It Beats For You

It Beats For You
Photo prewedding in London ( Foto Visual Cast )



Kami sudah jauh dari Royal Exchange Theater, Nevan menghentikan langkahnya.


"Sayang.. ada apa?" Nevan merasakan ada sesuatu yang tidak dia ketahui.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya.. aku ingin tempat lain saja" tak tahu harus beralasan seperti apa, jujur aku gugup.


Nevan menarik tubuhku mendekat kehadapannya.


"Aku tahu ada sesuatu yang kamu coba tutupi.. kenapa tidak mengatakannya padaku, aku akan mencoba untuk mengerti kamu" Nevan membelai rambutku dengan lembut.


"Perasaanku sedang tidak baik saat disana, itu saja" aku masih menutupinya.


"Baiklah, mungkin saat ini kamu belum siap untuk mengatakannya. Aku tidak akan memaksa, lain kali kamu sudah harus terbuka akan semua tentang kamu, karena begitupun dengan aku" Nevan begitu bijak mengatakannya.


Aku hanya mengangguk manja.


"Baiklah, aku tahu kamu belum makan.. kita cari tempat yang lain yah,.karena aku juga lapar" ujar Nevan sambil memegang perutnya yang berbunyi.


"Hee iya sayang" aku tertawa melihatnya.


Karena hari sudah lewat siang, kami pergi menuju tempat makan lain untuk mengisi kekosongan perut kami.


Sambil menikmati makan siang yang sudah terlewat. Nevan mengatakan sesuatu.


"Sayang, bagaimana kita kembali ke Indonesia besok.. seperti yang sudah aku katakan saat itu, kita temui keluargamu secepatnya" pinta Nevan.


"Baiklah.. aku akan menghubungi keluargaku untuk memberi tahu kedatangan kita" aku mengambil handphone dan mengatakan pada ibuku lewat WA.


"Oke.. jadi aku akan atur kepulangan kita dan menuju Jogja, apa ada tempat lain yang mau kamu kunjungi sebelum besok?"


"Tidak ada.. rasanya ada kamu disini saja sudah cukup bagiku" aku menempel ditubuh Nevan sambil memanja.


Nevan tersenyum padaku.


"Sayang.. aku berpikir, mumpung kita lagi disini, bagaimana kalau kita foto prewed, ditempat yang kamu inginkan"


Nevan mengejutkanku dengan keinginannya.


"Ah sayang.. tidak terlalu mendadak?"


"Ya tidak serapi jika dipersiapkan, setidaknya kita pernah foto prewed disini.. bagaimana?" menunggu persetujuanku.


"Boleh" aku bersemangat.


"Baiklah, kita percepat makannya ya, aku sambil cari prewedding photography disini"


"Oke" kataku bersemangat.


Hari menunjukkan jam 4 sore waktu setempat, akhirnya kami bertemu dengan fotografer bersama team mereka yang menyanggupi keinginan kami selama disini.


Aku dan Nevan sepakat untuk pemotretan di outdoor, Kita punya waktu pada sore dan malam hari, dibeberapa tempat yang menarik.


Aku disediakan pakaian yang tidak terlalu formal dan 2 gaun pendukung, sedangkan Nevan Jas dan kemeja. Karena tempat yang kuinginkan tidak mempunyai izin untuk prewedding. Jadi kami akan berfoto on the spot begitu saja.


Ini memang luar biasa, seperti menjentikkan jari, ini terjadi begitu saja. Aku dan Nevan sangat antusias saat pemotretan dimulai, kami serasa semakin dekat satu sama lain dalam waktu yang singkat ini.


Kami berfoto dibeberapa tempat Manchester, Buckingham Palace, Big Ben, London Eye, dan beberapa jalan di London dengan spot yang menarik.



Hari in full untuk foto prewedding hingga hampir tengah malam. Akhirnya terselesaikan dengan waktu yang cukup singkat.


Kami kembali ke hotel, dan bersiap untuk packing sebentar, baru kami bisa beristirahat.


"Sayang.. hari ini sungguh diluar dugaan ya" kataku yang tidur disamping Nevan.


"Kadang kita perlu berimprovisasi dalam suatu situasi" ujar Nevan dengan kreatif.


"Makasih ya sayang.. kamu sangat berarti bagiku, selama kita disini kamu selalu berhasil membuatku bahagia disampingmu..


I love you.." aku berbaring sambil memeluk Nevan.


"I love you too" sahut Nevan yang membelai rambutku lembut.


Karena kelelahan kamipun beristirahat, di satu kasur single yang mungil. Karena hari esok akan menjadi perjalanan panjang kami.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Setelah menaruh barang dibagasi, kami duduk diruang tunggu tak jauh dari Gate pesawat tujuan kami.


Nevan membelikan aku minuman dan aku duduk sambil menunggunya disini.


Tak lama kulihat Alvaro berjalan ke arahku. Mata kami bertemu satu sama lain, kulihat Alvaro salah tingkah entah mau menghindariku atau menghampiriku.


Ternyata Alvaro menghampiriku dan berdiri disamping tempat dudukku.


"Kamu pulang hari ini ternyata?" Ucapan pertama Alvaro padaku.


"Iya" singkatku tak ingin membuat keributan atau kerisauan lainnya dan menatap ke arah Alvaro.


"Kenapa cepat sekali pulangnya, apa sungguh akan menemui orangtuamu?" tanya Alvaro.


Aku hanya diam.


"Jujur aku sudah ikhlaskan semua ini, kamu dan dia semoga dilancarkan apa yang sudah kalian rencanakan...


Seperti yang pernah kita rencanakan..." Alvaro mengungkapkan perasaannya dengan nada sendu.


"Maafkan aku Alvaro.." tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, hanya itu yang mampu kusampaikan padanya.


"Tidak perlu minta maaf Jovita.. semua sudah ada takdirnya, semoga bahagia selamanya.." Alvaro meninggalkanku dengan senyuman terakhirnya padaku.


Kukuatkan hatiku untuk tidak terlalu memikirkan kejadian ini, itu akan membuat perasaan ku tak nyaman terhadap Nevan nanti.


Sepertinya Alvaro juga satu penerbangan dengan kami. Semoga kita berjauhan untuk nomor kursinya.


Nevan menghampiriku dengan membawa minuman dan makanan.


"Ini sayang minumlah.. dan ini cemilannya" Nevan duduk disebelahku sambil meminum minumannya.


"Makasih ya sayang.." aku menerima minuman dan cemilan yang baru saja dibelikan Nevan.


"Iya.. by the way kulihat dari jauh ada seseorang yang mendekatimu, apakah kamu kenal?" Tanya Nevan penasaran.


Aku terkejut mendengarnya, hatiku berdegup kencang, walaupun tidak terjadi hal yang mencurigakan tapi aku tetap merasa gugup untuk menjawab pertanyaan Nevan.


Rasanya aku ingin berbohong lagi pada Nevan, tapi sampai kapan aku harus begini. Aku ingin jujur padanya, tanpa ada kebohongan lagi, ku mencoba memberanikan diri.


"Alvaro menghampiriku, dia terlihat terkejut melihat aku ada disini dan menanyakan kepulangan kita" aku berusaha menjawab dengan hati-hati untuk jujur.


"Oh.. aku juga sedikit menebak itu dia.. ternyata benar"


Aku tambah terkejut lagi, ternyata Nevan sudah melihat kami dari jauh. Untunglah kejujuran ini membuatku terasa aman.


"Hanya itu saja?"


"Iya itu saja.. sayang minuman kita beda yah, coba dong minuman kamu apa?" Aku sedikit mengalihkan pembicaraan.


"Iya, aku juga baru coba, ini kamu mau?" Nevan menyodorkan minumannya didekatku.


"Hu'um.." aku mengangguk dan mencoba minuman miliknya.


"Enak ih sayang.." kataku memanja.


"Kamu mau.. ini" Nevan memberikannya padaku.


"Kamu minum yang ini yah" aku memberikan minumanku padanya.


"Makasih sayang.." sambil mencium pipinya.


Nevan tersenyum padaku, kami menunggu kurang lebih 30 menit dan akhirnya pengumuman pesawat sudah siap pun terdengar.


Panggilan untuk masuk kedalam pesawat, kami berjalan perlahan sambil bergandengan tangan. Terlihat sekali kami sepasang couple seperti couple lainnya yang berjalan bergandengan tangan dan beriringan.


Sedangkan Alvaro hanya bisa menatap mereka yang berada agak jauh didepan Alvaro. Melihat sambil mengenang masa pacaran kembali Alvaro dan Jovita yang kandas dengan singkatnya.


Alvaro tetap berusaha bersikap normal seperti biasa, tanpa mempengaruhi sikap Alvaro sendiri.



Bersambung... ✨✨✨✨✨