My Chosen Wife

My Chosen Wife
PENJELASAN RAVA



Jangan lupa Vote dan Likenya...😍


****


"Sayang." panggil Rava.


 


Renata menoleh ke arahnya, "Hemmmm?" jawabnya.


 


"Apa Kau tidak ingin mengajukan pertanyaan?" tanya Rava.


 


Renata menoleh ke Rava, "Agh... sangat banyak yang ingin Aku tanyakan padamu." balas Renata dengan lembut.


 


Rava menarik punggung tangan Renata, "Baiklah... Kita akan singgah sebentar di restoran tempatku biasa. Kita akan selesaikan semua pertanyaan yang ada di pikiranmu sambilan kita makan siang." Rava menoleh sekilas dan tersenyum ke Renata.


 


"Baiklah Suamiku." balasnya singkat.


 


 


Langsung saja mobil yang di kemudikan Rava meluncur membelah keramaian menuju restoran favorit keluarga Atmadja. Beberapa menit kemudian, tibalah mereka di tempat tujuan mereka. Staff dan karyawan langsung menyambut kedatangan pengantin baru itu dan membawa mereka untuk duduk di salah satu meja dan langsung memesan makanan mereka.


 


Seusai memesan tinggalah keduanya, Rava tersenyum ke arah Renata, Ia tampak tenang tetapi raut wajah Renata tampak memendam banyak pertanyaan.


 


 


"Bagaimana Sayang... Apa yang ingin kau tanyakan?" Rava membuka suaranya.


 


 


"Hemmm... di mulai dari mana ya? Soalnya Aku benar-benar bingung."


 


 


"Tidak perlu bingung, katakan saja yang ingin kau tanyakan semuanya dengan satu persatu." pinta Rava dengan tersenyum.


 


 


"Baiklah... Hemmm... yang pertama jelaskan dulu tentang Alea. Apakah dia anak kandungmu?" tanya Renata serius.


 


 


Refleks Rava tertawa dan hampir kesedak, Ia tidak menyangkah dengan pertanyaan pertama dari Renata istrinya.


 


"Kau menganggapku duda? wah... Aku tidak menyangkah Kau berpikir seperti itu pada suamimu sayang. Mana mungkin Aku menipumu dengan hal sebesar itu... kau ini ada-ada saja." kata Rava dan langsung meneguk air mineral yang ada di depannya.


 


 


Kedua mata Renata terkesiap, "Terus... Alea siapa? kenapa dia memanggilmu Papa?"


 


"Sayangku... Cintaku, my Candy yang super manissss.... Alea itu anak angkat Aku. Selama ini aku menganggapnya anak.. karena kamu tahu, saat Alea masuk ke panti berumur hampir 4 tahun, dia kehilangan kedua orang tuanya karena kecelakaan. Keluarganya tidak ada yang mau mengasuhnya dan aku berinisiatif untuk menjadikannya anak angkatku selama aku mengelola panti." tutur Rava dengan wajah imutnya.


 


 


Wajah Renata semakin tampak membingungkan, "Mengelola panti? Kenapa bisa kamu yang kelola?"


 


 


"Iya... Itu panti kan milik mama sayang, Papa mendirikan panti asuhan seperti yang di inginkan mama dari harta warisan yang di titipkan oleh mendiang kakek untuk mama." jelas Rava.


 


 


"Ouuu begitukah... Kenapa Aku baru tahu?" tanyanya lagi.


 


"Karena memang Kau tidak tahu." ledek Rava.


 


"His... Aku serius." balasnya.


 


"Sayang.... Bukankah dulu kita sukanya bertengkar. Masa iya Aku kasi tahu? hei Rena... mamaku punya panti asuhan. Begitu? kita saja enggak sedekat yang kau pikirkan sayang."


 


 


"Iyaaaa... Dulu kan ada yang suka jutek, suka marah-marah, bagaiamana mau dekat dengan kamu. Akhirnya juga jatuh cinta!" ketus Renata.


 


 


"Loh kok mirip mamak-mamak.... kenapa jadi marah-marah sih!" ujar Rava dengan suara ngambek.


 


 


"Iya... Aku mau marah sama kamu! Katanya dulu benci, enggak cinta, jangan dekat-dekat, kenapa kamu menyimpan fotoku!" ketus Renata langsung pada intinya.


 


 


"Ma— Maksudnya?" tanya Rava gugup.


 


 


Renata mengulurkan tangannya ke arah Rava, "Mana ponselmu! berikan ke Aku!" kata Renata dengan tegas.


 


 


 


"Mau apaaaaa!" Rava melotot.


 


"Aku mau lihat... Apa suamiku tercinta ini masih menyimpan foto mantanya atau tidak! buruan kemarikan! Jika enggak mau, aku tidak akan memaafkanmu, bila kau masih menyimpan foto Vanessa!" Renata sengaja lari dari jalur percakapan di antara mereka.


 


 


"Kenapa jadi lari ke Vannessa sih sayang?" tanya Rava dengan sedih.


 


"Iyaaaaa....Karena Kau berselingkuh dengannya di belakangku! Kemari kan ponselmu!" perintah Renata lagi.


 


 


Dengan berat hati Rava mengambil ponselnya, suami mana yang bisa menolak, jika Istri sudah meminta dengan wajah galaknya.


 


"Nih." Rava memberikan ponselnya ke Renata, langsung saja Renata mengambilnya dan menoleh sekilas ke Rava.


 


 


"Apesss dah... ketahuan dah gua."


 


 


Renata langsung saja menyentuh layar ponsel Rava, karena memang ponsel Rava tidak memakai kode kunci Ia langsung saja mencari menu album. Tidak banyak foto, hanya ada foto Vara, Raka, Eva yang duluan dapat, beberapa foto lapangan pekerjaan. Renata semakin bingung, karena yang Alea katakan Rava menyimpan fotonya. Tidak habis berpikir, Renatata mencari folder lain di luar abum ponsel Rava.


 


 


"Apa yang Kau cari sayang?" tanya Rava penasaran saat melihat kedua mata Renata tampak gusar.


 


 


"Foto mantanmu!" balasnya tegas.


 


"Tidak ada! aku sudah menghapusnya jauh sebelum aku mengutarakan perasaanku denganmu! Semuanya tentang dia sudah ku buang setelah dia mencampakkan aku" jelas Rava dengan pelan.


 


 


 


 


"Ini... kenapa ini ada semua di kamu?" tanya Renata dengan mengangkat ponsel Rava mengarah ke Rava.


 


 


"Agh... Itu... Aku foto diam-diam" kata Rava dengan menyentuh kepalanya.


 


 


"Teruss... yang di kantor, bagaimana kamu mendapatkanya?" mata Renata menjadi tajam.


 


 


"Ouuuu... agh... Bukankah itu ada di sosmedmu. Iya... aku mengambil dari sana dan menyimpannya." balas Rava dengan alasan kilat.


 


 


Renata menarik nafasnya, "Sayang... Tolong jangan berbohong padaku. Aku tidak pernah mengunggah fotoku saat di kantor ke sosmed manapun. Ayo ngaku dari mana? Jika kamu berbohong lagi, akan aku lempar ponselmu!" ancam Renata dengan mata di besarkan.


 


 


"Agh... Tapi janji! Jangan memarahi orangnya."


 


"Baiklah... Aku bisa menebak. Pasti Sasa kan yang suka mengadu setiap aktifitasku di kantor?" tanya Renata lagi.


 


 


"Iyaaaa.... Jangan memarahinya. Karena memang aku yang memintanya dan mengancamnya! jika dia tidak bekerja sama denganku, bakalan aku pecat dia." jelas Rava.


 


 


"Wah... Bodoh sekali dia! Kenapa dia takut denganmu, kan aku sebagai bos nya. Hah... Aku akan membuat perhitungan padanya nanti!" ancam Renata.


 


"Tadi kau sudah berjanji, jangan mengingkarinya Nyonya Renata!" Rava membulatkan matanya dengan bibir yang di buat rapat.


 


 


"Terseralah... Ini ponselmu, Apa maksudnya RA? Inisial namamu kah?" Renata mengembalikan ponselnya.


 


"Tidak.. itu inisial namamu, seperti cincin pernikahan yang kita pakai. RA adalah Rava Atmadja, RA di kamu itu RenatA. Apakah kita memang di takdirkan untuk bersama? Nama kita seperti kebetulan saja " balas Rava sambilan tertawa kecil.


 


 


Renata mencebikkan bibirnya, "Kau tahu kita di takdirkan, kenapa dulu kau malahan meninggalkan Aku? Membenciku, bahkan kau berpacaran dengan Vanessa, Rava. Apa Kau selama ini mempermainkan perasaanku. Agh... Aku ingin mendengarkan alasanmu, kata Alea sebenarnya kau sudah menyukaiku bahkan mencintaiku , terusss...kenapa kau selalu menolakku? bahkan menjauh dari aku?" tanya Renata dengan wajah yang meminta jawaban.


 


 


Rava terdiam sebentar, ia menarik nafasnya lalu menatap ke Renata.


 


"Baiklah... Aku akan menjelaskan semuanya. Begini sayangku... Aku dulu itu hanya menganggap perasaanku padamu hanya karena kau itu anak sahabat mamaku, yang ku akui sebagai adik seperti Vara, Harsen, Defan bahkan sepupumu James. Aku tidak mau di masa muda kita, ketika aku menerima cintamu, terus aku mikir kalau saja kita tidak berjodoh dan kita putus, apakah itu tidak berimbas pada hubungan sahabat mama kita? Dan kita masih muda sayang... masih labil untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya, tau-tau aku dan kau di jodohkan. Aku tidak menerima, karena aku juga masih muda, ingin mencari sesuatu di luar sana sebelum serius memulai hubungan. Aku hanya tidak siap." kata Rava dengan pelan.


 


 


Renata menerima alasan Rava yang memang ada benarnya, "Terussss... kenapa kau malahan berpacaran dengan Vanessa, jika kau mecintaiku?" tanya Renata dengan mencebikkan bibirnya.


 


 


Rava menarik nafasnya, "Karena Aku ingin mencoba mencintai wanita di luar dari orang yang aku kenal sayang."


 


 


"Begitukah? sampai Kau memblokir nomorku, memitaku untuk tidak mengganggumu bahkan menghubungimu?"


 


 


"Auh... soal itu, aku sempat menceritakannya ke Vanessa, karena di saat itu aku ketahuan melihat foto-fotomu di dalam ponselku, terus melihat aku sosmed. Meskipun aku bersamanya, Aku masih kepikiran denganmu, karena dia memintaku untuk tidak menghubungimu, karena itu aku tidak bisa lagi berkomunikasi denganmu, karena mama dan papa memarahiku, bahkan membuatmu sampai masuk rumah sakit, jujur aku merasa bersalah." jelas Rava.


 


 


"Wah wah.... Hebat sekali wanita ular itu, dan bahkan kau menuruti apa katanya. Aku tidak menyangka Kau begitu rapuhnya." sindir Renata dengan menggeleng-geleng kepalanya.


 


 


Rava menjadi takut, "Sayang... Ampunilah Aku. Aku yang salah... semuanya karena Aku yang tidak ingin mengakui perasaanku padamu. Karena itu Aku takut, saat Kau sudah tidak mencintaiku lagi, Aku takut menyesal atas yang aku lakukan." Rava menunduk sedih.


 


 


 


Renata malahan tersenyum, dia merasa legah dengan penjelasan Rava yang sesungguhnya. Meskipun dia berpacaran dengan Vanessa tapi hati dan pikirannya masih di penuhui oleh Renata.


 


"Ya sudalah... Itu semua masa lalu, kalau tidak ada masa lalu bukankah tidak ada pengalaman atau pelajaran untuk di masa depan. Yang terpenting Kau dan Aku sudah bersama." balas Renata dengan kedua mata berbinar.


 


 


Rava menatap dengan senangnya, "Apa kau tidak marah denganku?" tanya Rava lagi.


 


 


Renata tersenyum, "Tidak... aku tidak marah. Aku senang, kau jujur dengan semuanya." balas Renata.


 


 


Rava membuang nafasnya dan memejamkan matanya serta menyentuh dadanya, "Huh... syukurlah Aku takut kau marah denganku, dan kau akan mendiamkan aku. Aku tidak mau di diamkan olehmu, sangat menyakitkan bagiku." ungkap Rava.


 


 


"Tidak... Semua masa lalumu aku terima, sekarang yang ada di hadapanku, adalah milikku. Kita akan sama-sama memulai semuanya." balas Renata senang.


 


 


"Baiklah sayang... Apakah masih ada yang ingin kau tanyakan?" tanya Rava ke Renata.


 


 


"Hemmmmm... Apa lagi ya? sebentar aku berpikir," ucapnya dengan lambat, "Agh... itu....soal aku bertengkar dengan adik kelasmu yang menyukai dirimu. Bagaimana kau bisa tahu dan kata Alea Kau datang menemuinya dan memperingatkannya." kata Renata lagi.


 


 


"Ouuu... soal itu, nanti aku jelaskan. Makanan kita sudah datang sayang " balas Rava yang melihat staff restoran sudah datang membawa makan mereka.


 


 


"Baiklah." balas Renata dengan kedua mata di kedipkan.


 


 


Bersambung.


......


 


Info : Jangan lupa bantu karya saya untuk naik ranking semua pembacaku yang baik hati. Saya hanya sedih aja, saya update tiap hari per harinya bsa 2 bab. Tetapi yang menghargainya cuma beberapa orang,. Cuma sya bingung yang like ribuan orang, tolong dong karena like tidak bisa menaiki ranking MCW kakak semua😔. Jadi mohon dong saling membantu karena dukungan dari kalian berarti buat saya. Terima kasih 🥰🙏


.