
Sorak tepuk tangan menggema didalam kelas, tanpa mereka sadari ternyata nyanyiannya mengundang murid lain. Seketika mereka jadi malu karena ditonton, bel pun berbunyi semuanya masuk kelas masing-masing.
Arkya menatap semua murid yang sudah ada didalam, ada juga para Osis yang satu kelas.
"Apa sudah masuk semua? " tanya Arkya dan tangan kanan dikantong celana.
"Sudah, ada apa Kya? " tanya ketua kelas bingung melihat Arkya.
"Gue bersedia jadi Ketua Osis, tapi hanya sementara. Kalau elo semua suka dengan aturan yang gue bikin, gue bersedia menjadi Osis sampai kita kelas tiga. " jawab Arkya dan menatap yang lain.
"Lo yakin Kyaa? " tanya Keamanan Osis dan Arkya mengangguk.
"Iya gue yakin, gue gak mau kejadian tadi dikantin terjadi lagi. Jadi gimana ada yang setuju? " tanya Arkya dan was-was kalau dirinya ditolak.
"Setuju, hore kita punya ketua Osis. " jawab Semua murid dan Osis cowok mendekat, lalu menganggkat Arkya, dan melemparnya keatas.
Setelah puas, mereka menurunkan Arkya yang pusing. Arkya menggelengkan kepala untuk menghilangkan pusing, lalu menatap kearah para cowok dengan datar.
"Tapi untuk jadi ketua harus punya bela diri Kya. " ucap Laras yang menyimak.
"Gampang itu, untuk Osis nanti jam 1 datang kerestoran tempat Laras bekerja ya. Kita diskusi disana, ya udah gue balik dulu jumpa nanti siang. " balas Arkya dan jalan keluar kelas dengan tatapan dingin.
SIANG PUN DATANG....
Pukul 11: 30
Arky dan Arzya tidur dikasur masing-masing, Arzya menggulung tubuhnya didalam selimut. Sedangkan Arkya tidur dengan celana boxser pendek, dan telanjang dada memperlihatkan tubuh atletisnya lengan juga berotot membuat dirinya makin tampan.
Arzya bangun dan menyimkap selimut, ia pun lari kedalam kamar mandi. Arkya juga terbangun dan menatap langit-langit kamarnya, Arzya keluar kamar mandi dan menatap kembarannya.
"Kenapa lo Bang? Kayak ada yang dipikirin? Jangan bilang lo nyesel jadi Osis? " tanya Arzya.
"Bukan itu yang gue pikirin. " jawab Arkya dan duduk bersila.
"Gu-gue bingung ama perasaan gue ama Icha. " jawab Arkya gagap.
"Lo naksir Icha? " tanya Arzya dan menatap Abangnya.
"Ntahlah gue gak tau, hati gue masih sakit setelah kejadian itu. " jawab Arkya dan menunduk.
Arzya merasa iba dengan kembarannya,"udahlah lupain aja, ngapain diinget terus sih. Lo harus berubah dingin sama semua orang yang, bikin lo risih. " ucap Arzya dan baring lagi.
"Lo jadi latihan gak nich? " tanya Arkya dan menatap sang adik.
"Jadi, kita latihan diruang tamu aja. " jawab Arzya dan jalan menuju ruang tamu, Arkya memakai baju kaos dan lari menuju Arzya yan merapikan sofa serta yang disekitarnya.
Direstoran...
Laras dan yang lain dibuat kesal oleh dua orang asing yang menunggu Arkya, Derel juga terus menghubungi Arkya tapi gak diangkat.
"Kenpa kalian menunggu Arkya? Apa ada perlu? " tanya Icha dan dari salah satunya hanya tersenyum saja.
"Ada, tapi kami hanya ingin bertemu dengannya saja. " jawab yang berambut hitam.
"Tapi dia tidak akan datang, mungkin jam 1 dia akan datang. " sahut Verel geram.
"Ya udah kami tunggu dia saja. " balas yang satunya dengan santai.
"Semuaa aku datang.... " teriak Arzya dengan wajah babak belur, dan yang lain terkejut melihat wajah Arzya.
"Itu wajah ganteng kenapa? " tanya Haical sedari tadi diam.
***Bersambung.....
Jangan lupa like dan vote ya***....