My Chosen Wife

My Chosen Wife
PRIA MASA LALU.



INTRO : JANGAN LUPA TEKAN LIKE YA.


****


 


"Astaga... Si somplak." gumam Rava.


 


Sedangkan si Renata sudah menempel di belakang tubuh Rava dengan setengah duduk. Lalu Ia mengubah pandangannya ke Renata yang sudah ketakutan melihat adik kelas Rava itu.


 


 


"Sudah... Berdirilah sayang. Enggak mungkin kita gak ngelewati dia." ucap Rava.


 


 


"Aggghhh... Aku benaran takut. Gimana ini?" Renata merengek sendiri.


 


 


"Tuan ini belanjaan anda dan struk pembayarannya. Saya doakan acara pernikahan anda dan Nona tadi berjalan dengan lancar, langgeng hingga menua bersama. Terima kasih sudah memakai jasa saya, sangat terhormat, bisa di percayakan oleh keluarga Atmadja." kata nyonya Athena dengan bangga.


 


 


"Saya yang Terima kasih Nyonya." balas Rava dengan singkat dan ramah.


 


 


 


"Kak Rava." kata Pria di ujung sana.


 


"Mamposlah..." gumam Rava pelan.


 


Pria dia ujung sana mendekat ke arah Rava yang sudah membalas dengan lambaian tangannya. Sedangkan Renata semakin menempel menutupi wajahnya dengan tubuh Rava. Rava sendiri sengaja menggeser tubuhnya dan menarik Renata.


 


"Kak Rava... Benarkan Kak Rava?" tanya si Alex.


 


"Iya... Benar. Lo enggak salah lihat, ternyata ingatan Lo bagus juga ya."ucap Rava masih menutupi Renata di belakangnya.


 


 


Langsung saja si Alex memeluk tubuh Rava dengan eratnya. Membuat si Rava kewalahan bernafas, Renata yang di belakang bertatap langsung dengan mata si Alex.


 


 


"Renata." ucap Alex dengan mata melotot seraya melepas pelukannya dari Rava.


 


Renata menutup matanya dan menutupi wajahnya, "Astaga... Berabeh ini urusannya."


 


 


 


Dengan cepat si Alex ingin berpindah ke Renata tetapi di halangin Rava. Rava menarik Renata untuk berdiri di sampingnya, lalu merangkul pinggang Renata, sedangkan Renata menatap Alex dengan takut, si Alex sendiri melihat tangan Rava yang merangkul pinggang Renata.


 


 


"Benar ini Renata, calon Istriku." kata Rava dengan bangganya.


 


"Serius Kak Rava???" tanya Alex.


 


"Enggak... Bohongan. Seriuslah... Lo lihat kita di sini mengambil pesanan cincin pernikahan. Jadi, lain kali kalau berjumpa dengan Renata, biasa aja responnya. Jangan seperti sebelum-sebelumnya, main peluk-peluk enggak malu di depan umum!" ketus Rava.


 


 


Renata dan Alex menoleh ke Rava , merasa kaget.


 


"Loh... Kak Rava tahu kalau kemarin-kemarin Alex jumpa dengan Renata di sekolah, terus di Mall juga?" tanya Alex. Renata sendiri menunggu jawaban Rava.


"Ya tahulah... Lo pikir kalau gua enggak di Jakarta, mata gua banyak di mana-mana, memantau Renata. Gua takut ya Alexa, Karena lo pernah di tolak di depan umum sama Renata, Lo jadi bar-bar, eh ternyata enggak, malahan main peluk aja di manapun Lo jumpa sama calon bini gua!."


 


 


"Astaga Kak... Namaku Alex loh kok jadi Alexa sih? Ialah... maaf.. karena saya cuma rindu aja dengan Renata, jadinya refleks sih meluk Renata." balas Alex malu.


 


"Bukankah Lo bilang dulu nama Lo kalau pagi sampai siang Alex, malamnya Alexa ya? " ledek si Rava.


 


"Manaaa ada kak! Jangan sembarangan dah, entar calon saya dengar loh." ucap si Alex.


 


 


Rava dan Renata di buat terperanjak dengan ucapan Alex barusan.


 


"Calon? Mana Calon loh?" tanya Rava.


 


 


"Penasaran ya?" jawab si Alex.


 


"Kagak! sudalah.... dari pada menghadapi mantan calon istri gua, ada baiknya gua menghindar, sebelum gua gila."ucap Rava.


 


"Bukan mantan!" ketus Renata.


 


Alex menatap ke Renata dengan rasa kerinduannya. Mendengarkan suara Renata yang lembut pikirannya mengingat masa-masa, di mana Ia sangat dekat dengan Renata.


 


 


 


 


"Astaga... Ketahuan deh. Hahaha... Maaf kak Rava, enggak sangka juga akhirnya Kak Rava menerima cintanya Renata. Karena Renata dulu suka curhat ke Alex, Kak. Kat—."


 


"Cukuppppp Alex!!! jangan di teruskan...! Ayo sayang kita pulang." ajak Renata menarik lengan Rava.


 


 


Rava menahan tarikan Renata, lalu ia menarik lembut tangan Renata dan menggenggamnya, "Sabar sayang... Aku tidak perduli seberapa dekat kalian dulu, sampai Kau curhat dengan Pria ini, Aku tahu Kau tetap mencintaiku dari dulu. Jadi tidak ada yang perlu kau takutkan. Dan Kau Alexa... eh Alex, datanglah ke pernikahan kami satu minggu dari sekarang, di Cafe garden , kau pasti tahulah. Datang dengan membawa pasanganmu." kata Rava dengan tegas.


 


 


"Baiklah Kak... Akan Alex ingat. Terima kasih buat undangannya." ucap Alex.


 


 


"Okey... Kalau begitu kami permisi." ucap Rava ke Alex.


 


 


"Yuk sayang." kata Rava menatap ke Renata.


 


 


Dengan cepat si Renata berjalan dengan genggaman tangan Rava yang mengerat di tangannya. Alex sendiri, tersenyum melihat keduanya yang sangat mesra pikirnya, lalu ia melanjutkan tujuannya ke toko perhiasaan itu.


 


 


 


Rava yang melihat wajah Renata ketakutan itu memberikan semangat untuknya.


 


"Jangan takut lagi, kan sudah enggak ada orangnya." ucap Rava dengan mengayunkan tangannya dengan Renata sambilan berjalan.


 


"Agh... Aku takut sayang, karena waktu itu dia sempat mau cium-cium Aku. Bisa gila kalau jumpa dengan dia waktu itu. Terusss kalau kamu bilang , mata-mata kamu mengikuti Aku, kenapa enggak kamu suru bantui Aku?" tanya Renata dengan wajah kesalnya.


 


 


"Kalau Aku suru membantumu, Ya bukan mata-mata itu namanya. Kau harus tahu, selama Aku tidak di dekatmu, orang-orangku berada di dekatmu. Walaupun aku mengabaikan dirimu, mengabaikan cintamu, tetapi perhatianku dari dulu masih tetap sama. Aku tidak bisa mengabaikan dirimu yang ceroboh. Aku takut Kau melakukan kesalahan, tetapi aku salah, setelah kepergianku, Kau berubah sangat dewasa dan sangat menawan. Tapi aku masih tidak bisa menerima cinta dari dirimu." ujar Rava panjang lebar.


 


 


Renata yang mendengarnya tersenyum, "Aku malahan tidak tahu, Kau suka memperhatikan Aku. Syukurlah karena kecelakaan waktu itu, membuatmu sadar, sebenarnya Kau dari dulu mencintaiku, tapi mungkin saja kau tidak yakin." jawab Renata.


 


 


"Benar.... Aku malahan pacaran sama wanita lain yang kan?" ledek Rava.


 


Renata menatap geram dan memukul lengan Rava, "Kau sungguh kejam padaku."


 


 


"Lihatlah jalanmu sayang." kata Rava dengan tertawa.


 


 


Renata semakin tersenyum malu di buatnya. Rava itu sangat unik bagi Renata. Bercerita sedikit tentang Alex.


 


Alex adalah sahabat Renata semasa bersekolah di satu sekolah dengan Rava dan yang lainnya. Renata yang pada awalnya sulit membaur dengan teman satu kelasnya, membuatnya kesulitan untuk memiliki seorang teman. Jadilah si Alex yang memberanikan diri untuk mendekati Renata hingga mereka akrab. Ke kantin bareng, ke kelas Rava bareng, ke kelas Harsen, Vara juga barengan dengan Alex. Di mana Alex merasa sedih, karena Rava sering mengabaikan Renata di manapun bertemu dengan Renata, pasti Rava memasang wajah sombong dan purak-purak tidak mengenali Renata. Berbedah saat di luar Sekolah, walaupun tidak banyak berbicara dengan Renata, Rava tetap akan mengajaknya pulang bersama.


 


 


 


Karena sering mendengar curhatan Renata tentang cinta dan penolakan dari Rava, dengan beraninya Ale, mengunggakpkan cintanya di tengah lapangan Sekolah mereka, saat di jam Istirahat, jadilah semua siswa dan sisiw Sekolah mereka tahu soal pengungkapan cinta dari sahabat Renata sendiri. Betapa malunya si Renata, karena enggak menyangkah, Alex bisa senekat itu di depan umum. Rava yang kelasnya berada di lantai dua, melihat momen romantis itu. Dengan memandang dari atas wajah Renata yang berubah pucat, yang masih terpaku dan berdiam karena kaget.


 


 


Hingga berulang kali, Alex meminta jawaban Renata, tidak juga ada jawaban. Tatapan dan pandangan Rava hanya menatap ke Renata, seakan juga menunggu jawaban dari Renata. Bukannya menjawab, Renata malah berlari ke arah toilet. Rava yang melihat Renata berlari pun ikut berlari turun dari lantai dua menuju toilet. Banyak para siswi yang mengagumi ketampanan Rava di sekolah, hanya saja banyak yang takut, karena Rava di sekolah termasuk anak yang sombong. Alasannya, karena Rava tidak mau pusing dan di sibukkan dengan para siswi yang mencuri-curi pandang, atau menyukainya, atau juga berharap untuk memiliki Rava.


 


 


 


Sampai Vara dan juga Harsen di buat pusing oleh Rava. Seluruh fans nya mendekati keduanya, agar bisa tahu soal Rava. Syukurnya Vara sendiri suka ketus, berbedah dengan Harsen yang santai dan lemas. Cara menghindar yang baik untuk Harsen adalah dengan cara diam dan purak-purak tidak mendengar.


 


Rava sendiri menunggu Renata keluar dari toilet. Mana siswi yang keluar dari toilet melihat adanya Rava di buat tersipu malu menatap pandangan mata Rava yang memperhatikan satu persatu yang keluar dari toilet. Tak lama Renata keluar dari toilet dengan lemas , mendapati Rava yang menunggunya dengan keren, langsung saja Renata membuang pandangannya dan berjalan ke arah lain karena malu melihat Rava yang pasti tahu soal tadi. Rava sengaja ingin melihat keadaan Renata dari dekat, hanya mengikuti Renata yang berjalan menghindar dari Rava.


 


 


***


"Sudah... Jangan di pikirkan lagi. Saat Kau jadi Istriku, Aku tidak akan membiarkanmu sendiri " kata Rava menenangkan hati Renata, saat mereka sudah berada di mobil.


 


"Hah... Aku hanya takut saja dengan dia." balas Renata masih menatap jalanan.


 


"Sudah.. Tidak usah di pikirkan. Membuat mood mu berkurang, apa kau makan Ice cream?" tanya Rava menarik semangat Renata kembali.


 


 


Renata menoleh ke Rava dengan mata berbinar, "Boleh." jawabnya semangat.


 


 


 


Bersambung.


.....


Hayo ini ranking nya kembali dari awal...Jangan lupa bantu Vote, dan Jangan Lupa juga LIKE 🥰😍 Terima kasih pembaca Mommy, kasih saran dong enaknya mau di lanjut kek mana, jangan bilang langsung ke part nikah ya 🤣