
^^^^^^^^^
.
Tolong jangan salah paham, aku tidak akan merebut dia darimu, dia hanya temanku dan aku tidak akan mengambil hatinya... lagipula aku sudah memiliki kekasih, ucapnya dengan nada yang tidak mau kalah, meski dengan berbohong tapi cara ini yang bisa ia lakukan untuk membuat perempuan aneh ini merasa tidak salah paham dengannya...
Kau jangan mencurangiku, kau sangat pandai berbohong, teriaknya dengan kasar dan melangkahkan kakinya lebih dekat lagi pada perempuan yang masih berusaha untuk sabar.
Suara teriakan itu membuat pegawai lainnya merasa penasaran akan apa yang sedang terjadi, hingga tidak sedikit yang menjadi penonton di sana,
Ada apa ini, ? tanya seseorang dengan mata yang melirik kesetiap orang yang berdiri di sana...
Tu-tuan, ucap salah seorang pegawai dengan menundukka kepalanya,
Lelaki itu mendekati dua perempuan yang menjadi bahan tontonan pagi itu,
Apa yang sedang kau lakukan? Teriaknya pada perempuan yang bearmbut pirang yang terlihat berantakan karena ulahnya sendiri,
Rey, lirih Kinaya dengan sangat terkejut, suara itu mengalihkan perhatian Rey sejenak kearahnya, lalu menatap tajam pada perempuan yang berada lebih dekat dengannya.
Apa yang sedang kau lakukan, harusnya kau sudah berada dalam ruanganmu dan menyelesaikan pekerjaanmu bukan malah membuat keributan seperti ini, tanyanya dengan suara rendah namun penuh penekanan...
Ma, maaf tuan,,, jawabnya terbata-bata dengan pandangan yang fokus pada pijakan kakinya,
Kau tidak memiliki salah denganku, tapi dengan perempuan itu, balas Rey sambil melihat ke arah Kinaya yang masih mematung di depan tangga,
Laurel seketika mengangkat wajahnya dan mengikuti arah mata tersebut, ia melihat Kinaya dengan perasaan tidak suka meski tidak bisa ia tunjukkan pada laki-laki yang ada di hadapannya...
Minta maaf padanya, atau aku akan memberimu hukuman dengan keluar dari gedung ini, ucapnya penuh ancaman, Rey masih menatap pada Kinaya dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.
Laurel tentu sangat keberatan untuk melakukan hal itu, namun demi pekerjaan rela meminta maaf meski masih menyimpan dendam,
Apa istimewanya perempuan ini, bahkan tuan Rey saja membelanya, gumam Laurel dengan kesal
Maafkan aku karena telah menuduhmu, ucapnya dengan lantang namun dengan mata yang menusuk, perkataan maaf itu membuat kepala Kinaya sedikit mengangguk dan hendak pergi meninggalkan kerumunan orang di sana,
Kembali ke ruangan kalian masing-masing, teriakan Rey yang begitu menggelegar membuat kumpulan manusia di sana berhamburan,
Seorang perempuan yang baru saja mendekat merasa sangat kebingunan tentang adanya kerumanan di pagi ini,
Tu-tuan, ucapnya dengan menunduk, apa yang terjadi tuan? Tanyanya dengan ragu
Rey tidak menjawab pertanyaan dari perempuan tersebut, melainkan matanya terus menatap ke arah tangga yang masih membiaskan bayangan Kinaya di sana.
Matanya kembali melihat kearah perempuan tersebut dan menyodorkan sesuatu padanya.
Berikan ini pada Kinaya, ucapnya dan perempuan itu menerimanya dengan otak penuh tanya.
Ia mengangukan pelan kepalanya sebelum lelaki itu pergi meninggalkan dia seorang diri.
Apa yang terjadi, keningnya berkerut sembari bertaya-tanya, kemudian langkahnya mengajaknya untuk menapaki anak tangga satu persatu hingga tubuhnya berada pada ruangan yang setiap harinya ia tempati...
Setelah memasuki ruang besar tersebut,, ia tak langsung membuka pintu ruang kerjanya melainkan melewati satu pintu dari tempatnya,
.
.
.
Selamat pagi, ucapnya dengan suara khas yang begitu girang.
Calon nona ku, ini tas anda. Lanjutnya sambil meletakkan tas tersebut di atas meja kerja Kinaya
Egh tunggu, ucapnya lagi saat ia hendak beranjak, ia membalikkan sebagian tubuhnya untuk melihat ke arah sumber suara itu,
Ada apa lagi Marissa, jangan menambah bebanku pagi ini, balasnya melemah
Apa yang terjadi Kinaya, aku lihat di lantai dasar sangat di penuhi orang-orang dan tuan Rey juga berada di sana, trus tas kamu kenapa bisa ada padanya? Tanyanya beruntun namun ia tak mendapati satupun jawaban dari pertanyaannya,
Kinaya memijat kepalanya dengan pelan, aku sungguh tidak mengerti dengan orang orang di kantor ini, semuanya terlihat aneh dan aku juga sebenarnya tidak mengetahui apa masalah utamanya. Jawabnya kemudian,
Apa maksudmu,
Laurel, yah aku ingat perempuan itu namanya Laurel menuduhku sesuatu yang tidak aku pahami,
apa yang kau maksud Kinaya, apa yang perempuan bar bar itu tuduhkan padamu,
Dia menuduhku menganggu hubungannya dengan Rendy, jawabnya kesal
Jangan meladeni perempuan seperti dia, semua pegawai wanita yang dekat dengan pegawai pria semuanya telah di ajak bertengkar, lanjutnya dengan tawa yang semakin riuh membuat Kinaya terheran heran...
Dia menuduhmu merebut Rendy kan, padahal mereka tidak memilik hubungan apapun, hanya wanita gila itu yang selalu merasa di rebut karena dia tidak bisa sedekat dengan pria tampan seperti Rendy.
Kalau bertemu dengannya abaikan saja, jangan mendengarkan apapun cemohannya, aku pikir kau sangat mengerti maksudku calon nonaku,
Penjelasan Marisa membuat Kinaya menggelengkan kepala dengan begitu kosong, pikirannya kembali kepada Rey, entah sejak kapan laki-laki itu selalu saja hadir dalam pikirannya...
Oh yah, satu lagi, tas ini kenapa bisa--- tanyanya menggantung karena Kinaya seketika menukas pembicaraannya
Stop Marissa, teriaknya
Waw, apa aku ketinggalan informasi? Teriaknya lagi
Hentikan Marissa kalau kau tidak ingin melihatku marah,
Apa seorang Kinaya bisa marah,? Tanyanya meledek karena wajah Kinaya memang sangatlah sulit untuk di terka ketika dia sedang marah, wajah sabar yang ia miliki selalu membuat orang terpikat akan aurahnya.
Itu bisa terjadi jauh lebih daripada yang kau bayangkan,
Aurahmu begitu sabar, aku tidak percaya akan marahmu, cepat katakan kenapa tas mu bisa ada padanya,
Aku melupakannya di dalam mobilnya, jawabnya dengan wajah yang terbuang,
Apa? Kau datang bersamanya? Teriaknya lagi
Kau tidak perlu berteriak seperti itu, aku tidak tuli Marissa,
Maaf, aku hanya sedikit terkejut, saat mengetahui pria tampan sedang memperebutkanmu, tapi aku tidak yakin tuan Rey akan kalah dengan Rendy,
Berhenti Marissa cepat keluarlah!, waktu kerjaku sudah tertunda karenamu...
Hmm, baiklah, kalau tuan juga mendekatimu, berarti aku tidak salah memanggilmu calon nonaku, ucapnya kembali tertawa, ternyata instingku benar, lanjutnya tersenyum sebelum tubuhnya benar-benar keluar dari sana...
*****
Kinaya di buat tidak fokus dalam menginput data, beberapa kesalahan yang muncul berkali kali di layar komputer menandakan adanya ketidaksesuaian data. Dan ini membuat pekerjaannya semakin terhambat.
.
.
Ya Tuhan, apa yang akan terjadi selama sebulan di sana bersama dengan orang yang sangat menyebalkan itu.... gumamnya tanpa sadar kalau seseorang yang baru saja masuk ke ruangannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
^
Selamat membaca 😙
Jangan lupa tinggalkan like dan berikan votenya 🙏💞