It Beats For You

It Beats For You
Baby, you do it so well



Aku yang terlelap dalam tidurku, tidak tahu apa yang terjadi sesudahnya.


Nevan membelai rambut dan mencium keningku.


"Untunglah hari ini kita masih diberikan keselamatan.. hati dan pikiranku saat kejadian siang tadi membuatku ketakutan untuk kehilangan orang yang kusayang" ujar Nevan dengan suara lembut.


Dan merebahkan aku yang sudah lama bersandar disamping Nevan, agar lebih nyaman untukku beristirahat.


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Hari sudah mulai menampakkan cahaya matahari.


Aku terbangun dan duduk sambil melihat Nevan yang berada di tempat tidurnya dan aku di tempat tidurku.


Aku menyekat wajahku yang begitu nyenyak tertidur semalam.


Nevan yang tertidur mengarah kearahku, wajah Nevan begitu cerah saat cahaya matahari menyinarinya.


Aku berpindah ke tempat tidur Nevan dan berbaring disampingnya, mengangkat tangan kirinya dan menaruhnya di pinggangku.


Nevan terbangun karena kehadiranku disampingnya.


"Kamu sudah bangun sayang?" Nevan memelukku erat sambil mencium keningku.


"Hu'um.." aku menempel didadanya yang bidang.


"Jam berapa sekarang?" Tanya Nevan yang belum membuka mata.


"Jam 6.20 pagi" kataku yang baru saja melihat jam di tangan kiri Nevan.


"Masih pagi, morning kiss please" Nevan menciumku begitu saja.


Aku menciumnya juga.


"Sayang.. aku belum mandi dan sikat gigi" ujarku malu karena semalam banyak makan dan tidak membersihkan gigiku.


"Gak apa.. rasa makanannya masih ada" ledek Nevan.


Aku tersenyum malu.


"Gimana semalam, kamu nyenyak tidurnya?" tanya Nevan.


"Iya.. kamu tidur jam berapa, aku tidur duluan yah.." aku masih didalam pelukannya.


"Hehe.. maklum abis kenyang jadi ngantuk, kamu kalau masih ingin istirahat, istirahat dulu aja" aku berpikir Nevan butuh istirahat, karena hari juga masih terlalu pagi.


"Seperti ini dulu sudah membuatku nyaman" Nevan mencium keningku lagi.


Kami masih leyeh-leyeh diatas kasur empuk ini.


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Alvaro menemui Della pagi ini, mantannya yang selama ini ditemui Alvaro selama di Inggris. Della yang dibawa ke tempat Alvaro menginap dan bertemu pertama kali di bar Hotel yang kebetulan saat itu juga bertemu dengan Nevan.


Della dan Alvaro yang terlihat oleh Jovita saat sedang sarapan berdua di Hotel kala itu, hari dimana Jovita dan Nevan chek-out dari Hotel.


Malam itu Alvaro mabuk, Della yang membawa Alvaro kedalam kamar hotel. Banyak hal yang Alvaro katakan selama Alvaro tidak sadarkan diri karena sedang mabuk waktu itu. Sampai Della tak diizinkan pulang, karena Alvaro masih ingin mengutarakan semua yang menjadi beban pikirannya.


Saat itu Della tak keberatan, melihat Alvaro yang setengah bimbang dan menginginkan teman untuk diajaknya berbicara. Pembicaraan Alvaro berkutat pada sosok Jovita, sisanya tentang pekerjaan dan kehidupan yang Alvaro sedang jalani.


Della sosok yang dewasa dan pendengar yang baik, itu karena Della sedang menjalani study S2 psikologi di Inggris. Menjadikan Della teman yang tepat untuk berbagi cerita.


Semua yang sudah Alvaro ceritakan malam itu, tak diceritakan kembali pada Alvaro saat mereka sarapan pagi bersama. Bagi Della biarlah apa yang Alvaro utarakan malam itu, menjadi hal yang berlalu dan dapat mengurangi perih yang mungkin sudah mengiris hatinya.


Della dan Alvaro kali ini bertemu di apartemen Della yang agak sedikit jauh dari hotel Alvaro menginap.


Tok.. tok.. tok..


Ketukan pintu yang Della sudah tahu siapa orangnya.


"Iya.." Della membukakan pintu.


"Hay beauty.." sapa Alvaro.


"Hello handsome" sahut Della.


"Ready..?"


"Of course.." Della menutup pintu dan mengandeng Alvaro untuk pergi mengajak Alvaro berkeliling tempat yang menyenangkan.


Della menggunakan mobil miliknya, karena Alvaro tidak punya SIM negara Inggris, jadi Della tetap mengendarai mobilnya. Peraturan di Inggris begitu ketat jika ketahuan adanya pelanggaran, surat tilang pun akan datang begitu saja bagai tamu tak diundang.


Bersambung... โœจโœจโœจโœจโœจ