My Chosen Wife

My Chosen Wife
New Client



Deretan kendaraan beroda dua maupun beroda empat dengan berbagai jenis model dan edisi sedang berjejer memadati jalan menuju tol,untuk mempercepat lajunya Kinaya memasuki gerbang tol dan segera menancap gas mobilnya untuk segera tiba di tempat yang selalu memberikan kenyamanan untuk tubuh lelahnya.


Malam yang sangat melelahkan baginya namun ia harus kembali beraktivitas di luar rumah karena stok makanan yang terlihat menipis di dalam lemari pendingin.


Setelah membasmi keringat yang melekat pada tubuhnya, ia melangkah menuju tempat lipatan pakaiannya, di pilihnya dengan warna senada lalu di balutkan dan setelah terlihat sempurna ia segera mengambil kunci mobil dan meninggalkan rumah tersebut.


~~


Sesampai di sebuah Supermarket, ia menarik salah satu stroller dan mulai menjelajahi satu persatu rak yang tertata rapi dalam gedung tersebut, ia mengambil beberap bahan yang menurutnya ia butuhkan, setelah di rasa cukup ia ikut mengantri ke jalan menuju kasir, setelah gilirannya ia mengeluarkan semua belanjaan dan membayar sesuai jumlah hitungan kasir.


Ia menenteng dengan berat semua belanjaannya, berjalan mendekati eskalator menuju tempat parkir. Dalam keadaan sadar, belanjaannya di rampas oleh seseorang dan berjalan mendahului dirinya, ia dengan lincah mengikuti gerak tubuh tersebut,


Letakan saja di situ, biarkan aku yang memasukkannya, sebelumnya terima kasih dan maaf merepotkan, ucapnya setelah mereka berdua berada di sekitar mobil milik perempuan tersebut.


Emmm,, bagaimana kamu bisa tau kalau ini mobilku, emm,, maksudku kita baru bertemu, tanyanya dengan rasa canggung tanpa menatap orang tersebut.


Kamu yang bekerja di kantor Menara XL itu kan? Jawabnya dengan kembali bertanya


Emm, iya, aku baru beberapa hari di sana, apa kau juga bekerja di sana.? Tanya Kinaya dan laki-laki itu mengangguk pelan.


Iya, ucapnya di iringin anggukan


Rendy, lanjutnya memperkenalkan diri,


Maaf, Kinaya, jawabnya tanpa membalas uluran tangan itu.


Emm,, baiklah aku mengerti, ujar Rendy menarik tangannya karena ia sangat paham maksud seorang wanita tak ingin bersentuhan dengannya.


Terima kasih dan maaf merepotkan mu, lanjutnya dengan masih tatapan ke arah yang lain


Itu tidak apa apa, kita sekantor dan tentunya kita sudah menjadi teman,


Emm maksudku teman kantor. Katanya sembari memberi senyuman


Maaf, Ini sudah hampir larut, aku harus segera pulang, sampai bertemu di kantor.


Baiklah, sampai bertemu.


~


Sementara laki laki yang terlihat dingin yang hanya selalu sibuk dengan pekerjaannya saja, baginya malam ini sangatlah melelahkan namun masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, meski ini pekerjaan sekertaris namun Rey tidak sepenuhnya mempercayakan arsip penting tersebut terhadap sekertarisnya.


Rey, kamu belum istirahat nak, malam sudah hampir larut, kamu lanjutkan besok saja. Tiba tiba suara terdengar lembut dari belakang laki-laki itu.


Sedikit lagi bunda, Rey akan istirahat. Ucap Rey tanpa melihat kearah Mira.


Segelas jus mangga yang selalu Mira suguhkan buat Rey ketika malam hari sebelum tidur.


Setelah pekerjaannya selesai, Rey membereskan beberapa berkas yang terlihat berserakan di sana, lalu meneguk gelas yang berisikan jus kesukaannya, lalu langkahnya membawa tubuhnya untuk beristirahat di atas ranjang yang terlihat masih sangat rapi,


Ia berbaring dengan gaya berselonjor dengan kedua tangan terletak di bagian kepala belakang, ia mulai memejamkan matanya namun seketika mata itu terbuka dan memandang kosong ke arah langit langit ruangan tersebut,


Seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu yang teramat indah, tanpa sengaja ia melengkungkan bibirnya dengan bentuk yang sangat jelas, perlahan senyuman itu sirna tatkala matanya kembali terpejam hingga ia terlelap dan telah berada dalam alam bawa mimpinya.


^


Sebulan berlalu, waktu Kinaya hampir seluruhnya di sita oleh pekerjaan, karena ia seorang sekertaris baru, maka perlu banyak belajar dan tentunya atas bantuan Marissa.


Kinaya, hari ini ada pertemuan dengan klient baru kita, tuan besar memintamu untuk menjelaskan grafiknya,


Hari ini Marisa.? Ucapnya dengan suara yang sedikit di tekuk,


Iya Kinaya,


Oke baiklah, terima kasih Marissa.


Oh, iya jam 2 nanti temui tuan di ruang meeting sebelah. Jelasnya dan perempuan itu mengangguk.


^^^


 


Esoknya di pagi hari, seperti biasa Kinaya bersiap untuk berangkat ke kantor...


Tiba tiba benda canggih miliknya berdering,


nomor tanpa nama


Kinaya menyaut setelah mengangkat telephone tersebut.


hallo.


Selamat pagi, apa kita bisa bertemu hari ini.?suara terdengar begitu lantang dari sebelah


Kinaya terdiam, mendengar suara yang tidak asing di telinganya mencoba mengingat dan mencerna baik\-baik pemilik suara tersebut.


Oh, iya maaf aku Rey, aku menelfonmu pagi\-pagi mau mengajakmu bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan terkait kontrak kerja sama kita kemarin yang sempat aku lupa sampaikan kepadamu. Lanjut laki laki itu dengan suara beruntun.


Mmm, baik, kita ketemu di kantor saja pak, aku akan segera ke sana. Suara perempuan seberang menyautinya.


Oh, tidak kita ketemu di luar sekalian sarapan bersama. Ucap Rey seberang lalu memberitahu Kinaya restoran tempat pertemuan mereka sebelum mengakhiri pembicaraannya melalui seluler.


Kinaya pun mengiyakan ajakan Rey meski sedikit ada rasa canggung.


Entah mengapa ia merasa risih setelah pertemuannya dengan Rey kemarin, ia sama sekali tidak menyukai jika seseorang sering menatapnya terlebih itu dia seorang laki laki, dan hari ini ia harus mengatur nafas nya karena ia harus bertemu dengan laki\-laki yang sudah membuat dirinya merasa tidak nyaman....


Tidak apa-apa, aku baru saja tiba, sahut Kinaya sambil menyelipkan senyuman tanpa melihat kearah lawan bicaranya.


Mereka berdua duduk di sisi yang berbeda dan posisi saling berhadapan, Rey melambaikan tangan untuk memanggil pelayan restaurant untuk memesan makanan.


Silahkan pesan mau makan apa saja, perinta Rey pada perempuan yang sedang duduk di hadapannya.


Tidak perlu pak, aku sudah sedikit terlambat untuk tiba di kantor. Silahkan di bicarakan yang ingin anda bicarakan,


Eh, Rey mengatur suaranya untuk kembali menjelaskan, jadi begini bulan depan di perusahaan aku akan ada proyek di luar kota. Karena perusahaan tempat kamu bekerja telah menandatangi kontrak kerja sama denganku maka aku akan pergi bersama mu menjalankan proyek tersebut. jelasnya membuat kening perempuan itu berkerut dalam..


Tapi pak itu bukan tugas utama saya, ada karyawan khusus yang bertanggung jawab akan hal ini, dan aku orang baru di kantor itu, tolaknya merasa tidak terima harus pergi berdua dengan seorang lelaki.


Aku tahu, tapi aku yang memilihmu untuk pergi bersamaku. ujarnya dengan tatapan rendah pada wajah wanita yang ada di hadapannya, mata Kinaya terkesiap kaget karena tidak bisa menerima namun juga ia tidak tau bagaimana cara menolak.


Baiklah, kalau itu wajib, aku akan usahakan, jawabnya cuek dengan perasaan yang cukup terpaksa


Itu harus, kalau kau tidak bisa aku akan membatalkan kontrak kita dan kupastikan atasanmu akan kecewa padamu. Kata\-kata Rey yang bermaksud mengancam membuat Kinaya semakin dilema


Maaf pak, aku tidak bisa berjanji, tapi akan aku usahakan . Jika sekedar itu, aku permisi, pamit kinaya dan anggukan dari Rey membuat langkahnya berjalan dan meninggalkan tempat tersebut,


^


Selamat pagi tuan, maaf menganggu pagi anda, ucap Kinaya yang sedang membuka pintu pemilik perusahaan tersebut


Pagi Kinaya, masuklah! silahkan duduk, ucapnya mempersilahkan setelah Kinaya berada di ruang tersebut.


Perempuan tersebut pun duduk, dengan rasa canggung dan bingung harus berbicara mulai dari mana.


Kinaya, apa sebulan ini kau mengalami kesulitan dalam bekerja, tanya Yandra memulai pembicaraan.


sedikit aku kurang paham tuan, tetapi Marisa sangat membantuku menyelesaikan semuanya dan itu terasa lebih mudah, jawabnya dengan sopan


itu memang tugas Marisa,


kalau kau punya kendala, bisa konsultasikan denganku kinaya, aku menyukai orang\-orang yang suka bertanya. Ucapnya terdengar ramah pada sekertaris barunya,


Sebelumnya saya minta maaf tuan, katanya dengan ragu dan sedikit menunduk


Apa betul pak Rey akan ada proyek di luar kota, tuan.? Tanyanya dengan cemas


Iyya betul, proyek akan di kerjakan mulai bulan depan dan saya meminta kamu yang mendampinginya,


Tapi tuan, itu bukan tugas saya dan saya tidak berpengalaman di bagian proyek. tolaknya,


Tidak Kinaya, tetap kamu yang akan berangkat, saya percaya kamu orang yang multitalent. Kamu bisa melakukan segalanya,... suara lantang Yandra pada Kinaya membuatnya tidak bisa menolak.


Tapi bagaimana dengan pekerjaanku, tuan?


Marissa akan menggantikanmu sementara,


Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi. Pamit kinaya dan Yandra pun mengiyakan.


Di ruangan Kinaya merasa memikirkan tentang bagaimana cara ia berprofesi sebagai asisten Rey dalam mengerjakan proyeknya. Tak habis pikir pula mengapa mesti dirinya yang menjadi pilihan.


^


Berkas berserakan di atas meja Kinaya membuat dirinya harus bekerja secara maksimal. Berkas ini harus segera di input sebelum bulan berpindah, dan itu harus karena bulan depan harus mendampingi Rey mengerjakan proyek di luarkota yang tinggal beberapa hari lagi.


Map demi map sedikit terlihat lebih rapi dari sebelumnya,


Tanpa memperhatiakan waktu, Kinaya tidak sadar kalau sudah waktu untuk beristirahat,


Kinaya, ayo kita makan siang, saut Marisa yang berdiri di ambang pintu,.


Kau duluan saja Marisa aku masih ada pekerjaan,


Ayolah Kinaya, aku tidak punya teman berjalan menuju cafetaria, tuan tidak akan marah jika pekerjaan tertunda hanya karena kita makan siang, aku sungguh sangat lapar,


Kinaya mendengar ocehan dari Marisa membuat ia tidak bisa menolak,


Ayo,. Ajakan Kinaya membuat Marisa begitu senang...


Sangat melelahkan menginput data\-data ini Marisa. ucap Kinaya sambil mengangkat tubuhnya dari kursi yang sedari menyangga duduknya.


Kalau pekerjaanku sudah selesai aku akan membantumu, kita lunch dulu, terdengar tidak lucu kalau besok media memberitakan seorang sekertaris perusahaan tewas karena kelaparan, dengan intonasi suara Marisa mengikuti gaya bicara seorang reporter di TV.


Hentikan Marisa, aku tidak bisa berjalan karena menertawakan ulahmu yang konyol itu.


kedua perempuan tersebut berjalan menuju cafetaria kantor yang berada satu lantai kebawa dari tempat mereka bekerja.


Masing-masing membawa nampan yang berisi makanan dari tempat sajian dan menduduki salah satu meja untuk menyantap makanan mereka.


Hay, sapa seseorng saat perempuan itu sedang memulai untuk menyantap makan siangnya.


^^^^


Mohon dukungannya🙏💞


Jangan lupa tinggalkan like💕