My Chosen Wife

My Chosen Wife
Wedding Day.



Dua hari kemudian, Pernikahan Rava dan Renata.


Seluruh keluarga di kedua belah pihak sudah mengosongkan rumah  mereka masing-masing, dengan perasaan yang bahagia, deg-deg an, bahkan ada yang merasakan sibuk sendiri, keter, Karena kegugupan di masing-masing pihak keluarga yang untuk pertama kalinya mengadakan pesta bagi mereka. Ya… anak pasangan Raka dan Eva , dan Casandra beserta Varel yang membuka jalannya pernikahan di antara sahabat itu.


Pagi yang bersinar terang, dengan langit biru dan awan putih, mungkin juga merestui Rava dan Renata bersatu. Membuat udara segar yang menyentuh setiap kulit para keluarga yang sudah tiba di lokasi pernikahan yang berkonsep taman kecil. Konsep taman kecil dengan pepohonan hijau dan bunga-bunga yang bermekaran indah menghiasi area lokasi café kecil beserta kamar yang di padukan dengan hijaunya dedaunan yang tumbuh menjalar di setiap dinding kamar. Di sanalah, kedua keluarga di berikan tempat untuk mempersiapkan diri. Beberapa tamu sudah tampak memenuhi lokasi acara pesta di gelar.


Sampai detik itu saja, Rava dan Renata masih di umpetkan. Belom boleh untuk di pertemukan, itulah kemauan Varel untuk Rava dan Renata. Suasana di ruangan Rava, ada, Vara, Raka , Eva yang membantu Rava mempersiapkan dirinya. Sedangkan Harsen, Defam, Jimmy dan juga Frans, kali ini mereka akur, demi kelancaran pernikahan Rava dan Renata. Enggak juga sih, mereka akur karena Raka memberikan arahan dan tekanan pada mereka, karena kerabat dekat Raka akan berdatangan memenuhi undangan. Sedangkan James, dengan memakai stelan jas hitam , kaca mata hitam, dia berubah menjadi team keamanan , lebih tepatnya seperti body guard di acara itu. Seluruhnya memiliki peran masing-masing di acara pernikahan Rava dan Renata.


***


Suasana di ruangan kamar Rava.


“Pa.. Apa Rava sudah rapi? apa masih ada yang kurang?” tanya Rava pada Raka.


Vara dan Eva yang mendengar pertanyaan Rava tersenyum.


“Kakak mu sangat gugup sayang,” bisik Eva ke Vara.


Vara tersenyum, “Iya Ma, sangat berbeda dari kakak yang sebelumnya.” bisik Vara dengan geli sendiri.


Raka berdiri mendekati Rava yang masih menatap dirinya di depan kaca, Ia menyentuh pundak sang putra.


“Sudah Nak, semuanya sudah pas, Tidak ada yang kurang. Ayolah… jangan gugup seperti ini.” kata Raka mencoba membujuk.


“Iya sayang.. Dulu Papa mu enggak begitu loh., malahan dia santai, Cuma mama mu yang gugup.” sambung Eva.


“Benarkah Ma? Wah..


.. sungguh hebat. Papa tahu, jantung Rava rasanya seperti mau copo Pa, Gimana kalau Rava pingsan waktu sudah di lokasi Pa?” tanya Rava.


“Kau jangan bercannda sayang… Jangan buat malu Papamu nak. Kau itu seorang Presdir yang biasa menghadapi seluruh klien atau pun para petinggi perusahaan, masa iya bisa pingsanm bukankah itu sangat keterlaluan Ma? “tanya Raka pada Eva.


Vara tertawa dan Eva juga sama-sama tertawa dengan jawaban Raka.


“Kakak aneh, kenapa sih mesti gugup dan pingsan, yang ada itu kak Renatanya yang gugup, kenapa jadi kakak?” tanya Vara.


“Benar yang di katakan Vara, kamu ini bikin perut Mama sakit aja. Awas kalau kamu benaran pingsan, Mama tiduran di lantai biar sama-sama pingsan.” ancam Eva.


“Mama ih… Anaknya gugup juga , malahan di ancam.” kata Rava dengan sedih.


“Sudahlah Nak, kalau begitu, Papa dan Mama mau menyapa tamu, Kamu di sini sampai ada aba-aba untuk keluar. Ayo Vara…” ajak Raka.


“Papa.. Vara di sini saja, menemani kakak.” jawab Vara dengan senang.


“Baiklah sayang.. Kau sangat cantik seperti mama mu,” kata Raka dengan mencubit pipi Vara dan merangkul pinggang Eva hendak meninggalkan ruangan untuk pengantin.


“Dih Papa… Make up Vara bisa hancur loh,” kata nya protes


.


Raka hanya tertawa dan tetap berjalan bersama Eva ke arah luar. Sedangkan Rava mendekati Vara yang duduk di pinggiran ranjang.


“Vara… Gimana Kakak sayang?” tanya Rava dengan bersemangat.


“Duh Kakak ku tersayang, Kamu ini sudah sangat tampan. Jadi.. tolong kegugupan kakak jangan menghancurkan penampilan kakak yang sudah sebaik ini. Kakak mau? Entar acaranya hancur. Kan yang hadir juga cuma 50 an orang, cuma keluarga inti, enggak ada yang lain, kakak anggap saja, kakak sedang berdiri di atas mimbar sedang berlomba membacakan puisi.” celetuk Vara.


Rava terdiam sejenak,” Benar juga yang Vara katakan. Kau memang adikku yang palinggggg… pintar dan mengerti kakanya,” kata Rava lalu mencium pipi Vara dengan gemas.


“Kakak! sama aja sama Papa, Entar kalau make up Vara luntur, mau nanggungnya?” Vara melotot.


“Duh gampang… Kakak yang make up in kamu, enggak usah takut,” jawab Rava kembali beranjak dan menuju kaca, memperhatikan kembali penampilannya.


“Dih… jadi Riva dong namanya,”ledek Vara dengan ngakak.


***


Suasana di ruangan kamar Renata.


Renata yang sudah mengenakan gaun pengantin berwarna putih, sedang duduk di depan kaca meja riasanya. Casandra mendekati sang putri, membelai lembut pundaknya. Tampak senyum Renata dari pantulan kaca di berikanya pada Casandra.


“Kau sangat cantik sayang,” ucap Casandra dengan lembut dan terharu.


“Terima kasih Mami, Tapi Renata sangatlah gugup Mi,” balas Renata.


Casandra mendudukkan dirinya di samping Renata, saling berhadapan, Ia menyentuh tangan Renata dengan lembut,  “Sayang… Jangan gugup, hari ini adalah hari spesialmu, hari yang akan mengubah hidupmu, di mana kehidupan barumu akan di mulai. Mami bangga sama Renata sayang, akhirnya ada Pria yang sangat bisa Renata andalkan di kehidupan Renata. Mami hanya bisa berdoa buat kebahagiaan Renata kedepannya, semoga Renata menjadi Istri yang terbaik buat suami kamu Nak." ucap Casandra dengan air mata yang melewati kedua pelupuk matanya.


"Mami... Kok nangis sih? Jangan menangis Mi. Renata akan menjadi terbaik sesuai harapan Mami." kata Renata memeluk tubuh Casandra. Semakin harulah si Casandra di dalam pelukan Renata.


"Mami terharu Pi." jawab Casandra.


"Sayang... Anak kita tinggalnya kan enggak jauh dari kita. Kenapa kamu jadi cengeng begini sih? Ya sudah ayo.... ke tempat acara." ajak Varel.


***


Di tempat di adakannya janji suci, seluruhnya sudah bersiap menjadi saksi terucapnya janji suci antara Rava dan Renata di depan keluarga besarnya, yang di katakan Netizen kebanyakan pemeran(maaf tiba-tiba mood saya turun). Selesai mengucapkan janji suci pernikahan mereka dan tukar cincin, acara inti di mulai dengan membawa pengantin ke lokasi di mana para tamu sudah menanti kedatangan keduanya.


Di sana sudah tampak Eva, Vara, Casandra, Rere dan Anna yang mengenakan gaun putih panjang dengan memegang buket bunga berdiri di belakang Renata bersiap untuk mengantarkan Renata masuk ke lokasi acara pesta.


Di sisi lain, dengan menggunakan stelan jas berwarna hitam dan kaca mata hitam, Rava di dampingi oleh Raka, Varel, Harsen, Defan, Leo dan James menunggu kedatangan Renata.


Alunan musik intrumental dari lagu Beautiful in White, mengiringi perjalanan para wanita itu masuk ke dalam lokasi pesta, iringan tepuk tangan dari keluarga, sahabat mereka juga terdengar meramaikan acara.


Rava di sana melihat Renata dengan kebanggaan tersendiri, akhirnya Renata sah menjadi Istrinya. Para wanita kesayangan yang berjalan anggun itu, akhirnya tiba di depan para pria nya. Saat Renata dan Rava ingin berdekatan, Jimmy malahan berjalan duluan, jadilah Leo menarik tangan Jimmy.


"Jim... Bukan kamu loh yang nikah." bisik Leo.


"Maaf Pak... Kelupaan." balas Jimmy.


Rava dan Renata saling bertatap mesra. Pria lainnya menjemput wanitanya masing-masing. Sedangkan Defan dan James yang tidak memiliki pasangan , akhirnya memilih untuk saling bergandengan tangan mengikuti yang lainnya turun berjalan ke arah meja mereka.


Suara dari pembawa acara pernikahan pun terdengar. Acara demi acara mereka lewati bersama, ada Jimmy yang meminta menyumbangkan suaranya sambilan berjoget. Acara sebelum penutup, seluruhnya di suru berdansa termasuk Rava dan Renata.


Dengan alunan musik yang lembut, pesta itu di akhiri dengan berdansa. Rava yang sangat bahagia itu tidak lepas pandangannya dari kedua matanya, sesekali Ia memberikan ciuman pada Renata.


"Selamat datang di kehidupan baru kamu Mrs. Rava Atmadja." bisik Rava pada Renata.


"Terima kasih, Suamiku." balas Renata tidak kalah semangatnya.


Keduanya tersenyum dengan bahagianya, apa lagi melihat ke arah keluarga lainnya yang ikut berdansa. Berbedah dengan Jimmy , bukannya dansa malahan joget enggak jelas.


"Pamanmu memang aneh sayang." bisik Rava dengan manjanya.


"Langkah... Lain dari pada yang lain." balas Renata.


"Bagaimana ini? Apakah Kau sudah siap untuk malam pertama nanti?"


"Tidak... Aku tidak siap." ucap Renata takut.


"Kenapa? Apa aku harus tidur di luar kamar?" bisik Rava lagi.


"Jangan... dong. Baru juga ada teman tidur di kamar."


"Kalau begitu, kau tidak boleh menolak malam pertama kita." bisik Rava genit.


"Apa kau sudah meminum vitamin penyubur yang aku berikan?"


"Sudah... Aku sudah mengabiskannya demi kamu." balas Rava.


"Baguslah... Siapa tahu saja Kau ingin cepat menimang anak." balas Renata.


"Aku tidak akan memaksamu sayang. Kapanpun di berikan oleh sang pencipta, Aku akan merimanya." jawab Rava.


"Kau memang sangat pengertian." balae Renata.


"Aku sangat mencintaimu."


Renata tersenyum mendengarnya , "Aku juga."


Akhirnya keduanya pun berbahagia atas pencapaian yang baru mereka rasakan. Bingkai Rumah tangga sudah mulai mereka jalani sejak hari ini.


TAMAT.


....


Maaf ga sesuai di harapkan, mood saya tiba-tiba turun harusnya sih masih panjang dan enggak begini cerita nikahannya. Saya jadi malas, kalau entar komentar lagi kebanyakan pemeran, jadi maaf kalau gak sesuai kemauan kalian.🙏


Tapi Bohong 🤣... Jangan lupa bantu VOTE ya 🥰


Buat Visualny kalian bisa cek Google/Pinterest dengan judul film mereka Hua Jai Sila ya.