It Beats For You

It Beats For You
Rest at the hotel



Kami mencoba beberapa makanan yang dijual di food truck, aku mencoba waffle yang disajikan dengan beragam topping seperti "apel strudel", potongan stroberi, hingga krim klasik khas Negara Inggris dan juga minuman soda kaleng.


Rasanya memang enak dan kami menyukainya. Setelah menghabiskan makanan dan minuman itu kita beralih ketempat lain, tak lupa kami berfoto ria disetiap sudut kota London.


Arsitektur bangunan disini ciri khas Negara Inggris, aku sangat menggemarinya. Untunglah ada Alvaro yang bersedia memotretku tanpa mengeluh, setidaknya ada beragam pemandangan dan angle wajahku yang tersimpan di memory album foto handphone.


Alvaro membawa kamera DSLR miliknya, selain dia memotret setiap sudut kota London dia juga memotretku secara candid.


Kami berjalan kearah hotel yang dekat Istana Buckingham, aku ingin kesana dan melihat Buckingham Palace yang biasa disebut di Negara ini, yang didiami oleh Ratu Inggris yaitu Ratu Elizabeth II.


Kami tiba di Hotel The Nadler Victoria dan akan bermalam disini hanya beberapa hari, karena aku akan mengunjungi tempat lainnya selama di Negara Inggris.


"Berhubung hotel mahal, bagaimana kalau kita sharing kamar hotel?" Bisik Alvaro.


"No.. kita pesan kamar sendiri-sendiri, itu lebih nyaman untukku" aku menolak.


"Yah.. sayang, kan lumayan bisa save money"


"Nanti kalau ada bule yang suka sama kamu, terus lihat aku dikamar hotel bagaimana" ledekku dari perkataan Alvaro sebelumnya.


"Bule mah cuek sayang, yang penting kamu gak ganggu"


"Astaga.. mending sendiri-sendiri ajah, jadi kamu bisa leluasa sama si bule"


"Ciye.. cemburu ya.." Alvaro meledekku.


"Enggak.." ketusku.


"Tapi sepertinya cemburu gitu sama bule"


"Ishh apaan sih.. aku chek-in dulu, kamu antri dibelakangku"


"Yah.. serius nih sendiri-sendiri" Alvaro bermanja dan memasang tampang sedih padaku.


"Iya.. serius. Sabar ya" tegasku.


"Ihh jahatnya.." gerutu Alvaro.


"Biarin.." aku meledeknya.


Kami sudah punya kamar masing masing, aku meminta dengan bisik-bisik untuk menjauhkan kamarnya dari kamarku oleh karyawan hotel itu.


"Oke.. thanks.." ucapku.


Selesai chek-in dihotel.


"Kamu kamar berapa sayang?" Tanya Alvaro.


"711" jawabku.


"Yaampun kok jauh banget, jelas-jelas aku meminta kamar bersebelahan sama kamu"


"Memang kamu kamar nomor berapa?"


"722" sahut Alvaro.


"Kok aku merasakan ada yang tidak beres.." ujarnya sedikit heran.


"Tidak beres apanya?"


"Jangan-jangan kamu isengin aku ya?"


"Isengin bagaimana, memang bisa?" kataku.


"Jujur..."


"Iya.. wek..." Aku berjalan cepat meninggalkan Alvaro menuju lift.


Kami sudah sampai di lantai 7 dan kamarku berbeloh sebelah kanan, lalu Alvaro berbelok sebelah kiri.


"Bye..." Ujarku melambaikan tangan.


"Lihat nanti ya" Alvaro mengancamku sambil meledek.


Aku masuk kekamar dan membentangkan tangan juga kaki, meluruskan badan yang sudah seharian tertekuk.


"Hem.. enaknya ketemu kasur.. abis ini kemana ya, sudah siang bagusnya ke Buckingham Palace kali yah.. biar puasss... Munpung di negara kerajaan" gumamku sambil merehatkan tubuh sejenak.


Tok.. tok..


"Nanti saja, ketemuan dilobby.. pria dilarang masuk" teriakku karena aku mengira itu Alvaro.


Tok.. tok..


"Hemm.. iseng banget sih.." terpaksa aku beranjak dari kasur.


Ku intip dari lubang pintu tidak ada orang disana.


"Tadi siapa aah.. paling orang iseng" gumamku.


Tok... Tok..


"Who is there?" Tak ada jawaban dari luar sana.


Tok.. tok


"Ih siapa sih resek banget" aku memberanikan membuka pintu.


Betapa terkagetnya aku melihat sosok pria lain dihadapanku.


"Excume.. what are you doing here?" tanyaku kepada pria bule yang baru saja aku temui didepan kamarku


"Are you alone babe.." ujar bule nakal padaku.


"Hey man.. back off.. she's my girlfriend" Alvaro menyelamatkanku berlari kearah kamarku dan berdiri tepat didepan bule tersebut.


Aku yang syok berlari mundur kedalam kamar, setelah Alvaro menghalangi bule nakal itu didepan pintu.


Astaga.. ada apa ini, aku baru tahu hal seperti ini bisa saja terjadi. Untunglah ada Alvaro yang segera menyelamatkanku, entah apa yang akan terjadi jika aku hanya seorang diri.