It Beats For You

It Beats For You
Try and catch me now



Astaga sudah berapa lama kita saling memancing gairah masing-masing.


"Alvaro, kita sudah hampir tidak berpakaian. Lebih baik kita sudahi ini" bisikku ditelinganya yang masih asik menggodaku.


"Iya sayang" dan menyelesaikan dengan mencium keningku.


Aku turun dari kasur dan segera memakai bajuku dengan cepat, jantung ini masih berdebar-debar setelah apa yang terjadi.


"Hampir jam 12 malam loh sayang, bagaimana ini?" aku mengkhawatirkan Alvaro.


"Iya aku pulang aja gak apa" ujar Alvaro.


"Baiklah, tapi kamu gak apa itu masih on?" Tanyaku sambil tertawa kecil mengetahui Mr. P masih terlihat tidak seperti biasanya.


"Ya gimana lagi, aku lagi hm... " sambil senyam-senyum mengoda kearahku, lalu Alvaro mengambil baju dan memakainya.


"Kamu itu kan janji gak sampai kebablasan. Tadi sudah hampir kebablasan, kalau saja aku tidak menahan itu" aku yang merasa malu menutup wajahku.


"Tapi kan gak sampai" ujar Alvaro mengelak dan memelukku yang masih menutup wajahku.


"Yasudah Hati-hati ya, ini minum dulu biar ga dehidrasi" aku menuju meja sofa dan memberikannya segelas air putih, untuk melepaskan dahaga setelah aktifitas yang menyita tenaga.


"Makasih ya sayang" Alvaro langsung meneguknya.


"Baiklah aku pulang ya sayang, kayak brondong panggilan abis mesra-mesraan disuruh pulang" canda Alvaro sambil tertawa tipis.


"Haha brondong, om kalau kamu mah" tawaku.


"Yaampun aku gak setua itu"


"Hehe.. Iya-iya, hati-hati dijalan jangan sampai mengantuk ya" aku mengingatkan.


"Okey, goodnight" Alvaro mencium keningku dan berlalu pergi meninggalkan pintu apartemenku.


"Good night" kulihat Alvaro menuju lift dan dia memasukinya lalu pergi.


Kukunci pintu dan menuju kamar untuk beristirahat di hari yang melelahkan dan panjang yang sudah aku jalani.


Aku merebahkan diri dikasur, sambil memikirkan yang baru saja terjadi diantara kami.


"Astaga, bener-bener seperti kurang dibelai, sekalinya dibelai aku melayang. Untunglah gak sampai kebablasan, Alvaro ini mudah sekali tersulut gairah dan aku masih saja tergoda oleh cumbuannya.


Aku harus kuat pada prinsipku untuk tidak melakukannya sebelum menikah" pikirku yang masih membayangkan sikap manisnya Alvaro yang menjelajah ditubuhku.


Kulihat handphone, tidak ada pesan atau misscall. Baiklah saatnya untuk terpejam dan memeluk bantal ini seakan aku masih didalam pelukan Alvaro.


🌼


Minggu pagi.


Seperti biasa aku sedikit bermalas-malasan untuk bangun. Masih jam 8.45 kulihat di jam dinding lalu aku kembali berselimut.


Tak lama handphone ku berbunyi.


"Nevan?" Segera ku mengangkatnya dengan sedikit sempoyongan karena terpaksa untuk terbangun.


"Halo" suaraku masih parau. Kucoba berdehem mengembalikan suara normal ku.


"Iya.. ah tidak maksudku, aku sudah bangun hanya masih mengulat diatas kasur.. kamu dimana?" aku terduduk saat menerima telepon dari Nevan karena bersemangat.


"Aku dirumah, acaranya belum mulai. Masih jam 1 nanti, mau kesini?" Tanya Nevan.


"Boleh" jawabku.


"Nanti ku jemput ya, kamu bisa share location" pinta Nevan.


"Oke, jam berapa?" tanyaku.


"12?" Nevan memberi pilihan.


"Oke" ku iyakan.


"Baiklah, nanti ku kabari jika sudah disana, kamu bisa lanjutkan tidur kamu" ujarnya sedikit meledek.


"Hehe iya" aku menahan tawa.


"Oke, bye"


"Bye" aku menutup teleponnya.


Masih males begerak, tapi mau gimana lagi aku harus mencari pakaian yang cocok untuk datang kesana. Untung aku punya beberapa baju casual dari brand ternama yang kubeli saat bepergian ke Singapore dulu.


Aku beranjak dari kasur nyaman ini. Sambil melihat isi lemari ku yang cocok untuk acara birthday party adiknya Nevan, dan membuat diriku tampil memukau diacara keluarga Nevan.



Beberapa pakaian yang akan kucoba ku keluarkan dan memastikan yang cocok dan tetap cantik elegan untuk kupakai. Finally baju warna cream putih dengan bentuk v neck yang kupilih terlihat manis dan tetap cantik.


Aku langsung menuju kamar mandi bersiap untuk mempercantik diri.


Sambil menatap cermin, apa yang kulakukan. Apa ini seperti mempermainkan hati orang lain atau menghianatinya.


Tapi aku memang tak mampu memilih yang pasti, hingga aku benar-benar mengetahuinya nanti.


Izinkan aku diberi sedikit waktu agar aku bisa menetapkan hatiku, apa aku akan tetap memilih Alvaro cinta lamaku atau Nevan orang baru yang sudah lama kukenal.


Jangan sampai semua ini diketahui keduanya atau akan terjadi kekacauan antara aku, Alvaro dan Nevan.


Entah apa yang kulakukan jika benar nanti akan diketahui keduanya. Hal ini memang tidak bisa bertahan lama untuk dirahasiakan. Aku berharap, semoga aku sudah menetapkan hatiku untuk siapa sebelum semuanya terbongkar.


Pikiranku berkecamuk antara Alvaro dan Nevan, memang tidak adil bagi keduanya karena aku yang mulai bermain api disaat aku memutuskan untuk menerima Alvaro, tapi aku masih ingin mengenal Nevan lebih dalam lagi.


Rasanya ada hal yang membuatku sangat tertarik untuk tetap bersama Nevan, tapi aku masih belum bisa memilih siapa yang pasti untuk diriku saat ini.


Bersambung..... ✨✨✨


Hello semua, Terima Kasih karena sudah meluangkan waktu untuk membaca karya saya.


Semoga terhibur.


Jangan Lupa Like, Comment dan di Vote ya..


Thankyou šŸ’“