
Menjelang siang aku dan Nevan lunch di salah satu restoran terbaik di Singapura.
Saat itu belum banyak pengunjung yang datang, tempatnya sangat nyaman dan ada live music dengan lagu yang enak didengar.
Salah satu penyanyi disana mengajak pengunjung untuk dapat bernyanyi bersama. Tanpa pikir panjang Nevan langsung berdiri, aku tentu terkejut melihat Nevan yang melepaskan tanganku dan meminta izin untuk menyanyikan lagu disana.
Aku mengangguk, yang terpikirkan olehku adalah Nevan tak pernah kehabisan ide romantis saat memanjakanku.
Nevan mengatakan didepan banyak orang kalau kami adalah pengantin baru yang sedang honeymoon. Sontak para pengunjung dan penyanyi juga band nya memberi tepuk tangan dan terdengar sahutan "congratulation" pada kami.
Wajahku memerah melihat respon baik dari mereka, apalagi Nevan yang selalu menatapku dengan penuh kasih sayang.
"I dedicate this song to my beloved wife, because I love you..
Endless Love by Lionel Richie" ucap Nevan yang memulai menyanyikan lagu romantis itu dengan suaranya yang merdu dan indah.
Apa yang dilakukannya membuat mataku berkaca-kaca. Seindah ini Tuhan mempertemukanku dengan pasangan hidupku, yang tak pernah kusangka dan kuduga sebelumnya dicintai dan mencintai dalam suatu hubungan pernikahan sangat penting bagiku dan aku bersyukur suamiku sangat mencintaiku dan tentu aku sangat mencintainya.
"Endless Love by Lionel Richie"
"My love, there's only you in my life
The only thing that's bright
My first love
You're every breath that I take
You're every step I make
And I, I want to share
All my love with you
No one else will do
And your eyes, your eyes, your eyes
They tell me how much you care
Ooh, yes
You will always be
My endless love
Two hearts
Two hearts that beat as one
Our lives have just begun
Forever (oh)
I'll hold you close in my arms
I can't resist your charms
And love, oh love......"
Suara Nevan saat bernyayi sangat menyentuh hatiku, bagaimana bisa Nevan memiliki semua yang diidam-idamkan banyak wanita.
Setelah selesai menyanyikan satu lagu, dengan senyumannya yang indah Nevan menghampiriku dan mencium kedua pipiku.
Sambil membisikkan kata-kata yang tak pernah dilewatkan.
"I love you"
"Love you sayang.." balasku.
Nevan menggenggam tanganku seakan tak bisa jauh dariku.
š¼
Nevan mengajakku berbelanja, kemanapun kami pergi dia selalu membuatku tertawa dan selalu nyaman disampingnya. Itulah yang selalu dia lakukan padaku.
Nevan tak membatasiku dalam berbelanja, tapi aku bukan tipe wanita yang pandai menghabiskan banyak uang untuk berbelanja apalagi dalam waktu sekejap. Jadi aku hanya membeli apa yang aku ingin gunakan saat ini.
š¼
Nevan mengajakku kembali kehotel sebelum makan malam, karena Nevan ingin mengajakku makan di restoran hotel. Pemandangannya sangat indah jika malam hari dilihat dari ketinggian.
Aku memakai gaun merah maroon dengan sedikit terbuka dibagian punggung, terlihat sangat cantik saat kukenakan.
"Sayang, kenapa kamu bisa secantik ini.. aku beruntung menjadi suamimu.." sambil membantuku mengikat tali gaun dileherku.
Aku berbalik dan menatap Nevan.
"Kecantikanku akan luntur sejalannya usia, apa kamu akan berpikir seperti itu?" seketika mengucapkan itu hatiku menjadi risau.
"Tentu, bagiku sampai kita menua bersama.. kamu akan selalu cantik dimataku.." Nevan membelai rambutku.
"Kamu selalu bisa menggodaku" aku tersenyum lega mendengar jawabannya.
"Aku sedang tidak menggodamu, tapi aku ingin kamu tahu begitulah yang aku rasakan" sahut Nevan yang masih menatapku.
"Aku bisa menangis jika kamu lanjutkan loh sayang.." aku mulai salah tingkah didepannya, apakah ada yang salah karena bersikap seperti ini dihadapan suami sendiri. Entahlah karena aku baru merasakannya sekarang.
"Jangan nangis dong" canda Nevan sambil mencolek pipiku.
"Kamu bikin aku tersanjung hingga terharu" sambil mendengakkan wajahku agar menahan air mata bahagia ini melunturkan make up diwajahku.
"Baiklah, oke.. bagaimana jika kita makan malam sekarang" dan memberikan lengannya padaku lalu melingkarkan tanganku padanya.
Kami berjalan menuju restoran, cukup ramai pengunjung ternyata.
Tapi aku menyukainya, selama ada Nevan disisiku.
Nevan benar, pemandangan dari atas hotel ini sungguh mempesona, suasananya pun begitu romantis.
Kami duduk berdampingan, karena aku tak ingin jauh dari Nevan.
Banyak makanan yang datang dan sudah tersedia di Meja makan. Tak lupa ada dua pemain biola yang menghampiri kami dan memainkan melodi lagu yang sangat indah didengar.
Hari inipun juga sempurna bagiku, tak henti aku selalu bersyukur tentang ini.
Hingga kulihat jauh dari sisi belakang pemain biola itu, kulihat Evelyn wanita yang menyambut kami saat baru tiba dihotel ini. Aku tidak terlalu jelas menatap wajahnya karena terlalu jauh dan dengan pencahayaan yang sedikit.
Tapi sepertinya dia tahu, aku juga menatapnya lalu pergi berlalu begitu saja.
Bersambung.....āØāØāØ