It Beats For You

It Beats For You
I love you and that’s all that matters



Nevan menggenggam tanganku sambil menceritakan segala yang ia lalui tanpa aku ketahui.


"Hingga akhirnya ayahku menginginkan aku memimpin perusahaannya, beliau bilang sudah cukup untukku menimba ilmu ditempat lain.


Karena aku yang menginginkan itu, aku ingin belajar ditempat lain sebelum aku bisa memimpin perusahaan milik ayahku.


Semenjak aku bekerja disana, aku begitu sibuk memulai lagi dari awal dan mencoba hal baru dan juga banyak bisnis baru yang kujalankan, ada yang gagal dan ada yang berhasil pelan-pelan.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, akupun juga sudah setahun tidak memiliki kekasih, hingga ayahku mencoba menjodohkanku, tapi aku menolak karena aku ingin... Aku yang mengenal calon istriku ketimbang dijodohkan.."


Kamu begitu mandiri Nevan, tanggung jawabmu yang diberikan padamu sangat kamu pegang teguh.


"Tanpa disangka.. aku bertemu denganmu, astaga hati ini serasa bahagia akhirnya kita dipertemukan kembali, aku bukannya tidak ingin menemuimu, tapi segala pekerjaan ini membuatku lupa akan segala hal..


Tapi semenjak bertemu dengan kamu, aku tak mau sia-siakan ini, begitu lama sudah aku memendamnya, merahasiakannya darimu..


Dan aku berpikir, kali ini aku akan mengajakmu untuk mengenalku kembali dan mengajakmu sebagai pendampingku.." sampai Nevan bertemu denganku dicafe miliknya kala itu.


Hu'um.. disaat itu aku yang baru saja bertemu dengan Alvaro, membuatku rela menduakan kalian dan menyakiti semua perasaan ini. Tapi sekarang aku telah memilikimu sepenuhnya tidak ada lagi orang lain.


"Bahagia kurasakan saat kamu memperbolehkan aku mencoba untuk menjalin hubungan ini dengan kamu. Tak ada yang kupikirkan selain kamu setelah kita bertemu.


Pekerjaanku juga sudah stabil, bisnis yang kujalankan sudah membaik. Hanya kamu yang terisi dikepalaku saat ini, makanya saat kita bertengkar malam itu.. aku sangat bersalah.. hatiku hancur oleh perbuatanku sendiri.


Aku ingin minta maaf padamu, tapi aku tak menemukan kamu diapartemen.


Aku tak ingin hubungan kita berakhir, aku ingin kita menikah.. tak akan kuulangi lagi hal yang dapat membuat kita bertengkar.. maafkan aku ya sayang jika aku sempat egois terhadapmu" Nevan menatapku penuh kasih.


Air mata ini mengalir mendengarnya.


Astaga begitu indah perasaan Nevan padaku, padahal aku yang melukai dan menyakitinya. Tapi.. malah Nevan yang berpikir dia menyakitiku, tidak Nevan kamu sama sekali tidak menyakitiku.. itu aku.. aku yang menyakitimu.


Tapi sekarang aku berjanji untuk tidak menyakitimu lagi.


"Maafkan aku ya sayang. Aku yang egois terhadapmu, aku yang tak peka akan perasaan kamu terhadapku, aku benar-benar tidak tahu mengapa selama itu aku tidak mengetahuinya.." ujarku setelah mendengar pernyataan Nevan.


"Tidak apa sayang.. memang sudah jalannya, kita juga punya pekerjaan yang harus dilakukan, hal itu membuat kita lupa segala sesuatunya.." Nevan membelaku.


"Makasih ya sayang.. makasih atas cintamu padaku.. makasih atas pengorbananmu padaku hingga menyusulku kesini, aku tak tahu harus berkata apa..


Aku mencintaimu aku beruntung memilikimu" tak tahan dengan kenyataan manis yang Nevan katakan, aku menciumnya.. mencium dengan perasaan cinta yang membara.


"Aku mencintaimu sayang.. lebih dari yang kamu tahu" Nevan membalas ciumanku.


"Berjanjilah untuk selalu disisiku dan kelak menjadi istriku"


"Aku akan selalu disisimu selamanya sayang, i promise.." aku terus mencium Nevan, hati ini untukmu sayang selamanya.