
"Alea apa kabar sayang?" tanya Rava di dalam pelukanya dan mengusap lembut rambut anak kecil itu.
"Sehat Papa... Papa bagaimana? Sudah lama Papa enggak jenguk Alea dan yang lainnya?" gadis kecil itu membuat Rava tersenyum.
Rava melonggarkan pelukannya, "Sayang... Papa kab kerjanya tempatnya jauuuuhhh sekali. Jadi Papa baru bisa jenguk kalian saat Papa pulang ke sini. Nah hari ini, Papa baru bisa datang sebelum Papa kembali." kata Rava dengan lembutnya.
Aku tidak percaya, sosok kebapakan Rava sudah tampak di depan mataku sendiri.
Alea melirik ke Renata yang masih diam melihat ke arah Rava dan Alea. Rava yang sadar, mengikuti arah pandangan Alea.
"Papa... Tante itu tante Renata?" tanya Alea dengan polos.
Renata mendekat, Rava yang setengah duduk beranjak berdiri dan menggendong Alea mengarah ke Renata.
"Sayang... Kenalkan ini Mama kamu dan Mama kalian semua. Apa Mama kalian cantik?" tanya Rava pada semua anak-anaknya.
"Cantik Papa." Seluruhnya pun menjawab bersamaan.
Renata tersenyum, Ia setengah duduk menghadap anak-anak yang berkumpul.Ia menyentuh tangan-tangan kecil dan mungil itu , rasanya hatinya tidak tahan melihat wajah polos dari anak-anak yang berada di sekitaran mereka.
"Terima kasih Anak-anak, atas pujian kalian pada Mama." balas Renata dengan senyuman.
Rava yang mendengarnya pun ikut tersenyum, Ia sangat senang, Renata ikut membaur, karena memang Rava sangat tahu, Renata menyukai anak-anak.
"Sayang..." panggil Rava.
Renata mendongak ke atas melihat wajah Rava, Ia tersenyum melihatnya dan beranjak berdiri.
"Hemmmm." balas Renata dengan kedua alis terangkat dan menatap ke Rava.
"Kenalkan ini Alea sayang, Anakku." katanya dengan bangga.
"Anak kamu?" tanya Renata.
Rava mengangguk cepat, "Benar... Ini anakku sayang. nanti aku jelaskan." bisik Rava mendekat ke Renata.
Renata semakin bingung , dia terpaksa tertawa dan menyentuh lengan Alea, "Hallo Alea, salam kenal."
Alea tersenyum, Ia langsung merangkul pundak Renata dengan kedua tangannya, "Terima kasih Mama sudah mau menjadi Istrinya Papa. Doa Papa dulu terjawab, Papa sangaaaaat mencintai Mama Renata." celotah Alea dengan lembut.
Renata menarik tubuh Alea dari gendongan Rava, karena Ia merasa aneh dengan perkataan Alex dan juga tahu nama Renata sendiri. Rava langsung saja melepaskan Alea dari gendongannya. Tak lama tampa Ibu-ibu paru baya menghampiri Rava.
"Heh...Nak Rava datang, kok enggak ngabari Nak?" tanya Ibu Roidah salah satu petugas di panti asuhan.
Rava langsung saja memberikan salim pada Bu Roidah dengan tawa kecil yang melingkar sempurna pada kedua sudut bibirnya, "Rava hanya sebentar Bu, sekalian mau membawa Istri Rava untuk memperkenalkannya pada anak-anak." balasnya senang
"Ouuuu... Ini Istri Nak Rava? Cantik banget." kata Bu Roidah yang jug tersenyum.
Renata langsung saja memberikan salim ke Bu Roidah dengan tawa kecil dari bibirnya.
"Terima kasih Bu, salam kenal." kata Renata.
"Terima kasih juga sudah mau mampir." ucap Bu Roidah senang.
"Ayo masuk dulu Nak Rava, ajak Istri kamu." kata Bu Roidah ke Rava.
"Oh iya...sebentar Bu, saya membawa beberapa pakaian, bahan makanan, keperluan anak-anak. Apakah ada Mas Yanto yang bisa membantu mengeluarkan barang-barang dari Mobil Saya?" tanya Rava ke Bu Roidah.
"Oh...sebentar Nak Rava." balas Bu Roidah berjalan menuju pintu masuk.
"Baik Bu." balas Rava.
Sementara menunggu, Rava menatap wajah Renata yang Ia tahu mengundang banyak pertanyaan di hati dan pikirannya. Keduanya saling memandang, Rava sendiri tersenyum pada Renata, perasaan Rava saat itu adalah senang. Renata mengikuti, suasana di lokasi mereka. Ia tidak marah, kecewa atau pun sejenisnya.
"Ini Nak Rava." Bu Roidah keluar membawa Mas Yanto.
"Rava." panggil Mas Yanto.
"Baik Mas, bagaimana dengan Mas Yanto?" tanya Rava dengan melepaskan pelukannya.
Mas Yanto tertawa kecil, "Seperti yang Kamu lihat Rava, baik-baik saja." kata Mas Yanto bersemangat.
"Hah syukurlah Mas....Ini kenalkan Istrinya Rava." kata Rava dengan bangga.
"Lah... Kamu sudah menikah Rava?" Mas Yanto menatap kaget pada Rava sambilan berpindah memandang Renata yang sudah tersenyum.
"Sudah Mas...lima hari lalu. Maaf enggak mengabarkan, karena cuma pesta kecil-kecilan saja"
Renata pun tersenyum dan memberikan salam ke Mas Yanto.
"Salam kenal Mas, saya Renata." katanya dengan lembut.
Mas Yanto terkesiap dan menatap Rava, "Renata?"
"Iya Mas." jawab Renata.
"Wah.... Selamat... Terima kasih sudah mau membalas cintanya Rava. Sudah menjadi Istrinya Rava, dulu Rava suka cerita tentang kamu." celetuk Mas Yanto.
Renata di buat bingung, sementara Rava merasa salah tingkah dan menggaruk kepalanya saat Renata merasa bingung dengan ucapan mereka.
"Sudalah Yanto... Angkat dulu barang-barang yang di bawa Rava. Mau sampai kapan kamu membiarkan tuan rumah untuk berdiri." kata Bu Roidah dengan tegas.
"Agh iya... maaf kelupaan... Seminggu yang lalu Pak Raka dan Ibu Eva juga sudah datang ke sini Rava." ucap Mas Yanto dengan berjalan mengarah ke mobil Rava.
"Benarkah?" tanya Rava.
"Benar nak Rava, Ibu Eva dan Pak Raka seminggu yang lalu baru berkunjung dan juga membawakan keperluan anak panti. Ayo Nak masuk dan ajak Istri kamu." Bu Roidah berjalan duluan.
"Iya Bu." balas Rava pelan.
Rava menatap ke Renata dan tersenyum, "Ayo sayang sayang kita masuk." ajak Rava.
Renata merasa ragu, "Kamu saja, Aku ingin bersama Alea sebentar." ucap Renata.
"Baiklah Sayang...Aku tinggal sebentar Ya." kata Rava ke Renata, "Ayo anak-anak kita masuk ke dalam."ajak Rava pada anak lainnya.
Semuanya berjalan masuk dengan di temani Rava. Bersemangat, karena orang yang dulu sampai sekarang memberikan perhatian pada mereka, datang dengan tawa yang selalu menghiasi bibir Rava.
Alea dan Renata yang masih diluar itu saling memandang. Renata merasa penasaran, Ia ingin bertanya ke Alea tentang Alea yang berterima kasih atas dirinya.
"Alea mau kan ngobrol sama Mama?" tanya Renata dengan lembutnya.
Alea mengangukan kepalanya, "Mau Ma." balas Alea dengan polosnya.
"Terima kasih sayang... Kamu memang anak yang baik. Pantas saja Papa Rava sangat menyukai kamu dan menyayangi kamu" kata Renata dengan berjalan ke arah taman panti asuhan.
Saat tiba di tempat duduk Taman yang menghiasi daerah Panti, Renata mendudukkan Alea di salah satu bangku taman. Begitupun dengan dirinya, Ia duduk di samping Alea. Renata menatapnya dan membelai lembut rambut panjangnya.
"Alea....Mama boleh tahu enggak? " tanya Renata dengan hati-hati.
Alea langsung mengubah posisinya ke arah Renata, "Boleh dong Ma." balas gadis kecil itu dengan senyumnya.
"Hemmm... Terima kasih sayang. Mama cuma mau tanya soal ucapan Alea tadi ke Mama. Alea tahu nama Mama dari mana sayang?"
Alea tersenyum, "Dari Papa Rava."
Renata tertegun dan sejenak berpikir, "Apa papa Rava sering ke sini sayang? Terus papa Rava suka cerita tentang Mama ya?" tanya Renata lagi.
Alea menganggukan kepalanya cepat, "Iya Ma... Papa Rava sebelum pergi jauh, suka ke sini ketemu Alea sama yang lainnya. Papa Rava suka bercerita sama Alea tentang Mama."
Kedua bola mata Renata memutar dengan bersamaan, Ia sedikit kaget dan berpikir. Renata kembali tersenyum dengan menatap Alea, "Sayang... boleh ceritain ke Mama enggak? Apa saja cerita Papa ke kamu tentang Mama?"
Alea menatap wajah Renata, Ia tersenyum ke Renata dengan wajahnya yang polos, yang sepertinya Alea mengagumi sosok Renata.
Bersambung.
.......
Like nya seribuan orang, Mohon juga yang Vote seribuan orang juga ya. Mom kan update tiap hari, senin sampai minggu, bagaimana kalau Mom update 1 minggu 3x aja seperti Author lain yang karyanya tetap naik ranking.😔