatku terhipnotis.
š®š®š®š®š®š®š®š®š®š®š®š®š®š®š®
Aku dan Nevan berencana akan ke Liberty London sebuah tempat department store di Great Marlborough Street, di West End of London. Kita akan berbelanja ditempat terbaik di London, banyak barang yang menarik untuk ku dan beberapa oleh-oleh yang akan kuberikan pada teman kantor dan keluarga.
Nevan memberikan banyak pilihan yang membuat aku begitu bingung harus memilih yang mana. Alhasil cukup banyak yang kami belanjakan, Nevan terkekeh melihat aku dengan setumpuk keranjang belanja. Ini terlihat seperti piknik, ketimbang travelling. Tapi Nevan bilang biar cukup untuk dibagikan kerekan kerja dan untuk keluargaku.
Karena begitu banyak bawaan belanja ini, kami kembali ke hotel untuk menaruhnya dikamar hotel dan kembali berpetualang.
Kami mengunjungi Madame Tussauds London, disana berbagai macam patung lilin tokoh terkenal. Tak lupa aku dan Nevan saling berfoto dan mengelilingi museum tersebut.
Tak kenal lelah, karena hari masih siang kita ke Sherlock Holmes Museum.
Setelah menikmati suasana disana kami tentu menuju London Eye. Akhirnya kita bisa kesana dihari ini, aku sungguh excited dan menggandeng Nevan begitu erat karena aku sedikit takut tentunya, walaupun aku ingin.
Pemandangan dari atas ini sangatlah indah, aku bersyukur ditemani Nevan sebagai calon suamiku disini disisiku.
"So beautiful" pemandangan ini membuatku terpukau.
"Like you sayang" Nevan mendekapku dari belakang.
Kami menikmati keindahan pemandangan ini.
Selesai dari London Eye, kami berjalan ke arah tempat wisata lainnya yaitu Big Ben.
Lalu menuju The Collegiate Church of St Peter, Westminster atau lebih dikenal Westminster Abbey, adalah sebuah gereja denganĀ arsitektur GothicĀ diĀ Westminster, Gereja ini adalah tempat tradisional penobatan raja dan ratu Inggris dan juga pemakamanĀ mereka.
Dari arsitektur luar yang bergaya eropa tempo dulu, didalamnya pun sungguh artistik.
Hari sudah sangat sore menjelang malam, Nevan mengajakku ketempat menemui temannya yang dapat membatu untuk pengurusan dokumen kami ke Negara lainnya.
Sambil kami makan malam di The Cinnamond Club yang tak jauh dari Westminster Abbey.