It Beats For You

It Beats For You
Trust me baby



Aku kan berusaha menyakinkan Nevan lebih baik lagi untuk tetap mempertahankan cinta kami. Aku mengajak Nevan duduk disofa dan bicara baik-baik untuk menjelaskan semua ini.


"Nevan.. mungkin bagi kamu ini sedikit janggal, tapi ku tak bisa salahkan kamu jika kamu sempat berpikir tentang aku yang kamu tidak terima.


Aku paham dan aku maklum soal itu.. tapi kita pernah bahas soal masa lalu kemarin, dan kamu berbicara kita semua punya masa lalu dan kamu adalah masa depanku.


Jadi apapun yang pernah kulalui dimasa laluku itu sudah selesai..


Tujuan hidup aku hanya hidup bersama denganmu, tidak ada yang lain lagi kupikirkan, tidak ada aku bermain dibelakangmu" aku mencoba menjelaskan untuk menenangkan Nevan yang sedang risau, walaupun sedikit kutanamkan kebohongan sebagai jalan terbaik.


"Aku tahu, aku mengerti.. kamu juga masa depan ku, tapi masalahnya coba kamu pikirkan jika hal ini terjadi padaku. Apa yang akan kamu lakukan?" Selidik Nevan.


"Pasti bisa saja aku seperti kamu, aku butuh penjelasan kamu dan ini yang kulakukan.. aku menjelaskan padamu. Aku ingin hubungan kita baik-baik saja, kuharap kamu bisa lebih pengertian untuk hal ini" aku membelai rambutnya penuh perhatian.


Nevan memegang kedua tanganku.


"Aku tahu mungkin aku berlebihan, tapi aku terlalu takut untuk kehilangan kamu. Sungguh.." Nevan menatap mataku dengan ketulusan.


"Aku tidak akan meninggalkanmu begitupun juga kamu kan" ujarku menyakinkan semua ini.


"Iya" kata Nevan singkat.


"Apa yang kamu pikirkan saat kamu bertemu dengannya?" Aku mencoba bertanya tentang kejadian yang terlewatkan olehku.


"Entahlah, pikiranku sedikit marah dan kacau" ungkap Nevan.


"Mengapa harus begitu"


Deg!!!!!


Nevan tidak akan menerima kenyataan, jika aku berbicara sejujurnya, terpaksa aku harus tetap menutupi semua ini. Aku tak ingin Nevan terluka oleh perselingkuhan yang pernah kulakukan padanya.


"Kamu janji kan untuk setia padaku?" Tanya Nevan sekali lagi.


"Selamanya aku akan setia padamu.. bagaimana dengan kamu" aku berbalik bertanya padanya lagi.


"Tak perlu diragukan, aku sangat mencintaimu dan kesetiaan ini milikmu" Nevan mendekatiku dan mengecup sekilas bibirku.


Hatiku terasa bahagia mendengarnya, ditengah drama ini dia masih mempertahankan cintanya padaku, ciumannya membuatku tenang karena dia telah mempercayai apa yang telah kukatakan. Tapi cintaku padanya memang lah benar adanya.


"Sayang.. jika ada hal apapun itu yang membuat kita menjadi bertengkar dan salah paham. Aku ingin kita bisa membicarakannya baik-baik, memang menjalani semua ini pasti ada masalah yang akan kita hadapi, tapi kupinta kita tak gegabah menghadapinya" kataku menyandar dibahu Nevan.


"Tentu" sahut Nevan dan membelai rambutku yang sedang berada disampingnya.


"Baiklah bagaimana kita menyelesaikan ini dengan hal yang sedikit romantis" Nevan merebahkanku di sofa yang panjang ini.


"Okey.. seperti apa?" Kataku sedikit menggoda Nevan yang sudah berada diatasku.


Nevan yang memposisikan diriku dibawahnya mendekatiku dan mulai mencium leherku dengan hasratnya. Aku yang terlena karena menikmati setiap sentuhan tangan Nevan yang menjalar di tubuh ini dan ciuman dileherku yang begitu memancing gairah yang tak tertahankan.


Aku tak bisa menahannya, aku mencium Nevan dengan gairah yang sudah berada diubun-ubun. Ciuman ini dan sentuhan ini membuatku terhanyut membuatku ingin membuka pakaian Nevan begitu saja.