
Nusa Resident Apartemen. Nevan tiba sebelum jam 12 siang dan menelepon Jovita tak lama sampai di lobby apartemennya.
"Aku dibawah ya" ujarnya dalam telepon.
"Oke" aku segera turun setelah memastikan penampilanku rapi dan cantik, tak lupa kusemprotkan lagi parfum ketubuhku wanginya sangat manis.
Aku menghampiri Nevan yang sedang menunggu di lobby sambil duduk disofa.
"Yuk" ajakku dan kami menuju mobil Nevan.
Kali ini Nevan tidak menyetir, dia membukakan pintu mempersilahkanku masuk dan tak lama dia membuka pintu dari sisi lain dan duduk disampingku.
Dia memakai supir mungkin biar nyaman agar kami bisa mengobrol dengan santai.
Hehe berharap banget kayak gitu aku ya.
"Adikku baru 14 tahun masih kecil jadi tidak banyak temannya yang akan datang dan beberapa undangan dari keluargaku, aku mungkin mau nyanyi disana. Dia memintaku seperti itu" ujar Nevan menjelaskan
"Oyah, kamu bisa nyanyi juga ternyata" aku cukup terkejut.
"Bisa sedikit, tapi gak seperti Afgan juga" candanya.
"Haha.. wah ini jarang terjadi dong ya. Aku jadi gak sabar mau lihat perform kamu"
"Tapi jangan ledek aku, nanti aku jadi gak percaya diri"
"Aah serius kamu, aku pikir kamu selalu bisa percaya diri"
"Ya ada masanya gak bisa, tapi demi adik"
"Mau nyanyi lagu apa nanti?" Tanyaku.
"Kejutan, nanti kami denger aja disana ya" jawab Nevan.
"Oke" sahutku sambil memandang wajahnya yang sedikit tersipu malu.
Sepanjang jalan menuju rumahnya untunglah tidak begitu macet seperti hari kerja biasanya, jadi kita tidak terlalu telat untuk tiba disana.
Hatiku mengapa mulai gelisah, apa yang harus kulakukan jika sudah berada disana, apa hanya menjadi penonton atau sedikit sok akrab. Astaga kayaknya cukup jadi kalem lebih cocok dengan penampilanku sekarang.
"Hay.. kok melamun? Mikirin apa?" Tanya Nevan.
"Memang kelihatan banget ya?"
"Iya, ada yang kamu risaukan?"
"Jujur ini pertama kalinya aku datang kerumah pria, mungkin itu yang membuatku belum terbiasa"
Nevan menggenggam tanganku.
"Tenang saja keluargaku baik pada siapapun, karena kami keluarga besar. Jadi kmai terbiasa dengan orang baru, karena kadang keluarga juga aku tidak cukup mengenalnya. Tapi kami selalu bersikap baik pada siapapun"
"Syukurlah, sedikit menenangkanku" apalagi sudah digenggam gini. Jangan dilepasin please.
"Kamu jadi diri sendiri aja, akupun suka kepribadianmu. Menyenangkan, siapapun yang dekat dengan kamu pasti ikut terbawa" jelas Nevan.
"Begitukah, tapi.. bisa tidak nanti kalaupun kamu ada teman atau keluarga. Tolong jangan terlalu lama jauh dari aku"
"Nanti kemanapun aku bertemu atau berbicara dengan keluargaku. Kamu pasti disampingku"
"Benar ya" senyumku.
"Nah gitu dong, aku jadi semangat melihat kamu senyum begini"
Betapa beruntungnya aku bisa dipertemukan dengan Nevan, apapun akhir dari pertemuan ini aku ikhlas.
Kami tiba didepan perumahan komplek keluarga Nevan tinggal.
OMG Manhattan Residence, Nevan tinggal disini, aku tidak begitu mengenal Nevan secara pribadi yang kutahu dia tinggal di apartemen. Jadi aku baru sekarang mengetahui keluarganya tinggal d komplek elit di Manhattan Residence.
Jangan harap bisa melihat rumah seluas 100 - 200 meter. Disini hunian rumah yang luar biasa lebar dan besar. Astaga, asli aku jadi minder. Gak kebayang dipikiranku Nevan dari keluarga lebih dari mampu. Mungkin di kantorku pun begitu tidak ada yang mengetahuinya. Nevan memang tidak mencolok seperti orang mampu kebanyakan. Penampilan simplenya saja sudah membuat dia begitu kharismatik dan mempesona.
Yaampun aku berusaha menormalkan kembali pikiranku, agar semuanya tidak membuatku melakukan kecerobohan.
Mobil ini pun berhenti tepat didepan rumah Nevan yang sudah banyak pernak-pernik Birthday Party dan ternyata dihadiri d banyak undangan. Aku tidak tahu maksud Nevan hanya beberapa. Ini cukup banyak untuk undangan ulangtahun anak umur 14 tahun.