It Beats For You

It Beats For You
He is the perfection of all wish lists



Acara pun dimulai. Keluarga inti berkumpul didekat Elina si Birthday Girl. Kulihat ayah dan ibunya disisi kanan dan disisi kiri sepertinya ada 4 bersaudara, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Termasuk Nevan dan Elina. 2 saudara lainnya aku belum mengetahuinya. Tapi aku tahu keluarga ini pasti ada di Google.


Seketika ku cari informasi melewati internet. Keluarga Harun. Lalu muncullah beberapa pilihan dan aku mencari siapa saja dikeluarganya.


Dia benar-benar keluarga terpandang, hingga di Google saja ada informasi tentang mereka. Bagaimana aku bisa menjadi bagian keluarga ini, kalau aku saja dari orang biasa. Tapi bukan bermaksud tidak ingin, hanya saja aku belum percaya diri untuk dapat diterima dikeluarga ini.


Acarapun mulai dengan peniupan lilin, lalu pembagian kue bermula dari orangtuanya lalu kepada saudaranya. Betapa manis potret keluarga ini, aku bangga orangtua Nevan berhasil mendidik mereka menjadi anak yang baik, sopan, ramah, berpendidikan dan saling menyayangi.


Setelah itu, Nevan mengambil gitar. Seperti yang dia katakan saat diperjalanan tadi, dia akan menyanyi untuk adik tersayangnya. Semua tertuju pada Nevan. Bagaimana tidak dia terlihat tampan, menawan dan kharismatik. Kuyakin pasti diantara tamu ini banyak yang menaruh hati padanya. Termasuk aku, itu sudah pasti. Apalagi saat dia memintaku untuk menjadi istrinya. OMG haruskah kulangsung jawab "iya".


Nevan mulai memetikkan senar gitar dengan apik nya dan mulai bernyanyi.


" Cantik


Ingin rasa hati berbisik


Untuk melepas keresahan


Dirimu


O.o.Cantik...


Bukan kuingin mengganggumu


Tapi apa arti merindu


Selalu...


Ooo...


Walau mentari terbit di utara


Hatiku hanya untukmu...


Ada hati yang termanis dan penuh cinta


Tentu saja kan kubalas seisi jiwa


Tiada lagi


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu"


Nevan menyanyikan lagu dari Kahitna berjudul cantik. Astaga berasa lagu itu untukku. Suaranyapun sangat merdu, selain bisa bermain gitar dia pandai bernyanyi terasa sangat romantis saat dia membawakan lagu itu. Bagaimana Nevan begitu sempurna dimataku, dia banyak memiliki yang perempuan inginkan.


Suara riuh tepuk tangan bergemuruh di ruangan ini. Serasa semua setuju akan pendapatku tentang Nevan yang kukatakan dalam hatiku. Kulihat sekeliling tidak ada tamu undangan dari kantorku tempat Nevan bekerja dahulu. Apakah Nevan hanya mengundangku, betapa tersanjungnya hati ini mengetahui jika itu benar.


Nevan mencium pipi Elina dan berlalu kearahku. Dia langsung menghampiriku. Seakan meruntuhkan semua harapan yang hendak menginginkan Nevan dan aku menghargai perilaku baik Nevan.


"Aku mau mengajak kamu ketempat lain dirumah ini" ujar Nevan dan kami jalan beriringan.


Aku mengikuti kemana arah Nevan mengajakku.


"Kamu hebat juga dalam membawakan lagu itu" aku memujinya


"Oh ya, aku sedikit gugup karena harus didepan banyak orang"


"Kamu terlihat sangat enjoy dan itu membuat lagunya sangat enak didengar. Apalagi suara kamu sangat merdu loh" tambah pujiku padanya.


"Oh terimakasih nona.." ujar Nevan sambil mengayunkan tangannya seperti pangeran yang menyambut sang putri.


Aku tersenyum melihat perlakuan Nevan yang begitu manis bagiku.


"Oke kita sudah sampai" Nevan membuka dua daun pintu yang sangat lebar dan tinggi berwarna putih.


"Oow.. ruangan ini terlihat sangat luas, tempat apa ini"


Nevan sedang berjalan kesudut, aku kurang jelas apa yang sedang dia lakukan. Karena penerangan diruangan ini sedikit sendu.


Lalu terdengar suara musik lembut dan romantis.