It Beats For You

It Beats For You
He said : Will you marry me



Aku harus mengetahui siapa yang ada dibelakangku dan sedang mengumpulkan keberanian untuk memutarkan tubuh ini.


Nevan bersenandung dan mulai bernyanyi begitu merdu, suaranya terdengar walaupun hanya terdengar oleh ku dan beberapa orang yang tak jauh dari kami berdiri saat ini.


"Nothing’s gonna change my love for you


(Tidak ada yang akan mengubah cintaku padamu)


You ought to know by know how much I love you


(Anda harus tahu dengan tahu betapa aku mencintaimu)


The world may change my whole life through but


(Dunia bisa mengubah seluruh hidup saya tapi)


Nothing’s gonna change my love for you


(Tidak ada yang akan mengubah cintaku padamu)


I don’t want to live without you


(Saya tidak ingin hidup tanpamu)


Jovita" Nevan baru saja menyanyikan sebait lagu untukku dengan begitu merdunya.


(Westlife - Nothing’s gonna change my love for you)


Aku membalikkan tubuhku mendengar pria yang bernyanyi dan kutahu siapa dia.


Aku terkejut, mata ini tak bisa menahan terharu dan menangis, entahlah campur aduk perasaanku saat ini.


Melihat Nevan berdiri dihadapanku, menyusul kemari dan menemukanku disini.


Aku menutup sebagian wajah dengan tangan dan tersanjung melihat Nevan membawakan bunga yang indah, lalu bernyanyi untukku didepan banyak orang.


Lagunya membuat aku tersentuh dan luluh.


"Jovita.. please forgive me.." Nevan mendekatiku dengan seikat bunga berwarna pink yang indah.


Nevan yang sedang menghampiriku, dan aku melihat Alvaro yang baru saja datang setelah membeli minuman.


Alvaro menatapku dengan tatapan sedih, aku tahu ini tidak adil baginya, aku tahu aku sudah terlalu jahat pada perasaannya.


Sesekali mataku melirik kebelakang Nevan dimana Alvaro berdiri kearahku.


Kulihat Alvaro mengangguk, seakan memberi isyarat padaku untuk menerima Nevan kembali menjadi milikku.


Ini begitu menyiksa batinku, dua orang yang terlalu baik padaku dan sama-sama mencintaiku kini berdiri bersamaan dihadapanku.


Aku tahu Alvaro tidak ada kekurangan darinya bagiku, tapi... Kali ini aku masih memilih Nevan menjadi kekasihku.


Persetujuan Alvaro yang memberi isyarat tadi dan ketulusannya melepaskanku untuk orang lain yang kusayangi membuatku tersentuh akan ke dewasaannya yang begitu bijak.


"Kamu tidak menyakitiku, ini hanya salah paham antara kita berdua. Aku ingin kita kembali dan menjadi baik seperti semula, ini permintaan maaf dariku" Nevan memberikan bunga yang indah itu padaku.


Seketika kami menjadi pusat perhatian oleh pengunjung sekitar, kami terlihat begitu mencolok, terlihat sekali seperti pasangan yang sebelumnya bertengkar dan kini sedang berupaya berbaikkan.


"Bunga yang cantik, terimakasih.. aku tak menyangka kamu menyusulku kemari" ujarku tak menduga sebelumnya.


"Everything I do, I do it for you" ucap Nevan begitu manis ditelingaku.


Aku makin tersentuh oleh kasih sayang Nevan padaku.


"Dan aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.. ada hal yang ingin ku katakan semenjak bertemu denganmu.." ujar Nevan.


Aku tak mengerti maksud perkataan Nevan.


"Will you marry me.." Nevan tiba-tiba berlutut padaku sambil memberikan kotak biru yang berisikan cincin berlian yang begitu berkilau.


Semua orang termasuk aku terkejut mendengarnya. Nevan melamarku tepat didepan tempat favoritku disini. Apa yang harus kulakukan sekarang, apa yang kutunggu lagi..


Orang-orang sekitar sudah bersorak melihat Nevan yang sedang berlutut untukku.


"Yes.. yess.. i do.." aku menjawab sekaligus menerima permintaannya. Aku tak kuasa menahan tangis bahagiaku saat ini. Nevan memakaikan cincin dijari manisku, pertanda aku menerima lamarannya.



Suara gemuruh dan tepukan tangan kepada kami yang sedang merasakan indahnya cinta ini. Membuat suasana semakin haru kurasakan.


Aku memeluk Nevan bahagia, begitu bahagia aku tak bisa menghentikan tangis akibat perilaku Nevan yang begitu mengejutkanku sekaligus membahagiakanku.


Nevan memelukku erat, seakan takkan melepaskanku kali ini.


Aku melihat Alvaro masih dihadapanku sambil memberikan selamat dengan menepuk kedua tangan nya untukku.


"Congratulation.." ungkap Alvaro tanpa suara, aku mengerti dari isyarat bibirnya dan aku tersenyum padanya.


"I love you.. i love you" kataku mengungkapkan rasa besyukurku pada Nevan tunanganku mulau saat ini.


"I love you sayang..." Nevan menciumku seketika.


Riuh suara bahagia ini mengiringi kebahagian kami yang sedang kami rasakan. Mereka yang tak kami kenal, seperti ikut merasakan kebahagian yang terpancar dariku dan Nevan. Begitupun Alvaro dia masih memberikan tepuk tangannya padaku, dan kulihat matanya yang berkaca-kaca.


"Maafkan aku Alvaro" ujarku dalam hati.


"Sepertinya kita membuat tontonan disini, bagaimana jika kita pergi ketempat lain" ujar Nevan dan menggandengku.


"Baiklah.." aku menurutinya.


Aku dan Nevan pergi meninggalkan Buckingham Palace, ketempat yang tidak menjadi sorotan seperti tadi.


Aku berlalu begitu saja disamping Alvaro tanpa berkata apa-apa.