It Beats For You

It Beats For You
Meet with family



Nevan turun dari mobil dan segera membukakan pintu untukku, aww.. sangat manis perlakuannya padaku. Dia memberikan tangannya padaku dan aku menggapainya.


"Terimakasih" ujarku.


"Mari kita masuk kedalam" Nevan mempersilahkanku.


"Apakah memang sebanyak ini tamu yang datang"


"Biasanya lebih dari ini, tapi kali ini adikku mengundang tidak terlalu banyak "


"Oh oke" ucapku.


"Mari biar aku kenalkan beberapa keluargaku" Nevan masih menggandeng tanganku. Mukaku sedikit memerah olehnya.


Aku kelihatan sekali seperti orang baru yang masih melihat-lihat sekeliling rumahnya. Kulihat dimeja sebuah kue ulang tahun yang sangat mewah. Begitu berkelas untuk acara ulang tahun remaja.



"Hay Elina, kenalkan ini Jovita" Nevan memanggil adiknya padaku.


"Oh hay ka" Elina menyambutku dengan baik dan ramah.


"Happy birthday Elina, kamu cantik sekali" sahutku, aku tahu namanya mendengar Nevan memanggilnya.


"Makasih ka" ujarnya dengan senyuman yang sangat manis.


"Hem kebetulan aku baru tahu kamu ulangtahun, kado nyusul ya" ujarku.


"Gak apa kak, gak masalah. Have fun ya disini" ujar Elina dengan ceria. "Kak aku kesana dulu ya sama teman-temanku" izinnya pada Nevan.


"Oke, aku mau ke mama papa ya" sahut Nevan.


"Oke, mama papa didekat taman kayaknya tadi" Elina memberitahu.


"Oke, thanks"


Elina pun berlari mendekati teman-temannya.


"Nevan, aku serius mau kenalkan ke orangtua kamu"


"Serius, kenapa?"


"Ya ini hemm.. oke tolong bantu aku jika aku terlihat kesulitan dihadapan mereka"


"Hehe iya tenang aja" Nevan menggandengku menuju taman.


Yaampun jangan dilepasin ya Nevan, rasanya nyaman banget digandeng kamu. Hatiku menggelitik.


"Yaampun Nevan, kamu baru kelihatan. Kalau gak adikmu buat party kamu gak datang ya" ujar ibunya Nevan.


"Ah mama, maaf banyak kerjaan. Pasti aku datang ke party Elina. Pa, apa kabar?"


"Baik, kamu bagaimana, jangan pekerjaan terus yang kamu fokuskan. Kesehatan yang terpenting" ujar ayahnya Nevan.


"Iya pa, papa juga ya. Oh iya pa, ma. Ini aku kenalin Jovita"


"Tante, om.." aku memberikan salamku kepada mereka.


"Hallo, hay Jovita. Kamu pacarnya Nevan?"


"Mama.. kami baru mulai saling mengenal, mama jangan bikin dia gugup nanti" bela Nevan.


"Oh oke, anak muda. Yaudah mari silahkan apapun yang kalian mau makan minum ada semua disini" ujar mamanya mempersilahkan.


"Iya, makasih tante, mari om"


"Nevan, jaga baik-baik teman kamu ini" sahut ayah Nevan.


"Iya pa, oke kita mau makan dulu ya" ujar Nevan pamit sebentar bersamaku.


Untunglah, setidaknya step pertama sudah terlewati yaitu perkenalan diri. Mereka baik, seperti Nevan bilang.


"Yuk kita makan dulu, sudah waktunya makan siang" ajak Nevan.


Wah berbagai makanan di beberapa sudut meja terpapar rapi penataannya dan juga beragam. Begitupun minuman dan snack. Aku binggung mulai dari mana, serasa akan kucoba semuanya. Tapi itu tidak mungkin aku harus menjaga citraku di depan Nevan selama dirumah keluarga Nevan.


Kami mengambil beberapa makanan dan minuman dan duduk ditempat yang sudah disediakan tak jauh dari meja makan.


"Gimana, semua baik-baik saja kan" tanya Nevan.


"Iya itu sangat menyenangkan, by the way aku baru tau kamu tinggal disini"


"Oh iya, aku memang tinggal terpisah dengan orangtuaku. Aku tinggal di apartemen semenjak bekerja. Aku datang sesekali kesini, makanya papaku minta aku mengurus perusahaannya. Biar aku bisa bertemu dengan mereka, waktu kami banyak bertemu saat bekerja ketimbang dirumah" ucap Nevan menjelaskan.


"Oww jadi papa kamu yang pemilik Harun Property?" Tanyaku.


"Iya benar" Jawab Nevan.


Oke aku baru tahu, benar-benar baru tahu Nevan anak seorang pengusaha property no 2 di Indonesia. Astaga ini luar biasa menurutku, biarpun dia punya segalanya. Tapi tak ada perilaku dan sikapnya yang sombong atau tidak baik. Sangat berpendidikan, baik dan sopan. Yaampun aku mau yang ini. Hariku mulai berloncatan.


Kami saling mengobrol tentang pekerjaan Nevan. Biar aku makin tahu tentang dirinya. Membuatku makin antusias untuk memilikinya.