
^
^
^
Pada pagi hari, seorang wanita berparas cantik sedang menghias diri didepan cermin. Merapikan bagian jilbab yang terlihat tidak teratur. Dia adalah Kinaya seorang perempuan berumur 25 tahun bekerja sebagai sekertaris di sebuah perusahaan di kotanya.
Perempuan tersebut bergegas meninggalkan rumahnya menuju kantor karena hari ini ada pertemuan dari perusahaan lain yang mengajak kerja sama dengan perusahaan tempat ia bekerja.
Perempuan yang berprofesi sebagai sekertaris tersebut d percayakan untuk mempersentasekan grafik perusahaan,
~
"Terima kasih banyak atas kepercayaannya ingin bekerja sama dengan kami." Ucap Yandra
"Sama-sama, saya harap kerja sama ini akan terus berlanjut." Jawab Reynaldo.
*****
"Tuan," ucapnya menunduk
Ayo duduklah, ucap lelaki parubaya tersebut
"Duduk," perinta Rey pada Kinaya,
"Ayo nak, duduklah." Ucap seorang perempuan yang melihat keambiguan dari wajah perempuan yang baru saja datang bersama putra sulungnya,
Kinaya mendaratkan tubuhnya dengan begitu polos, rasanya ada sesuatu yang yang membuatnya ingin bertanya, namun ia urungkan tatkala orang yang berada di hadapannya ialah pemilik perusahaan tempatnya bekerja...
"Nak, bagaimana kabarmu?"
"Sangat baik, tuan, seperti yang anda lihat." Balasnya gugup, namun matanya teralihkan pada pemuda yang duduk berseblahan dengannya, sebuah senyuman terukir sempurna membalas tatapan bingungnya..
"Apa maksdumu?" Tanyanya kemudian
"Dia ayahku," balasnya tersenyum
"Kau serius?" Tanyanya lagi dan laki-laki itu mengangguk pelan, ia mengalihkan kembali pandangannya bergantian pada lelaki dan wanita parubaya yang duduk di hadapannya... sebuah senyuman yang menjadi jawaban dari tatapan bingungnya...
#
Selamat malam, maaf aku sedikit terlambat, ucap seseorang tiba-tiba,
Kau datang sangat tepat waktu,
Raka yang baru saja bergabung pada acara dinner malam itu, ia melihat perempuan yang sedang duduk berseblahan dengan laki-laki yang menjadi saudaranya tersebut, tanpa mengalihkannya membuat pemilik wajah itu merasa tidak nyaman ketika ada yang menatapnya seperti itu,
Apa kau baik-baik saja nak,? Tanya seorang perempuan sambil memegang pipi kanan gadis desa tersebut,
Aku sangat baik tante, terima kasih.
Raka mendudukkan tubuhnya di samping Rey sesekali matanya melihat keperempuan yang sebentar lagi akan menjadi suadara perempuannya...
Namun, ia belum mengetahui siapa perempuan tersebut dan juga enggan untuk menyapanya, di saat Rey dikenal dingin di kalangan luar namun Raka memiliki sifat cuek yang lebih dari itu, terlihat terkesan sombong namun tidaklah demikian, hanya saja karakternya memang pendiam...
Apa Rey memperlakukanmu yang tidak semestinya semasa mendampingi kerja,
Katakan akan ku pastikan telinganya akan berdarah jika dia melakukannya. Tanyanya sembari menatap Rey,
Oh, jadi ini sekertaris ayah, Raka membatin
E, e ehmm tidak, Rey sangat baik. Ucapnya berbohong.
Bunda, apa kau tau Kinaya sangat bijak melakukan pekerjaannya dan aku sangat menjaga dia di sana, ucapnya membela diri...
Dasar menyebalkan, gumam Kinaya semakin frustasi atas permbahasan anak dan ibu ini...
Kinaya, apa Rey sudah memberi tahumu kalau dia akan menikahimu.? tanya Mira di sela makannya karena sebelum pembicaraan d mulai pelayan telah membawa makanan yang sudah di pesan sejak dari tadi.
Apa, perempuan ini akan menjadi istri kakak? Gumamnya tanpa sadar,
Raka, kenapa kau begitu terkejut. Tanya Mira melihat perubahan raut wajah laki-laki itu,
Emm, maksudku bukan kah kakak tidak ingin menikah muda,
Itu dulu, tukas Rey apa kau cemburu, aku akan segera menikah, ledeknya
Hm, baiklah kalau kakak sudah punya niat untuk menikah, ucapnya santai meski matanya sedikit melirik ke arah perempuan tersebut,
Beruntung sekali kakak menikah dengannya, ia kembali membatin, tanpa sadar itu membuat sorotan matanya melemah....
Kinaya bagaimana?, ulang Mira pada perempuan di hadapannya membuatnya tersendak,
Minumlah, cegah Rey sembari memberi gelas yang berisi air mineral.
Kakak sangat jeli mencari perhatian, bukan kah dia tidak peduli pada perempuan, lalu perempuan ini kenapa dia jadi berubah, ternyata ini alasan kakak sering ke kantor ayah, tapi memang iya dia sangat menarik, astagaa tidak tidak, dia akan menjadi kakak iparku, Raka terus membatin dan menyadarkan posisinya dari pujian yang ia lontarkan itu...
Jangan lupa dukungannya,๐
like & Vote๐