It Beats For You

It Beats For You
my head or my heart, and I'm caught in the middle



Dua jam lebih.. kami sudah berada di kamar hotel itu dengan semua argumen yang membuat sikap kami berbeda dari sebelumnya setelah kami bertemu.


Aku hanya terpaku dalam diam, tak ingin Alvaro mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Alvaro duduk di sofa dekat televisi yang sedang menyala tanpa tau dia saksikan atau tidak.


Kenapa denganku, sejak kapan aku begitu mudahnya berubah seperti ini. Apa karena sosok Nevan, yang terlihat lebih dari segalanya daripada Alvaro. Apakah benar aku mencintai Nevan daripada Alvaro, jika benar aku telah melepaskan Alvaro, akankah Nevan lebih mencintaiku daripada cintanya Alvaro.


Arrrggh hati ini membuatku bingung dengan egoku sendiri, jika memang aku memilih Nevan mengapa aku tidak menolak untuk datang ke hotel ini bersama Alvaro. Untuk apa aku disini, apa yang ingin aku lakukan pada Alvaro hingga berlama-lama ada disini. Jika benar aku memilih Nevan, harusnya aku pergi begitu saja, untuk apa lagi aku mempertimbangkan hal lain yang aka membuat aku dan Alvaro semakin gusar lalu memperkeruh keadaan.


Tapi Alvaro memaksaku untuk disini dan mempertahankan segalanya. Sebenarnya semua kunci ada di aku, jika aku tinggalkan Alvaro begitu saja, mungkin masalah ini akan selesai dan Alvaro juga akan menerimanya walaupun sakit. Tapi jika tidak, Alvaro akan bertindak gegabah padaku?.


Semua kemungkinan akan terus ada jika aku masih terdiam disini tanpa melakukan apapun, apa lagi yang kutunggu. Aku hanya langsung pergi dari kamar hotel ini, itupun jika aku bersikeras untuk memilih Nevan menjadi milikku.


Apa dayaku yang hanya terus berkutat dengan pikiran yang maju mundur untuk kulakukan. Alvaro mungkin akan mempertahankanku jika aku hanya diam disini seperti akan mempertimbangkan perasaanku padanya. Tapi jika aku pergi begitu saja dia bisa jadi akan menyerah padaku.


Sudah hampir 3 jam, apalagi Jovita yang kamu tunggu toh kita hanya terdiam saja disini, ini waktu yang tepat untuk aku pergi begitu saja. Tapi Alvaro akan begitu sakit jika aku melakukan itu, sakit karenaku untuk kedua kalinya. Aku tega.


Entah aku harus bagaimana, kenapa aku harus menyakiti dia begitu dalam. Kalau aku ingin mengakhirnya aku bisa untuk bicara baik-baik pada Alvaro, buka. Lari begitu saja dan membuat Alvaro trauma akan cinta, aku tak ingin tak ingin seperti itu. Tapi harus bagaimana menjelaskan dengan baik jika aku memilih orang lain, Alvaro juga telah memberikan pilihan itu padaku tadi. Apapun akibatnya aku harus mengatakan baik-baik tentang hal ini. Tapi tidak akan menjadi hal baik disaat orang yang dicintai malah menghianati, ending semua itu akan menjadi pertengkaran.


Alvaro masih baik sikapnya yang tidak menggunakan sesuatu untuk menyakitiku, perkataannya masih sangat normal bagi orang yang kecewa. Sebenarnya itu yang dibutuhkan entah nanti jika benar kita berjodoh, dalam pernikahan pasti pertengkaran itu terjadi. Alvaro sudah bisa menguasai amarahnya yang begitu hebat dapat dia tekan menjadi kesabaran.


Apakah Nevan juga akan seperti itu, karena aku baru mengenal dekat dengan Nevan. Tapi.. aku juga telah mengenal Nevan sebelumnya sebagai rekan kerja. Dia juga begitu dewasa dalam menyikapi permasalahan pekerjaan yang rumit. Apakah itu menjadi hal yang sama nantinya dalam pernikahan kami nanti jika aku memilih dia.


Aku butuh pondasi dalam memiliih satu diantara dua pria dewasa yang kepribadian sangat mirip dan baik.


Now, i caught the edge of a knife and it hurts just a little.