It Beats For You

It Beats For You
Welcome to England



Aku dan Alvaro tertidur dipesawat menuju London, beristirahat selagi pesawat belum sampai ditujuan.


Sedangkan Nevan tertidur sebentar lalu terbangun lagi, mencoba tidur tapi tetap tidak begitu nyenyak karena banyak yang Nevan pikirkan saat ini.


....



Kami akhirnya tiba di Heathrow Airport, London dan pesawat kami landing dengan sempurna. Aku membangunkan Alvaro agar segera bersiap untuk turun lalu kami berjalan menuju airport.


"Huaahh akhirnya sudah sampai...


hm.. memang kita tuh butuh liburan sekali-sekali" kataku penuh syukur.


"Iya.. eh kita foto dulu yuk" ajak Alvaro.


"Kamu fotoin aku dulu yah.." kataku sambil memberikan kamera handphone milikku.


"Yaampun ajak dong foto berdua" keluh Alvaro.


"Iya nanti dulu.. aku dulu difotoin" aku meminta Alvaro memotret ku.


"Iya.. udah nih.. sekarang berdua ya" pintanya.


"Iya" ucapku jutek.


"Yaampun.. pelit banget sih neng.. mau foto berdua, jangan lupa senyum" kata Alvaro mengabaikan jutekku.


"Chess..." Kata kami berbarengan.


"Wah... Aku lagi ganteng banget disini" puji Alvaro pada dirinya sendiri.


"Haha narsis banget sih" ledekku.


"Sengaja, biar lebih jelas kalau aku ganteng-ganteng.." sambil melihat foto handphone.


"Ganteng-ganteng ngeselin" candaku.


"Haha kamu tuh, nanti kalau aku kecantol bule.. jangan sedih ya" candanya.


"Silahkan.. kalau ada yang mau" kataku.


"Ada pasti.." ujar Alvaro.


"Narsis sumpah" ledekku pada Alvaro.


"Sayang.. masih pagi, mau langsung ke hotel atau makan dulu?" tanya Alvaro.


"Makan dulu aja yuk, sambil mau tahu dinegara ini ada apa aja, kamu yamg jadi tour guide nya ya" ucapku.


"Sip.., kita naik Heathrow Express baru ke pusat kota London, nanti banyak kuliner disana" ujar Alvaro.


"Oke boss.." ucapku menuruti kata Alvaro.


Kami menaiki Heathrow Express, semacam kereta yang dapat menempuh jarak hanya 15 menit menuju kota London, Inggris.


Setelah membeli tiket kami menuju Heathrow Express, tempatnya sangat nyaman, ada AC, televisi, colokan listrik hingga WIFI cocok untuk traveller seperti kami. Kebetulan batre handphone ku butuh diisi daya, agar cukup sampai ke hotel siang nanti.


Kami duduk dibangku yang sudah kami pesan.


"Yaampun aku gak nyangka sudah berada disini dengan kamu" ujarku.


"Aku lebih gak nyangka, kok bisa kesini nya malah sama kamu. Sekian lama menghilang tanpa kabar kita malah travelling berdua" ungkap Alvaro.


"Iya.. yah namanya nasib gak ada yang tau"


"Yah begitulah, namanya jodoh siapa tahu" ujar Alvaro menggelengkan kepala.


Aku tersenyum mendengarnya.


"Kamu masih ngantuk?" Tanya Alvaro.


"Sudah gak.. melihat negara impianku mana ada lagi rasa kantuk atau lelah.. yang ada super duper cerah.." jawabku padanya.


"Aku senang melihat kamu senang seperti ini.. dan aku senang setidaknya ada memory aku dipikiranmu nanti sampai kapanpun.." Alvaro menatapku dengan senyuman.


"Iya.. makasih ya sudah rela banget menemani aku kesini, apapun itu aku tulus berterimakasih.. mana aku dikasih kado juga" ujarku penuh tulus mengucapkannya.


"Untuk yang special.. harus diberi yang terbaik" sahut Alvaro.


Aaaww.. hanyut gak sih mendengar itu, duh perasaanku ini mudah terlena dengan ucapan manis seperti ini.


Kami sudah tiba di Paddington Station.



"Oke.. sekarang sudah di kotanya.. kita kulineran dulu sekitar sini. Hotelmu gak jauh dari sini juga, jadi kita cukup berjalan kaki dan meresapi pemandangan setiap blok di kota London"


"Yeeeyyy" hatiku begitu senang, akhirnya aku merasakan pergantian mood.