It Beats For You

It Beats For You
We never learn, we've been here before



OMG Alvaro yang begitu cerdas mengetahui apa maksud semua ini. Mungkin hatinya terlalu peka olehku yang tiba-tiba mengajukan keputusanku.


Alvaro masih menatap kearahku dan aku malah memalingkan wajahku darinya, tak sanggup untukku beradu pandang dengannya.


"Jovita, tolong katakan.. apa benar ada orang lain dihubungan kita, aku perlu tahu untuk mengetahui apa yang kamu lakukan saat ini"


Aku masih terdiam tak sanggup untuk mengatakannya.


"Untuk apa kamu sembunyikan, walaupun ada dari semua yang aku tanyakan itu benar, tak menggoyahkanku untuk tetap mempertahankan ini. Jika benar pertanyaan terakhir ku tadi, takkan kulepaskan kamu dari genggamanku. Tak kubiarkan kamu pergi kesisi pria lain itu, jika kamu berpikir dengan mengatakan untuk berpisah denganku akan mudah, maaf kamu salah.


Aku tetap berada disampingmu hingga dipernikahan kita nanti selamaya"


Aku tak sanggup mendengar lebih banyak, rasanya aku akan mengakhiri semua yang Alvaro katakan. Egoku masih menguasaiku.


"Maaf Alvaro, apapun itu aku tidak bisa mengikuti kemauan kamu. Aku tidak seperti yang kamu pikirkan, kamu bisa menemukan wanita lain untuk kamu kasihi dan sayangi dengan ketulusanmu. Tapi tidak dengan aku, aku benar-benar tak mampu berada disampingmu"


"Coba katakan apa yang membuatmu tak mampu, aku sudah jabarkan semua yang mungkin jadi alasan kamu berbicara seperti itu"


"Aku.. aku.. hatiku yang tidak mencintaimu lagi" aku sangat amat berbohong.


"Itu tidak benar, aku tau sampai detik ini kamu masih mencintaiku. Aku yakin bukan itu maksud kamu. Aku merasakan semua kehangatan ciuman dan pelukanmu untukku, hingga getaran jantungmu aku merasakannya, aku tau itu tidak mungkin.


Jovita, biarpun kita sudah lama tidak bertemu, tapi aku mengetahui kamu seutuhnya"


"Kita tidak sepenuhnya sama seperti yang kita lakukan dahulu, waktu itu merubah semuanya"


"Waktu juga bisa seseorang merubah kata-katanya" aku mencoba menahan airmataku yang sudah membendung.


"Mungkin kata-katamu tidak sejalan dengan hatimu, katakan Jovita apa yang sebenarnya terjadi dan aku akau memperbaiki apa yang menjadi permasalahan disini"


"Tidak ada permasalahan padamu. Ini semua tentang ketidak baiknya aku padamu"


"Aku tidak merasakan kamu tidak baik untukku, sama sekali"


"Lebih baik diakhiri diawal daripada berantakan diakhir bukan?"


"Hal ini tidak akan membuat hubungan kita berantakan, aku tidak akan memintamu menjadi pendampingku jika aku merasa hubungan kita tidak akan lama"


Alasan yang kubuat-buat tidak mempengaruhinya hingga tak tahu lagi alasan seperti apa untuk mengakhiri ketegangan ini.


"Baiklah, aku hanya akan tinggal diam disini. Hingga aku jelas apa maksud kamu dengan semua ini. Aku tidak akan ingat atau pernah mendengar atau menerima keinginan kamu yang tidak masuk akal ini" Alvaro berpindah kesofa yang lain, seperti memberikan waktu untukku berbicara yang sebenarnya.


Aku menyerah untuk berbohong, aku tak percaya Alvaro tetap teguh pada pendiriannya untuk bersamaku. Apa yang dipikirkannya bisa menginginkanku begitu besar. Aku bukan wanita bisa dalam segala hal, bukan yang begitu baik untuk dipertahankan dan bukan wanita yang punya segalanya. Lalu bagaimana dia bisa meneguhkan hatinya hanya untukku.


Aah akupun sudah gila, mengapa aku harus berpindah hati ke yang lain. Mengapa aku berpikir Alvaro akan menyerah padaku, buat apa aku menerima hati pria lain sedangkan pria dihadapanku sudah memberikan semua hatinya yang begitu besar hanya untukku.


Rela tidak mendengarkan keinginanku untuk berpisah denganya, malah memintaku mengatakan apa yang menjadi kesalahannya hingga aku rela berpisah dengan Alvaro.