It Beats For You

It Beats For You
Fight for love



Hari sudah menjelang pagi, Bella duduk didepan Alvaro yang tertidur pulas diatas sofa.


"Wajahnya begitu polos saat dia tertidur seperti ini, bagaimana bisa dia mampu bersabar dan banyak memaafkan mantan kekasihnya hanya untuk membuat dia tetap disisi Alvaro" batin Bella.


Sekitar setengah jam lebih menatap Alvaro yang terlelap, akhirnya Alvaro terbangun dari tidurnya, dengan sedikit belum sadar sepenuhnya Alvaro membangkitkan diri.


"Sudah pagi ya.. berapa lama kamu duduk disana?" tanya Alvaro dengan suara parau.


"Baru beberapa saat.. kalau kamu masih lelah istirahat lagi tidak apa" kata Bella dengan manis.


"Jam berapa ini?"


"Jam 7.05"


"Aku lapar, bagaimana jika kita sarapan.." ajak Alvaro sambil mengelus perutnya yang terasa keroncongan.


"Baiklah, aku juga terasa lapar sekarang"


"Aku mandi dulu yah" Alvaro berlalu kekamar mandi.


Bella sudah siap dari tadi, jadi hanya menunggu Alvaro bersiap diri.


Handphone Bella bergetar diatas nakas samping meja, Bella mengambil handphone dan mengeceknya.


"Randi.. 45 panggilan, astaga apa yang dia inginkan, dia berpikir aku akan memaafkannya?" pikir Bella saat melihat banyak panggilan dan sms yang Randi tinggalkan.


Bella memblokir lagi nomor lain yang Randi miliki, sudah banyak nomor Randi yang Bella Blokir karena sudah terlalu menganggu Bella, belum lagi sms masuk yang begitu banyak yang isinya tentang permohonan maaf dan berniat berubah untuk kedepannya agar aku mau kembali kesisinya lagi. Tentu itu tidak mungkin, karena kini aku memiliki Alvaro yang sekarang menjadi kekasihku.


"Bella, aku sudah ready nih.. ayo" ajak Alvaro samping memberikan tangannya.


"Ayo" Bella menggapai tangan Alvaro dan berjalan turun ke restoran dihotel itu.


Kami tiba direstoran, dan mulai mengambil beberapa makanan yang tersedia dan kami duduk berhadapan sambil menikmati makanan dan pemandangan pagi didekat jendela direstoran.


"Bagaimana tidurmu semalam?" Alvaro memulai dengan obrolan ringan.


"Baik, tak terasa aku langsung terlelap semalam"


"Pasti kamu sangat lelah semalam?"


"Tidak juga, aktifitas ku yang sangat sibuk setiap harinya, membuat aku gampang terlelap jika sudah tidur" ungkap Bella.


"Oh ya" Alvaro tersenyum tipis.


"Apa itu terdengar aneh?" Tanya Bella yang terlihat wajahnya begitu imut.


"Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu, kamu benar kadang aku sama seperti kamu.." senyum Alvaro.


Bella dan Alvaro terlihat makin akrab satu sama lain, kekaguman Bella pada Alvaro membuat Bella makin memiliki perasaan yang berarti pada Alvaro.


🌼


Kami pulang dan Alvaro mengantarkanku ke rumah, baru saja tiba aku sudah melihat sosok Randi didepan pagar rumahku.


Alvaro melihatnya dan tanpa bertanya padaku, dia mengetahui siapa pria yang berdiri didepan pagar dengan wajah yang arogan dan sorotan mata tajam ya terlihat akan memicu suatu pertengkaran.


"Alvaro.." kataku dengan sedikit khawatir.


"Tenang saja, aku bisa hadapi ini" Alvaro menggenggam tangan Bella yang sudah memperlihatkan kekhawatiran.


Alvaro memberhentikan mobilnya tepat didepan pagar disamping Randi berdiri saat ini.


"Kamu tunggu didalam dulu, biar aku selesaikan" Alvaro melepaskan seatbelt lalu keluar dari mobil.


Tiba-tiba dengan tak terduga Randi langsung melayangkan kepalan tangannya kearah Alvaro, seketika Alvaro menahan kepalan tangan yang begitu kuat hendak meninju kearahnya.


Bella terkejut melihat sikap Randi yang begitu kasar terhadap Alvaro.


"Beginikah sikap seorang pria didepan wanita yang sedang kamu perjuangkan, bukan begini bro caranya.." Alvaro menghempaskan tangan Randi.


"Bella milikku, enyahlah sekarang juga" tak menyerah Randi mencoba melayangkan beberapa pukulan kearah Alvaro.


Bella yang tak tega langsung turun dari mobil, hendak melerai keduanya.


Alvaro dengan sigap pandai menghindar dari beberapa pukulan yang sedang dilayangkan Randi lalu mendorongnya hingga terjatuh ketanah.


"Alvaro.." Bella langsung menghampiri Alvaro yang diserang oleh Randi tanpa basa-basi.


"Dengan menunjukkan sikapmu yang seperti ini saja kamu sudah tidak pantas memiliki Bella, apa yang kamu pikirkan.. setelah kamu berselingkuh berkali-kali dan kini kamu mengemis maaf pada Bella?


Caramu yang membuat Bella sudah tidak ingin melihatmu, sepantasnya kamu yang harus pergi sekarang juga dan selamanya" ujar Alvaro dengan lantang.


"Tau apa kamu tentang apa yang terjadi, jelas kami masih saling mencintai.. Bella hanya salah paham, disini aku sedang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi" ungkap Randi masih berusaha menyakinkan Bella.


"Pria seperti kamu sudah banyak kutemui, pembual, playboy, kasar dan pastinya sangat tidak pantas memiliki Bella.


Harusnya kamu sadar saat Bella masih memberi kesempatan untuk kamu merubah diri, tapi sekarang semua terlambat.. semua itu salahmu, perbuatanmu membuat Bella menjauh dan tak sudi melihatmu lagi..


Kini dia sudah menjadi milikku, lebih baik kamu pergi dan lakukan pertualangan cinta sesuka hatimu" ujar Alvaro sambil menutupi Bella yang sudah berdiri dibelakangnya.


"Bella, selama ini kamu hanya menghindar.. kamu tidak memberi aku kesempatan untuk menjelaskan apa yang membuat kamu seperti itu..


Aku sungguh tidak seperti yang kamu pikirkan.." Randi mencoba menghalau Alvaro untuk mendekati Bella dan masih memperjuangkan perasaannya.


Alvaro masih tegap berdiri didepan Bella yang masih tidak ingin bertemu dengan Randi.


"Dia jelas menolak kamu mentah-mentah.. apa kamu masih tidak punya malu, pria yang suka mempermainkan perasaan wanita lalu hanya dengan maaf semua akan bisa kembali seperti yang kamu inginkan?" Sindir Alvaro.


"Dari awal kenapa pria ini sangat cerewet" Randi berusaha melukai Alvaro dengan tangannya lagi.


Terlihat Alvaro sangat mahir menangkis segala pukulan yang diarahkan padanya tanpa membalas satupun, Bella yang sudah panik melihat perkelahian ini hanya bisa teriak untuk melerai mereka yang sedang baku hantam.


Sekali pukulan mendarat dipipi Randi dan kembali tersungkur ke tanah, Alvaro berbuat itu untuk menyadarkan Randi yang sudah terlampau kasar, tak terkendali dan emosi pada Alvaro.


"Kamu gak patut ikut campur urusan kita berdua, memangnya kamu siapa?!!!" Teriak Randi dengan kesal dan menetes darah disudut bibirnya setelah terkena pukulan dari Alvaro.


"Ini terakhir kalinya kamu menganggu Bella, juga pertama dan terakhir aku bertemu denganmu..


Karena aku dan Bella sudah menjalin hubungan kekasih, kamu yang tak pantas untuk bertemu Bella karena dia sudah bukan siapa-siapa kamu!" Ungkap Alvaro dengan lantang.


"Cuihh.." Randi meludah dengan angkuh sambil menatap Alvaro dan Bella dihadapannya, Randi merasakan diremehkan oleh mereka.


"Dengar ini.. Kamu pikir dunia ini hanya Bella wanita yang bisa aku dapatkan? Seribu aku bisa dapatkan yang lebih dari dia.." kesombongan diri Randi untuk merendahkan Bella.


"Bagus, carilah sebanyak mungkin dan jangan pernah memunculkan muka dihadapan kita lagi.. ciih" balas Alvaro dengan sinis.


Randi yang sudah kesal, marah dan malu. Akhirnya kembali kedalam mobil dan meninggalkan rumah Bella yang sudah dia tunggu semalaman.


"Alvaro kamu tidak apa-apa?" Tanya Bella yang khawatir pada Alvaro.


"Aku baik-baik saja, semoga setelah ini dia akan pergi selamanya.. kamu kabari aku jika dia masih mengganggumu ya, untunglah kamu sudah tidak bersamanya lagi" sambil membelai rambut Bella yang tersapu angin.


"Iya, makasih ya sayang" ujar Bella untuk pertama kali memanggil Alvaro dengan sebutan itu.


Alvaro tersenyum dan Bella tersipu malu.


"Kamu mau masuk dulu kedalam?" Tanya Bella.


Alvaro membalikkan badan untuk melihat kendaraan Randi yang mungkin akan kembali dan mengganggu Bella lagi.


"Kenapa?" Tanya Bella heran.


"Tidak aku hanya memastikan dia benar-benar pergi..


Aku ingin singgah, tapi mungkin dilain hari ya. Aku ingin kamu banyak istirahat.. sampai ketemu di rumah sakit besok yah"


"Kamu mau pulang?" Bella menggenggam tangan Alvaro, seakan tak rela Alvaro pulang begitu saja.


"Iya, sudah siang.. aku juga akan beristirahat, aku akan meneleponmu setelah sampai" Alvaro mengusapkan tangannya digenggaman Bella.


"Baiklah.. telepon aku ya" pinta Bella.


"Iya.. kamu masuk dulu kerumah, kunci pintu.. baru aku akan pulang" senyum Alvaro.


"Oke" Bella berjalan masuk kedalam rumahnya, menutup pagar lalu mengunci pintu rumah.


Dari kejauhan Bella masih melihat Alvaro yang berdiri didepan rumahnya sambil melambaikan tangan.


"Miss you" gerakan bibir Bella pada Alvaro.


Baru sebentar saja, Bella sudah merindukan Alvaro.


"Miss you too" balas Alvaro yang mengerti gerak bibir Bella.


Seketika Bella tersipu malu, dia mengira Alvaro tidak mengerti yang Bella ucapkan.


Lalu Alvaro masuk kemobil dan berlalu meninggalkan rumah Bella untuk pulang.


Bersambung... ✨✨✨