
Hari sudah menjelang sore, aku masih santai dimeja kerjaku. Berbeda dengan Hifza dan Chessy yang sedang membicarakan nanti malam dengan kekonyolan mereka.
Chessy menghampiri mejaku.
"Mbak jadi ya lo ikut?" Tanya Chessy.
"Iya jadi" jawabku.
"Lo bawa gaun? Atau topengnya gitu?"
"Emang musti ya?" tanyaku polos.
"Ya iya dong, duh kayak pesta kostum gitu. Pakai dress untuk wanita.. jas untuk pria tapi tetap semua pakai topeng.
Karena gue dan mbak Hifza udah rencanain, jadi kita sudah beli tuh dress sama topeng yang lucu-lucu" jelas Chessy.
"Hem.. trus gue musti gimana coba" aku bingung sendiri.
"Gak ada cara lain, pulang kerja langsung cuus ke butik diujung jalan. Mumpung masih ada waktu, acaranya kan jam 7 malam masih bisa dandan kan"
"Golden Butik, iih mahal itu..
ya mau diapain lagi.. okey deh" ngomong sendiri, iyain sendiri. hehe.
"Iya ih, semoga ada yang bisa disewain, jadi gak mahal-mahal banget" ujar Chessy.
"Ow itu tempat penyewaan baju juga?" aku sedikit terkejut mendengarnya.
"Iya gue tau dari anak event mbak buat spg spg kita biar tetep keceh badai ya kan.. haha lumayan kan jadi berguna nih info" ujar Chessy tertawa.
"Haha tumben bener... Sipp.."
"Tinggal lima menit lagi, alarm pulang. Jadi cuuss bebenah biar cepet ya kan" ucap Chessy dan berlalu keluar ruangan.
"Iya bawel.." ledekku baru ini manajer dibawelin rekan kerjanya
Jam kerja sudah selesai, kini kami bergegas ke Golden butik yang Chessy bicarakan tadi dengan mobil Hifza.
Sesampainya.
Beberapa gaun ada untuk disewakan juga dengan accesoris yang cantik.
"Mbak ada topeng cantik gitu ga, kami ada acara party mask gitu"
Sambil menunggu Hifza dan Chessy sibuk memberikan gaun untukku coba pakai. Beragam model dan warnanya begitu cantik saat ku kenakan, hingga binggung ingin memilih yang mana.
"Mbak in beberapa topeng yang kita punya" karyawan butik itu memberikan 3 model topeng yang cantik dengan warna berbeda.
"Ini aja mbak" aku memilih model topeng begitu mewah dan cantik, dikelilingi mutiara berlian dan swarovski. Tampak cantik dan bersinar mewah.
Tinggal kupilih gaun warna senada untuk ku kenakan. Akhirnya aku memilih dan memakai gaun warna biru tosca panjang dengan sedikit belahan dari lutut hingga ke mata kaki, dan beberapa aksen variasi di bahunya.
Ku pakai baju dan topeng yang sudah kupilih.
"Wow mbak cantik banget..." Ujar Hifza dan Chessy bersamaan saat aku keluar dari fitting room.
"Aah masa sih" ujarku tersipu malu.
"Iya, cantik banget asli" ucap Chessy.
"Tapi, gue agak gak nyaman pakai topeng ada kacamata gini. Gue ganti pakai softlens aja kali ya"
"Iya, kurang greget gitu mbak. Siip" ujar Hifza.
Aku membawa softlens baru yang aku stok di tas, untuk jaga-jaga jika diperlukan dan kacamata ku taruh di tas ku.
Chessy dan Hifza sudah rapi dengan gaun milik mereka dan topeng yang sudah dipakai dengan cantik diwajahnya. Begitupun aku, tidak pernah datang ke pesta topeng, ini adalah kali pertama aku menghadiri party mask seperti ini. Sedikit gugup tapi aku menyukainya.
Chessy mengenakan gaun panjang dengan belahan sebetis yang berwarna pink pastel dan topeng yang berwarna senada, sedangkan Hifza mengenakan gaun hijau tosca variasi gold, pendek hingga lutut dengan topeng berwarna gold dan kami sudah siap untuk pergi ke pesta.
setelah selesai dibutik, kami bergegas pergi ketempat yang dituju. Ada di ballroom Grand Hotel.
"Hifza, gue titip tas disini dulu ya, gue pakai tas kecil aja, cuman untuk handphone dan kartu kredit" ujarku.
"Gue juga sama mbak" ucap Chessy.
"Siipp.. udah mau sampe, be ready guys.." sahut Hifza.
"Reaaaaddyyy..." ujar kami berteriak semangat.
Setidaknya kita lah yang mewarnai kisah hidup kita sendiri, meluangkan waktu sesekali untuk hal seperti ini, cukup untuk menghilangkan jenuh yang sehari-hari melanda.