
^^^^^^^^
Pada pagi hari saat di rasa kain yang berbahan lembut telah berbalut sempurna di tubuh mungil milik seorang perempuan tak lain ia dikenal sebagai seorang sekertaris di sebuah perusahaan besar di kotanya, saat itu ia menjelajahi setiap jenjang postur tubuhnya di hadapan kaca kecantikan untuk memastikan tidak ada lagi yang kurang untuk merusak keindahan penampilannya untuk hari ini.
Ia meraih segala benda yang di rasa sangat penting untuk di bawa, tak terkecuali handphone dan alat-alat lainnya.. ia merasa ada yang menjanggal saat matanya menatap nakas di samping ranjang sudah terlihat tidak ada lagi apa-apa di sana,
Kunci mobil, ucapnya sembari membuka setiap laci yang pada nakas tersebut, tiba-tiba aktivitasnya teralihkan tatkala deringan yang menggema di dalam tas jinjingannya, ia segera meraih dan mengusap simbol hijau di layar tersebut dan memulai membuka suara,
Hallo, ada apa lagi? Tanyanya tanpa basa-basi
Apa kau sudah siap? Aku sedari tadi menunggumu di depan, cepat keluarlah! Perintah dari seberang membuatnya berdecak kesal,
Aku lupa kunci mobilku belum dikembalikan,
Kau ingin berangkat bekerja atau hanya menjadi pendengar saja, lanjutnya dengan suara yang begitu nyaring
Tunggu sebentar, teriaknya dari dalam rumah yang terdengar samar-samar oleh orang yang berada di sekitar halaman rumah tersebut,
Rey yang melihat perempuan itu telah berada di ambang pintu dan siap untuk menancap alat pengaman pada besi yang melekat berada di bawa ganggan pintu seketika mengakhiri panggilan suara yang berlangsung sejenak.
Setelah Kinaya merasa alat tersebut telah mengunci dengan baik, langkahnya seketika mendekat pada mobil yang sedari tadi menunggu kedatangannya.
Kenapa kau lama sekali, tanya Rey saat Kinaya sudah berada di ambang pintu mobil,
Bukan urusanmu, jawabnya ketus,
Sejak kemarin aku sudah mengatakan akan menjemputmu, lalu kenapa masih mencari kunci mobilmu di sana, membuang waktu saja,
Kenapa dia bisa tau, batinnya dengan heran
Masuklah, aku sudah menunggu terlalu lama, perintahnya kembalu dengan suara memaksa,
Kinaya membuka pintu mobil yang berada di sisi kemudi, kemudian ia mendaratkan tubuhnya pada kursi penumpang dan menutup kembali pintu mobil tersebut dan membantingnya dengan sangat keras, jiwa Rey seketika itu meronta, namun tetap pada posisinya.
Apa kau bisa menutupnya dengan pelan, harga mobilku tidak cukup dengan menjual dua mobil milikmu, bagaimana kalau rusak, apa kau bisa menggantinya. serunya dengan kesal
Aku tidak peduli, aku memang sengaja untuk merusak mobil ini, bahkan aku belum merasa puas akan kekesalanku pada dirimu. Berani sekali kau mengaturku, mengambil kunci mobil milkku tanpa kau tau mobil itu adalah hasil jerip payahku sendiri. Kau tidak punya hak atas diriku, lalu kau membentakku seakan kau tau siapa aku dan bagaimana aku saat aku murka... dengan suara kesal perempuan itu membalasnya secara beruntun.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib istrimu setelah kau menikah, dan kupastikan hanya wanita bodoh yang mau menikah denganmu... lanjut Kinaya dengan penuh penekanan
Baiklah, akan aku kunci baik-baik kata-katamu. Hanya wanita bodoh yang akan menikah denganku, dan aku telah memastikan bahwa dirimulah yang akan menjadi wanita bodoh di dunia ini...
Itu tidak akan terjadi, aku tidak sudi menikah dengan laki-laki seperti dirimu, lebih baik aku tidak menikah saja dari pada harus menikah denganmu,,,, teriaknya dengan murka
Mau atau tidak aku tetap akan menjadikanmu sebagai perempuan yang kau katakan tadi. Balasnya tidak ingin kalah.
Kinaya seketika membungkam menyesali perkataanya, rasanya benar-benar mengumpulkan dosa ketika melihat wajah laki-laki yang berada semobil dengannya saat ini,
Pasang sabut pengaman dan berpeganglah erat akan kubuat dirimu bergoncang.
Kinaya menarik dengan keras sabut pengaman tersebut dan Rey pun melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Kalau terus bertemu dengannya bisa-bisa aku gila, gumam Kinaya dalam hati.
Rey sesekali melirik ke arah Kinaya, melihat wajahnya yang sebegitu kesal, membuatnya merasa sangat menang.
Berani sekali mengancamku, dasar gadis bodoh. Akan kubuat dirimu menjadi gadis bodoh untuk selamanya... Lirihnya dengan bangga.
^^^
Hingga di suatu tempat Rey menekan keras rem mobilnya yang membuat kepala Kinaya hampir terbentur pada benda yang begitu keras di hadapannya.
Dengan rasa geram tanpa melirih ke arah Rey, Kinaya turun tanpa mengucap terima kasih.
Hal seperti biasa di alaminya, Rey tidak mempermasalahkannya...
Kinaya berjalan memasuki gedung tersebut dengan wajah yang cukup gusar, langkahnya ia gerakkan dengan begitu cepat, tak peduli siapapun yang melihatnya, namun saat langkah itu hendak menaikki anak tangga yang pertama seketika terhenti,
Hay anak baru, berani sekali kau menganggu calon suamiku, ucap seorang perempuan dengan wajah yang tidak ramah.
Maaf, aku tidak pernah menganggu siapa pun, permisi. Balasnya tanpa peduli
Hey, berani sekali kau padaku, kau anak baru di sini, meskipun kau sekertaris di perusahaan tapi aku tidak akan membiarkan kau merasa berkuasa,
Aku tidak pernah merasa berkuasa, aku tidak pernah memiliki urusan apapun denganmu, tolong jangan menghalangi langkahku, ucapn Kinaya dengan suara rendahnya,
Chuh, kau pandai sekali mencari muka, kau pikir dengan suara rendahmu aku akan tergiur dengan kata-katamu itu,,, kata perempuan tersebut tanpa ampun, kau jangan pernah menemui kekasihku lagi atau kau akan segera keluar dari perusahaan ini, lanjutnya dengan penuh ancaman.
Siapa kekasihmu yang kau maksud, aku tidak pernah menjadi penganggu dengan hubungan kalian, tolong jangan menuduhku seburuk itu, aku tidak mengenal siapa kekasihmu,
Kau berbohong, kau lupa dengan siapa kau mengembalikan rantang bekal itu, kau begitu berani menggodanya di depan mataku, teriaknya tanpa ampun,
Astagaa, keluh Kinaya sembari memijat pelipisnya, perasaannya yang belum kembali stabil akibat drama sebelumnya kini harus berhadapan lagi dengan perempuan kacau seperti ini.
Tolong jangan salah paham, aku tidak akan merebut dia darimu, dia hanya temanku dan aku tidak akan mengambil hatinya... lagipula aku sudah memiliki kekasih, ucapnya dengan nada yang tidak mau kalah, meski dengan berbohong tapi cara ini yang bisa ia lakukan untuk membuat perempuan aneh ini merasa tidak salah paham dengannya...
Kau jangan mencurangiku, kau sangat pandai berbohong, teriaknya dengan kasar dan melangkahkan kakinya lebih dekat lagi pada perempuan yang masih berusaha untuk sabar.
Suara teriakan itu membuat pegawai lainnya merasa penasaran akan apa yang sedang terjadi, hingga tidak sedikit yang menjadi penonton di sana,
Ada apa ini, ? tanya seseorang dengan mata yang melirik kesetiap orang yang berdiri di sana...
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca 😙
Jangan lupa tinggalkan like dan berikan vote seikhlasnya 🙏💞