
Alvaro menutup pintu kamar dengan rapat dan menghampiriku.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Alvaro.
"Iya aku baik-baik saja.. kok bisa yah" aku masih tak menyangka dengan apa yang barusan aku alami.
"Itulah mengapa aku tetap menemani kamu kesini, beberapa orang tahu turis yang sedang berlibur, jadi kadang ada saja kriminal yang dilakukan para penduduk disini, entah jambret, entah menculik, entah memerkosa.. pokoknya hati-hatilah kita selama travelling, bahaya kalau sendiri. Untung aku cepat datang kan, aku tidak ingin kamu terjadi apa-apa" Alvaro menjelaskan panjang lebar kepadaku.
"Iya untunglah kamu datang tepat waktu, aku menyadari dia sedang memperhatikan kita saat chek-in tadi, tapi kupikir itu hanya perasaanku saja" aku masih syok saat ini.
"Iya pokoknya selama aku sedang tidak disamping kamu, hati-hati ya.. jaga diri. Pokoknya kamu tanggung jawab aku selama disini" ujar Alvaro.
"Iya makasih yah.." kataku sambil menatapnya.
"Sama-sama" Alvaro pun menatapku dalam.
Astaga kenapa hati ini mulai berdetak untuknya, kenapa hati ini memberi sinyal untuknya, kenapa aku menjadi ingin memilikinya.
Kami semakin mendekat secara perlahan, dan tak bisa menahannya lagi. Dengan sigap Alvaro menggapaiku dan aku menerima ciumannya begitu saja, kami tenggelam dalam cinta yang masih tersisa. Aku tahu ini harusnya tidak terjadi jika aku tidak yakin mampu menahan hasrat ini.
"Alvaro.." dia masih mencium bibirku dengan penuh kasih.
"Alvaro.. aku mau kita pergi sekarang ke Buckingham Palace" aku mendorongnya agar hasrat ini tidak begitu meledak jika tidak disudahi.
"Hm.. kamu tuh yah, ratu banget untuk menghentikanku, yaudah ayok kita pergi,
i love you.. " satu kecupan dikening mendarat dari Alvaro.
Aku sedikit salah tingkah didepannya setelah Alvaro menciumku, aku bingung harus seperti apa didepannya saat ini.
"Aku mandi dulu sebentar ya" ujarku dan mengambil pakaian pengganti untukku.
"Okey.. aku menunggumu disini" ujar Alvark dan merebahkan diri diatas kasur.
"Iya.." sahut Alvaro dan memakai kembali jaket dan syal miliknya.
Setelah mandi, berpakaian dan merias diri, aku dan Alvaro bergegas pergi jalan-jalan ke Buckingham Palace. Kami menuju kesana hanya berjalan kaki, karena cukup dekat dari hotel tempat kami tinggal.
Sambil sesekali membeli minuman yang dijual dikedai tak jauh dari Istana kerajaan. Hingga sampai ditempat yang aku inginkan, tak kusangka aku didepan Istana Kerajaan Inggris, impian masa kecil yang jadi kenyataan begitu membuatku ingin menangis.
"Fotoin aku ya.. " ujarku dan memberikan handphone ku kepada Alvaro.
"Pakai kamera aku saja lebih bagus" ucap Alvaro.
"Iya itu juga, di handphone juga.. aku belum update status dari kemarin loh.." kataku.
"Yaampun.. yaudah iya sini" ujar Alvaro cocok sekali menjadi photograferku.
"Kamu cantik banget sih sayang.. pakai kacamata pun kami tetep cantik" puji Alvaro setelah melihat fotoku di handphone.
"haha masa sih.. makasih" akupun jadi geer.
Banyak sekali keinginanku berfoto didepan Istana yang megah ini, walaupun hanya diluar pagarnya saja. Tapi ini cukup menyenangkan bagiku. Setelah begitu banyak foto dan video yang dibantu oleh Alvaro. Aku mencoba untuk update status di WA ku, aku baru saja menyetel paket roaming ku agar dapat mengupdate status di WA.
Alvaro begitu cekatan dalam setiap permintaanku untuk difoto sesuai keinginan dan hasilnya pun sangat cantik, indah dan begitu menarik dilihat. Sesekali kami berfoto berdua dengan berbagai macam gaya dari biasa saja hingga yang konyol, sungguh menyenangkan.
Tidak butuh waktu lama, beberapa foto sudah menjadi status di WA ku, dari foto ku didepan Buckingham Palace, foto hanya Buckingham Palace.
Ini sangat menakjubkan.