My Chosen Wife

My Chosen Wife
Jadi Perhatian



^


^


^


^


^


~


Rey memarkirkan mobil pribadi miliknya setelah pulang dari mengantar Kinaya, ia melangkah mendekati pintu utama pada rumah mewah milik keluarga besarnya, pintu tersebut seketika terbuka bersamaan tubuh Rey melangkah, saat tubuhnya telah melewati gerbang utama pintu tersebut kembali tertutup secara otomatis.


Kedua kakinya terus melangkah ke arah tangga menuju lantai atas,


"Rey!" panggil seseorang yang berjalan mendekat kepadanya,


"kau baru pulang nak," tanya nya setelah berada di jangkauan tubuh itu dan menyentuh lembut bahu kekar milik putra sulungnya,


"Mmm, bunda, iya aku baru saja pulang, aku ada pekerjaan yang harus segera di selesaikan,' sautnya dengan membalikkan tubuhnya menghadap pada perempuan yang telah melahirkanya...


"Ada apa bunda?" Tanya nya kembali saat melihat wanita parubaya ini terlihat menatapnya dengan seksama,


"Aku perhatikan kau terlihat sangat sibuk akhir-akhir ini," ucapnya


"Memang dari dulu seperti itu bunda," jawabnya merasa ambigu akan pertanyaan ibunya


"Tapi ini sangat berbeda, kau akan selalu berada di rumah sebelum matahari terbenang, "


"Sejak kapan bundaku menjadi posesif seperti ini, em" tanya nya dengan kerutan dahi ke atas sembari dengan sentuhan pada bahu yang ada di jangkauannya,


"Kalau kau terlalu sibuk, kau bisa menyerahkan sebagian pekerjaanmu pada Raka,"


"Akan ada saatnya aku memberinya pekerjaan, sekarang aku masih bisa mengerjakan semuanya,"


"Mmm,, aku ke kamar dulu bund," pamitnya tanpa menghiraukan lagi apa yang akan di katakan Mira pada anaknya...


_________________


Makan malam sudah di hidangkan oleh pelayan yang bertugas di bagian dapur,


"Bu’ makan malam sudah siap," ucap pelayan pada Mira yang baru saja memasuki ruang meja makan,


"Tolong panggilkan Rey dan Raka untuk makan bersama bi’" balas Mira sembari berjalan ke arah kursi meja tersebut.


Mira dan juga suaminya telah berada di meja makan, sementara Raka menyusul, Raka berpapasan dengan Bi Susi yang hendak menyautinya di kamar hingga Susi hanya perlu menemui Rey saja.


^


"Apa kakak belum juga pulang bunda?" tanya Raka yang belum melihat kepulangan Rey


"Kakak di kamar sayang, ia baru saja tiba." Saut Mira


Di meja yang amat terlihat besar nan mewah hanya di huni oleh ketiganya saja, sangat jarang Rey menghabiskan makan malam bersama keluarganya karena kesibukannya.


yah, saat bi Susi menemui Rey di kamarnya, ia hanya mengiyakan ajakan tersebut, namun ia tidak memperlihatkan dirinya bergabung di meja makan, dan itu memang sudah menjadi budaya Rey.


^^^


Setelah Raka dan ayahnya tidak di meja makan lagi, seperti biasa Mira membuatkan Jus kesukaan Rey dan langsung membawa ke kamarnya.


"Rey, kamu mau ke mana nak, kamu kan baru saja datang." Tanya Mira yang melihat Rey sedang bersiap,


"Ada urusan sebentar bund soal pekerjaan." ucap Rey


Rey meminum Jus yang di bawa Mira untuknya kemudian berlalu pergi.


Mira menggeleng kepalanya dengan pelan melihat Rey yang begitu cuek dengan kebersamaannya di rumah tersebut, Mira yang merasakan hal itu membuatnya harus mengambil alih pekerjaan Susi untuk selalu menyuguhkan Jus kesukaannya untuk bisa tetap memberi perhatian pada putra sulungnya...


^


Ding. dong....ding. dong... (bell rumah Kinaya berbunyi).


"Siapa yang bertamu malam begini," umpatnya,


Iapun berjalan menuju pintu depan, Suara bel kembali berbunyi,


"iyya sabar..." sautnya dari dalam namun tak membuat bel tersebut berhenti berbunyi..


Ia menarik gagang pintu dan membuka secara perlahan melihat siapa yang sedang berada di luar rumah tersebut...


"Ada apa kemari, ini sudah hampir tengah malam." Tanyanya setelah mengetahui orang tersebut,


"Apa kau sudah makan?" balas Rey tanpa menghiraukan pertanyaan perempuan yang begitu menyelidik


"Ambil ini," Rey menyodorkan sebuah kantongan yang berisi kotak yang sengaja ia beli untuk Kinaya...


"Kau kemari hanya ingin membawa ini," tanyanya


"Iya," balas Rey


"Astaga, kenapa kau sangat repot,"


"Jangan banyak bicara, cepat masuk dan pastikan semua pintumu terkunci sebelum kau beristirahat..." lanjutnya.


"Hmm,, Terima kasih," balas Kinaya tersenyum lalu ia membalikkan tubuhnya untuk menutup pintu tersebut,


Setelah Rey memastikan Kinaya sudah masuk dan mengunci seluruh bagian pintu rumahnya, Ia merogoh sebuah benda pipih miliknya, satu demi satu huruf yang di sentuh lalu segera mengirimkan pesan tersebut pada seseorang....


"Selamat makan, dan jangan lupa beristirahat" _Rey


Ting, suara pesan masuk seketika mengalihkan perhatiannya,


"Ada apa lagi dia mengirim pesan," tanyanya.


"Ok," balasnya singkat setelah membaca pesan dari Rey.


Ting, Rey seketika mengusap layar hpnya saat nama Kinaya tertera di sana, meski dua huruf yang terbilang sangat singkat itu namun tak mempermasalhkannya, ia tetap mengukir sebuah senyuman yang begitu sangat menarik di pandang mata...


Kau benar-benar membuat hatiku selalu berdebar, ucapnya setelah melihat balasan tersebut...


Benda yang sedari tadi ia tatapi segera di alihkan dan tangannya kembali meraih stir mobilnya dan melaju meninggalkan halaman rumah tersebut.


^


^


"Kenapa dia berubah jadi sangat perhatian," gumam Kinaya sambil melihat ke arah handphonenya yang baru saja ia letakan, cahayanya masih memperlihatkan nama Rey di sana.


"Aku benar-benar tidak bisa menebaknya," imbuhnya dengan tersenyum...


"Astaga, aku ini kenapa jadi memikirkannya, bukan kah aku sangat membencinya, iya aku akan semakin membencinya jika selalu membuatku kesal," ucapnya terus berbicara, tapi untuk malam ini aku memaafkannya, dia telah membantuku mendiamkan cacing di dalam perut ini, lanjutnya..


"Apa dia telah mencampurkan sesuatu dalam makanan ini, tapi aromanya sangat menggoda, aku pikir dia tidak sejahat itu, tapi kalau itu benar aku akan mati dan tidak akan melihatnya lagi, sudahlah mengapa aku sangat bodoh, astaga padahal dia sudah bersusah payah malam begini membawakanku makanan, tapi aku tetap saja berfikir buruk tentangnya, aku sudah memaafkannya untuk malam ini, lebih baik aku makan saja, racaunya dengan begitu panjang,


Ia mencoba memakan sajian tersebut dengan lahap sampai ia bersendawa keras membuatnya merasa jorok akan ulahnya sendiri...


"Makanan ini sangat enak sekali",,, ucapnya dengan tenang..


Terima kasih makanannya, Kinaya hendak mengirim pesan tersebut namun karena rasa malunya yang cukup besar, ia menghapus kembali pesan tersebut lalu meletakkan kembali handphonenya,


Ini sangat wajar jika mengucapkan itu padanya, atau aku mengatakan ini besok saja, tidak apa-apa aku mengatakan lewat pesan saja,


Ceklis,


pesan tersebut terkirim namun belum memberi tanda bahwa pesan itu telah di baca.


"Yasudah, aku tarik saja pesan ini, dia tidak akan membacanya,"


tarik berhasil.


Ia menyimpan benda pipih miliknya, lalu membaringkan tubuhnya, saat ia memejamkan matanya tiba-tiba suara pesan masuk membuat matanya kembali terjaga,


"Besok aku akan menjemputmu dan jangan membuatku menunggu," _Rey


"Hah? Dia belum tidur, ah aku tidak peduli, aku akan pergi lebih awal sebelum dia kemari," ucapnya sembari meletakkan handphone tersebut dan kembali memejamkan matanya untuk segera menuju ke alam mimpi...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya🙏


like and vote✴💓