It Beats For You

It Beats For You
it feels like a shopping mall



Aku yang sendiri didapur berjalan menuju kamarku. Aku menutup pintu perlahan dan memulai untuk tidur, sebelumnya aku memikirnya begitu banyak yang kulalui hingga hari ini.


Aku seperti bukan diriku lagi, entah apa yang kulakukan hingga bisa seperti ini. Aku tak lagi banyak cerita sama mama, aku terlalu sibuk untuk mendua hingga lupa jati diriku sebenarnya.


Tak lama akupun terlelap dengan sendirinya.


...


Hari sudah subuh, kudengar ada suara diluar sana. Mungkin Nevan sudah bangun, segera aku keluar kamar untuk bersiap ke kantor.


"Hay sayang.. pagi" sapa Nevan.


"Pagi, kamu sudah bangun?" Tanyaku.


"Iya baru aja, aku harus menghubungi teman aku untuk bawakan beberapa pakaian wanita yang kamu perlukan" ujar Nevan.


"Maksud kamu?"


"Aku ingin kamu memakai pakaian kekantor tanpa harus kembali ke apartemen, jadi kamu gak perlu khawatir" jawab Nevan.


"Tapi ini masih jam 5 subuh"


"Iya, mungkin sekitar jam 6 mereka sampai. Tenang aja ini butik langganan mama aku, jadi mereka kapan aja siap sedia" ujar Alvaro.


"Oh yah.." aku terkejut mendengarnya.


"Sini sayang, aku sudah buatin teh untuk kamu, ada roti bakar juga aku buat" ujar Nevan sambil mengarahkan kursi disampingnya.


"Makasih sayang, tapi aku mau kekamar mandi dulu yah"


"Oke"


"Kamu sudah mandi?" tanyaku.


"Belum, hehe nanti saja jam 6 aku siap-siap" jawab Nevan.


"Ow oke, sebentar ya" aku mau ketoilet dahulu karena baru bangun tidur dan kembali setelah selesai.


"Bagaimana tidur kamu?"


"Aku sangat nyenyak" ujarku.


"Loh kenapa, apa kamu sakit" aku khawatir olehnya.


"Tidak.. tidak.. entahlah" Nevan terlihat gugup didepanku. "By the way, nanti aku antar ya. Tapi sepertinya driver yang nyetir"


"Ooh.. iya gak apa sayang"


"Iya aku takut kalau kurang tidur menyetir"


"Iya yang penting kamu sehat-sehat ya hari ini, biar aktifitasnya bisa nyaman dijalanin"


"Iya makasih ya.. hari ini orangtua dan adikku dalam perjalanan ke Amerika. Kebetulan beliau belum bisa datang, karena aku ingin datang kekeluarga kamu"


"Oh yah.. hemm aku.. kebetulan keluarga aku sedang berkunjung ke nenek aku di jawa. Mungkin nanti bisa aku rencanain kapan kita bisa bertemu keluarga aku"


"Oke, kapan pun itu. Aku sudah siap, yaampun aku sudah gak sabar punya seorang istri yang selalu ada buat aku" ekspresi Nevan kulihat begitu bahagia.


Senang sekali melihat Nevan begitu mencintaiku, orang yang akan menyayangiku selamanya. Akan selalu dilindungi dia sepanjang hidupku, akupun juga ikut tidak sabar menantikan pernikahanku nanti. Semoga proses ini tetap membuat kami selalu bahagia.


Setelah lama mengobrol dengan Nevan ada seseorang yang mengetuk pintu.


"Oke sebentar sayang, sepertinya orang dari butik" ujar Nevan.


"Oke" aku sambil meminum tehku.


Hatinya Nevan begitu indah untukku, aku sangat mencintainya.


Benar saja, beberapa orang dari butik yang Nevan hubungi datang. Membawa banyak setelan baju dan sepatu, tidak lupa dengan tas. Semua terlihat branded dan mahal, aku begitu sungkan untuk mencobanya, karena aku tidak pernah diperlakukan seistimewa ini.


"Kami bisa coba semua dan kamu pilih apapun sesuka kamu" ucap Nevan sambil menunjuk beberapa barang untukku.


"Oh iya, aku coba dulu ya sayang"


Aku mengambil beberapa pakaian untukku coba dikamar.


Astaga hati ini begitu happy melihat semua barang yang indah ini untuk kucoba kenakan.


Nevan.. kamu begitu detail untuk memberikan kenyamanan untukku.