It Beats For You

It Beats For You
Messy Day



Aku, Nevan dan beberapa pengunjung sedang menyelamatkan diri dibalik meja bar restoran ini.


Dari serangan brutal yang entah apa maksud untuk menyakiti orang lain.


Aku menahan suaraku dengan tangan mencoba untuk tidak membuat keributan yang merugikan kami semua yang sedang berlindung dan menyelamatkan diri.


Beberapa pengunjung juga bereaksi sama denganku, baik pria dan wanita saling menguatkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Kami dengar suara sirine mobil polisi yang sepertinya sudah didepan restoran ini. Kami sedikit lega akan hal itu.


"Sayang kita berdoa agar selamat dari hal yang buruk" ujar Nevan yang menenangkanku.


Kami mendengar suara teriakan dari sisi restoran, entah apa yang sedang terjadi. Hal ini makin membuat kami bertanya-tanya.


"Ada apa?" Aku bertanya pada Nevan yang mungkin Nevan tidak tahu yang sebenarnya terjadi.


"Aku rasa dia masuk ketempat sebelah restoran ini, entahlah seperti sedang menyandra tempat itu" Nevan menebak dari suara teriakan yang terdengar hingga ketempat kami.


"Astaga.. apa yang harus kita lakukan" aku memeluk bahu Nevan yang berada disampingku.


"Situasi disini masih cukup kondusif, kita cukup bertahan hingga polisi datang" Nevan mengusap rambutku agar aku tetap tenang.


Kami terdiam, beberapa kudengar sedang berbisik, mengenai kejadian saat ini yang menimpa kami dan pengunjung lainnya.


"Semoga ini tidak berkelanjutan" aku berharap dan berdoa.


"Iya.." sahut Nevan.


Tak lama ada beberapa petugas polisi yang datang menghampiri tempat kami, dan menyelamatkan kami semua pengunjung dan karyawan yang terjebak untuk melindungi diri dari serangan brutal dari orang yang tidak dikenal.


Polisi mengarahkan kami untuk berjalan perlahan menjauh dari tempat ini. Nevan tetap menggandengku dan aku mengikuti kemana Nevan melangkah.


Untunglah kami bisa menyelamatkan diri dari kejadian ini, kami ditempatkan ditempat yang aman jauh dari orang yang tidak dikenal itu berada.


Aku memeluk Nevan, kejadian menakutkan ini membuatku sedikit terguncang. Nevan begitu mengkhawatirkan keadaanku saat ini


"Kamu baik-baik saja sayang?" Tanya Nevan.


"Iya, aku baik-baik saja" aku sedikit melamun sambil melihat apa yang sedang terjadi didepan mataku saat ini.


"Untunglah kita masih bisa selamat" ujar Nevan bersyukur.


"Apa ada korban?" selidikku.


"Kita belum tahu, sepertinya ada korban saat pertama serangan itu dimulai, sayang.. ini benar-benar kondisi yang menakutkan, lebih baik kita kembali ke hotel untuk saat ini" ujar Nevan.


"Iya.. lebih baik seperti itu" aku setuju.


Aku melihat sekeliling banyak mobil polisi dan petugas medis yang mengelilingi sekirar Coffe Shop tempat orang brutal itu berada saat ini.


Suasana yang tadinya tenang dan aman menjadi ricuh seketika, oleh orang yang memakai baju serba hitam dan bersenjata api laras panjang, yang kulihat diawal pria itu mengeluarkan dari tas hitam besar yang dibawanya.


Kami sudah berada di taxi dan dalam perjalanan kembali kehotel, tanganku terasa dingin karena panik dan ketakutan yang melandaku. Nevan menggenggam kedua tanganku agar hangat dan kembali seperti semula.


"Ini tak pernah terjadi sebelumnya, musibah ini tak tahu kapan akan terjadi, untunglah saat kamu bersamaku. Aku bisa memastikan kamu aman selama disisiku" Nevan mengusap lenganku tak henti untuk terus menenangkanku.


"Iya.. entahlah apa yang terjadi jika.."


"Sshhuut... Aku akan selalu disisimu, dan melindungi kamu kapanpun" Nevan memotong ucapanku, sepertinya ia tahu apa yang akan aku ucapkan, yang tak ingin kata-kata itu terucap dariku.


"Makasih sayang.." aku memeluknya dan menaruh tanganku dipinggang Nevan, terasa nyaman dan aman bagiku saat ini.


Bersambung... ✨✨✨✨✨