Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 99



"Itu beneran bukan nakutin kampret, buruan sana siap-siap. " ucap Verel dan salim tangan.


Arkya masuk kamarnya m Ratih, Ratih mengambilkan handuk untuk Arkya lalu masuk kamar mandi. Ratih mengambilkan baju untuk Arkya pakai hari ini, karena sisanya ada dihotel.


"Kya, Bunda tinggal bentar ya. " pamit Ratih sedikit teriak.


"Iya bunda. " balas Arkya teriak juga dan melanjutkan ritualnya.


Sementara dimarkas...


sepasang suami istri sedang duduk bersantai ditaman belakang markas, dan seorang gadis sedang tiduran dipaha wanita paruh baya itu.


"Kok masih disini, gak siap-siap sih mau kehotel buat rias hotel? " tanya laki-laki yang seumuran dengan Taufan.


"Bentar lagi putih, kalian harus datang ya. " jawab sang gadis dan duduk menatap keduanya.


Mereka adalah Icha dan dua macan biru yang bisa berubah menjadi manusia, dan juga yang menjadi guru memgajari Icha bela diri karena sudah merawat mereka selama ini.


"Apa tidak ada yang curiga terhadap kami, kalau kami datang? " tanya wanita paruh baya bernama Biru.


"Tidak akan, yang ada semua sahabatku penasaran dengan ujud macan kalian. " jawab Icha sambil menatap keduanya.


"Kok bisa? " tanya Putih dan duduk disamping Icha.


"Sebab pada saat menentuan tanggal pernikahanku, langit datang meminta kalian sebagai penawar untuk calon suamiku. " jawab Icha dan terlentang.


"Penawar? " tanya Keduanya serempak dan menatap Icha.


"Calon suamiku dibuat mandul, makanya kalau ingin kalian ku berikan. Harus membayar lima ratus triliun, haha. " jawab Icha dan duduk lagi.


"Kau ini, sana kehotel dan kami akan datang. " ucap Biru dan Icha salim pada keduanya untuk pergi.


"Ya aku tunggu, dada jumpa dihotel. " balas Icha dan keluar dari markas...


SIANG PUN DATANG.....


Arkya juga sudah bisa melihat lagi tapi dirahasiakan dengan yang lain, Arkya bisa melihat pada saat kepalanya kembali terbentur pada pintu kamar mandi yang akan dia buka.


Kepala Arkya sedikit pusing, dan perlahan penglihatannya mulai rabun menjadi bisa melihat. Detik itu juga ia bersorak senang dan segera keluar dari kamar mandi, dan dia juga berpura-pura sampai akad nikah selesai.


Rayen dan Vino ditugaskan untuk calon penganten, keduanya langsung menuju kamar dimana Arkya berada.


"Arkya sudah selesai belum? " tanya Rayen sedikit teriak.


"Udah bang, masuk aja. " jawab Arkya dari dalam kamar, dan keduanya pun masuk lalu menatap Arkya yang berdiri didepan cermin.


"Wehh makin ganteng aja kau ketua, meski kurang melihat. " puji Vino dan membenarkan jas Arkya.


"Hmm iya bang. " ucap Arkya dan tersenyum sendu.


"Ayo kita ketempat yang lain, udah ditunggu soalnya. " ajak Rayen dan keduanya mengangguk, lalu menuntun ketempat altar.


Taufan dan Taufik membantu Arkya untuk duduk didepan Anji, yang dihalangi meja untuk menjabat tangan. Icha juga sudah duduk disamping Arkya dengan kebaya putih, yang senanda dengan jas yang dipakai Arkya.


"Apa kalian berempat sudah siap membina rumah tangga? " tanya penghulu.


"Kami siap. " jawab keempatnya serempak dengan jantung dag dig dug.


"Silakan berjabatangan. " ucap pang penghulu dan Tio serta Anji menjabat tangan Derel, serta Arkya.


"Saya nikah dan kawin kan Icha Novita Wati binti Anji Bramta, dengan mas kawin sebuah rumah dan mobil dibayar tunai. " sahut Anji sebagai ayah.


"Saya terima nikah dan kawinnya Icha Novita Wati binti Anji Bramta dengan mas kawin dibayar tunai. " balas Arkya sekali tarikan nafas.


"Gimana para saksi sah? " tanya penghulu pada para tamu.


Jangan lupa like dan vote....