It Beats For You

It Beats For You
Let's party tonight



Hari ini hatiku agak santai, karena permasalahanku sedikit berkurang. Saat ini aku sudah harus mencoba bahagiakan diriku bersama dengan Nevan.


Berhubung aku berniat untuk ikut Hifza dan lainnya ke acara mask party, aku memberitahu Nevan untuk malam ini aku tidak perlu dijemput olehnya.


Nevan meneleponku dan aku mengangkatnya.


"Halo.. hari ini kamu kemana?" Tanya Nevan.


"Iya aku ada acara sama temen kantor aku, sedikit cari hiburan, bolehkah?" Ujarku meminta izin, karena dialah kekasihku sekarang.


"Hem.. hiburan, baiklah.. asal kamu jaga diri disana ya. Kalau ada apa-apa kabari aku, atau nanti pulangnya aku jemput disana. Dimana alamatnya?" Nevan masih terdengar baik saat ditelepon.


"Aku kurang tau pulang jam berapa, niatnya kalau aku sudah ingin pulang walau acara belum selesai, aku pulang. Tempatnya nanti aku share location" ujarku menjelaskan.


"Gini aja, kalau kamu sudah sampai disana, kabarin aku biar nanti driver aku yang nunggu disana. Jadi kapanpun kamu mau pulang kamu bisa diantar sama dia. Kamu malam ini disini aja ya" ucap Nevan


Oow.. bermalam di apartemen Nevan lagi.


"Ooh gitu, baiklah. Boleh juga, makasih yah sayang"


"Oke.. kabarin aku terus yah"


"Iya.. oke nanti kuhubungi lagi ya"


"Oke.. bye"


Kami menutup teleponnya dan tak lupa mengirim alamat tempat acara party itu diadakan.


Tok.. tok..


"Ya masuk" ujarku.


"Mbak ini ada proposal event yang harus di sign.." ujar Hifza.


"Oke, gue pelajari dulu" ucapku sambil melihat beberapa lembar kertas yang disodorkan Hifza dimeja kerjaku.


"Mbak, lo serius tuk malam ini?" Ujar Hifza memulai pembicaraan.


"Iya.. iih kenapa sih. Ada yang aneh?" Tanyaku.


"Terus sekarang lo dah nentuin siapa yang lo pilih?"


"Udah" ujarku sambil tersenyum manis.


"Owww oke good news.. jadi siapa. Pak Nevan kan yah.." sahut Hifza menebak.


"Tidak lain tidak bukan. Yup" jawabku.


"Wooww asik nih, kayak dapet berlian lo mbak" ledek Hifza.


"Hahah lebay deh.. by the way.. lo kan masih inget saat dia kerja disini. Apa sih yang lo inget dari dia" aku mencoba mendengar opini dari Hifza sambil mengenang masa dulu Nevan bersama kami.


Lo inget gak pas anak baru tiba-tiba pingsan, kan pak Nevan yang inisiatif bawa kerumah sakit pakai mobilnya trus biaya dia yang tanggung, biarpun akhirnya dirembes juga, tapi kan lumayan..


Mana ada bos kayak gitu kan.. yang ada disuruh pulang" ujar Hifza antusias.


"Iya bener.." aku sambil tersenyum mengangguk.


"Jadi gimana, udah sampai mana hubungan kalian" celetuknya.


"Ada deh.. gue belum bisa infoin ke lo. Nanti bocor.."


"Aah tar juga bocor sendiri, tiba-tiba udah rame digrup" ledek Hifza.


"Yaudah tunggu di grup aja kalau gitu" ujarku balik meledeknya.


"Iih dasar.. trus trus.. lo ikut nanti malam gak apa sama pak Nevan?"


"Gak apa, tadi gue dah kabarin dia"


"Lo bilang apa?" Selidik Hifza.


"Ya gue bilang ada acara sama temen kantor, mask party gitu.."


"Lo sebutin siapa aja?"


"Iya.. gue kan harus jujur sama pacar gue" sok menyombongkan diri.


"Jiaaah baru juga punya pacar, gaya beneeerr"


"Haha biarin"


"Trus mbak" tanya Hifza masih penasaran.


"Ya katanya sih dia ngirim driver ketempat itu, karena kalau nanti gue mau pulang duluan, gue pulang. Jadi katanya lebih baik ada driver yang nunggu gue disana"


"Oooww so sweet, enak banget sih jadi pacar pak Nevan.. trus ada rencana buat selanjutnya gak.. nikah gitu.."


"Yaa.. doain aja yah, semoga lancar" ujarku bisik-bisik.


"Deuuh... Alamat jadi nyonya Nevan nih, duh iri banget gue sama hidup lo mbak"


"Haha lebay deh, yaudah sana kerja. Ganggu orang mulu"


"Iya iya, orang lagi kasmaran, bentar lagi juga video call an.." ledek Hifza.


"Haha biarin" ujarku.


Hifza meninggalkan ruangan kerjaku dan aku masih memikirkan Nevan dipikiranku.