My Chosen Wife

My Chosen Wife
Kenapa kau begitu Polos?



.


.


.


.


.


.


Kinaya di buat tidak fokus dalam menginput data, beberapa kesalahan yang muncul berkali-kali di layar komputer menandakan adanya ketidaksesuaian data. Dan ini membuat pekerjaannya semakin terhambat.


^


Ya Tuhan, apa yang akan terjadi selama sebulan di sana bersama dengan orang yang sangat menyebalkan itu.... gumam Kinaya tanpa sadar kalau seseorang yang baru saja masuk ke ruangannya.


Siapa lagi yang menyebalkan Kinaya.? ucap Marissa tiba-tiba membuat perempuan itu tersendak karena terkejut....


Hmm,, kau selalu saja membuat jantungku bergetar Marissa, ucapnya dengan helaan nafas membuat perempuan yang baru saja mengunjunginya terkekeh,,


kau di panggil tuan, segeralah keruangannya, perinta Marissa membuat Kinaya segera beranjak dari kursinya tanpa menanyakan lagi apa yang penting di sana,


Marissa yang melihat pergerakan temannya itu yang lebih cepat membuatnya terseyum geli entah apa yang sedang ada dalam pikirkannya...


^*****


Selamat siang tuan, kata Marissa anda memanggilku, ucapnya setelah berada dalam ruang utama tersebut,


Oh, iya benar silahkan duduk dulu,


Kinaya begitu sungkan, dirinya merasa bahwa ini sangat berlebihan, bukan hanya hari ini bahkan hampir tiap hari ia di panggil untuk memasuki ruang tersebut tanpa ada tujuan yang jelas...


Meski ia selalu menolak perasaannya untuk mengakui apa yang ia pikirkan, namun perlakuan ini ia rasa sangatlah berbeda dari pemilik perusahaan tersebut, padahal ia belum sepenuhnya memberikan kontribusi yang penuh untuk tempat ini.


.


Lima hari lagi kamu akan keluar kota bersama dengan Rey, aku harap kamu bisa bekerja dengan baik demi kenaikan saham perusahaan ini, jika kau berhasil kami akan mendapat keuntungan yang lebih besar di luar target sebelumnya, kamu harus tetap profesional bagaimana pun pekerjaan di sana, aku percaya kamu bisa melakukannya nak, katanya dengan sangat yakin, terlebih lagi panggilan akrab terdengar begitu nyaring membuatnya merasa sangat di sayangi.


saya akan berusaha memberikan yang terbaik pada perusahaan anda tuan, balasnya dengan senyum yang menampakkan ciri khas aura keanggunan wanita yang menjadi idaman putranya.


Saya sangat senang mendengarnya nak, lakukanlah yang terbaik. Ucapnya lagi dan Kinaya mengangguk mengerti akan perkataan dari laki-laki yang menjadi atasnnya itu.


☆☆☆☆


Pada sore hari, setelah jam kerja selesai,. Kinaya dan Marissa terlihat sudah meninggalkan ruang kerjanya, Kinaya bergegas menuju halaman depan gedung tersebut untuk mencegat taxi, meski Marissa sudah menawarkan untuk pulang bersamanya namun ia tidak ingin merepotkan partner kerjanya tersebut.


Kinaya sedang memainkan ponselnya untuk memesan taxi online karena secara manual belum ada yang melintas di jalan sana, Rendy tiba-tiba menghampirinya dan memberi tawaran sama seperti yang di berikan Marissa, namun tak hanya tawaran itu yang sama akan tetapi ia mendapati jawaban dan alasan yang sama pula, terlebih lagi adegan pagi tadi yang membuatnya merasa sangat tidak enak hati.


!


^^^


Kinaya baru saja ingin menyentuh tombol order pada monitor handphone miliknya, namun suara klakson yang membuatnya terperanjat membuat tangannya reflek tidak melakukan apapun.


"Hay!!" sapa seorang dari dalam mobil dengan iringan lekukan bibir yang begitu tampan, namun sapaan itu tak di beri jawaban....


Sampai besok kau berdiri di sini, tak satupun taxi yang akan lewat. Pulanglah bersamaku. Teriakan itu membuat Kinaya mengumpat kesal, meski demikian ia tetap menuruti ajakan laki-laki itu dan masuk ke mobil tersebut.


^


Kau terlihat sangat anggun dengan caramu menutup pintu yang pelan. sahut Rey dengan tatapan yang tak meninggalkan senyuman.


Aku bisa melakukannya dengan keras kalau aku mau, Kinaya membuka kembali pintu mobil tersebut lalu menariknya dengan keras hingga terdengar menggelegar pada indra pendengaran kedua manusia itu..


Puas.? Tanyanya dengan sedikit emosi namun tetap tertahan.


Kinaya tak memperdulikan Rey, ia menarik sabuk pengaman lalu memasangnya dan matanya terfokus kearah jalan. .


Rey segera menancap gas mobilnya dan laju mobil tersebut membawa mereka meninggalkan tempat itu.


Dengan perasaan yang begitu menggemaskan, senyuman pun tak pernah lenyap dari wajahnya...


Kau benar-benar membuatku tidak bisa marah, gumamnya dengan senyuman yang terus terukir,


"Aku tau kau sangat menjaga kehormatanmu sebagai perempuan, aurahmu benar-benar membuatku sangat lemah, kau marah bukan yang sesungguhnya karena kedua manik mata itu tidak bisa berbohong...." serunya dalam hati.


kenapa dia selalu menatapku seperti itu, gumam Kinaya dengan hati yang begitu tidak nyaman.


Ia kembali membalas tatapan itu dengan wajah yang semakin murka, namun aurahnya tetap saja terpancar,


Kenapa kau sebegitu marahnya padaku? Tanyanya dengan tawa yang berusaha ia sembunyikan


"Bahkan aku sangat membencimu," balasnya ketus


"Tapi kau tidak bisa melakukannya secara terus menerus,,,"


"Aku akan melakukan yang lebih dari pada ini,!"


"Lebih membenciku," tanya Rey dengan kerutan dahi keatas


"Bahkan lebih dari yang kau kira," jawab Kinaya dengan bibir yang terus cemberurt.


"Aku rasa jika lebih dari itu, perasaanmu akan berubah," ledeknya


"Bahkan lebih dari perubahan itu sendiri," ketusnya dengan tatapan tajam tanpa tahu apa maksud dari perkataannya sendiri.


"Aku sudah tidak sabar menanti perubahan rasa itu," balas Rey dengan wajah lemah


"Jangan lagi mengajakku berbicara,"


"Kau yang selalu memancingku untuk berbicara, kau terlihat sangat menggemaskan, apa tanganku boleh mencubit pipimu?" tanya Rey yang semakin menggoda membuat perempuan di sebelahnya menatapnya dengan sangat tajam.


"Aku akan mengadu pada pihak yang berwajib kalau kau mulai melecehkanku, lakukan saja kalau kau berani, kalau kau begitu penasaran hidup di balik tahanan," ucapnya dengan menantang...


"Kau sangat pandai menantang, apa kau sadar ucapanmu itu bisa membuatmu menyesal, andai saja kau mengatakan itu pada pria lain kupastikan kau tidak akan selamat, mereka akan menikmatimu lalu meninggalkanmu dengan keadaan yang sudah sangat menjijikkan..." ungkapan Rey membuat Kinaya seketika beku, ia baru menyadari perkataannya baru saja membuat ia benar-benar lupa akan kodratnya...


"Apa kau juga ingin melakukan itu padaku?" tanya Kinaya dengan suara lemah, tatapannya menjadi sendu, ia kembali menundukkan pandangannya dengan perasaan menyesel.


"Tentu aku akan melakukannya,"


Ucapan itu membuat Kinaya seketika melihat kearah Rey dengan tatapan tidak percaya, takut kalau laki-laki ini benar-benar akan melakukannya..."


"Kenapa kau begitu polos, andai saja aku tidak menghargai diriku aku tidak akan menyia nyiakan ancaman yang kau katakan, tanpa banyak bicara aku sudah melakukannya, dan kau," ucapnya dengan tersenyum membuat Kinaya semakin takut, bisa jadi senyuman itu sudah mengisyaratkan nafsunya, pikirnya dengan tangan basah akibat benih keringat yang keluar begitu saja,


"kau tidak perlu takut aku akan melakukannya jika aku sudah berhak melakukannya...." lanjutnya membuat Kinaya merasa sedikit tenang...


.


.


.


.


.


.


.


.


☆☆☆☆☆☆☆☆


*mohon dukungannya,💕


jangan lupa tinggalkan like


dan berikan votenya💞🙏🙏🙏


dan komentar terbaik akan mendapatkan hadiah juga...tetap dukung author yah🔱🔱🔱



.Follow me on


🔎Ig : rsn_unhy*