Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 13



..."Aku akan pelan-pelan menarik perhatianmu, rasa ini tak bisa memendam lebih lama lagi. Aku cemburu melihatmu bicara dengan cowok lain, pelan-pelan tapi pasti. " ...


...Derel  Alira Raindra....


...Surat untuk Vita?...


PAGI PUN DATANG.....


Kediaman Taufik....


Taufik dan Chika sudah berada didapur untuk sarapan, sedangkan Derel baru selesai memakai sepatu. Ia juga duduk didepan papanya, Taufik tau kalau putranya menaruh hati dengan anak temannya tapi entah siapa.


"Yah! " panggil Derel dan mengoles selai coklat.


"Ya. " sahut Taufik dan Chika duduk disamping Derel.


"Derel boleh gak ikut masuk anggota geng macan putihnya Arkya? " tanya Derel was-was.


"No, ngak boleh Derel. Itu bahaya loh, kalau kau terluka gimana. " sahut Chika saat Taufik ingin menjawab.


"Tapi ma, Derel udah besar bukan anak kecil lagi. Ya gak papa kan kalau nanti Derel luka, namanya jugakan ikut bela diri. " balas Derel dan memakan rotinya.


"Boleh aja, asal jangan ambil tindakan gegabah kalau suatu saat nanti terjadi sesuatu. " ucap Taufik dan minum kopinya.


"Mas, aku ngak ingin dia terluka kayak Ratih. Waktu nolong Taufan. " bantah Chika menatap suaminya.


"Sayangku, istrinya mas yang tercinta. Coba bayangin kalau dia gak bisa bela diri, dan gak bisa jaga diri itu lebih parah lagi. " ucap Taufik.


"Hmm iya sih, ya udah boleh. " balas Chika terpaksa.


"Makasi mama, ya udah Derel berangkat yaa daa. " pamit Derel dan salim, lalu menuju garasi.


sepanjang perjalanan Derel terus,  memikirkan cara untuk memberikan Vita suratnya. Saat akan melewati halte ia melihat Vita sedang mencari sesuatu, Derel menghampiri Vita.


"Woi ngapain lo disini? Mobil lo mana? " tanya Derel.


"Nunggu taksi gue, mobil gue lagi diservis. " jawab Vita dan mencari taksi, tapi tak kunjung lewat.


"Ayo buruan naik, ikut ama gue aja. " ajak Derel dan menatap Vita.


"Gak ada, buruan naik keburu telat nich. " jawab Derel, dan Vita naik keatas motor Derel dengan kearah samping dengan satu tangannya dipinggang Derel.


Keduanya melesat menuju sekolah, sepanjang perjalanan keduanya diam. Hingga mereka disekolah, dan agak cepat.


Vita turun setelah motor Derel berhenti, "masih ya Rel, gue duluan ya. " pamit Vita.


"Ehh tunggu. " cegah Derel dan turun dari motor, Vita hanya menatap Derel yang merogoh sakunya. Dan mengeluarkan kertas yang dilipat,"ini untuk mu. " sambung Derel.


Vita meraih kertas itu dengan bingung, lalu Arkya melihat keduanya diparkiran sambil memutar tongkat yang dibawa salpo pp.


"Woi lo bedua, ngapain disitu. " sahut Arkya sedikit teriak karena jarak agak jauh.


"Baru nyampek gue. " balas Derel dan Vita langsung meninggalkan Derel dan siketos dan bel pun berdering cukup nyaring...


2 Jam kemudian...


Kriiiing....


Icha menatap Vita yang melihat surat yang diberikan Derel, Laras juga menatap Vita. Ghia duduk disamping Laras membuat si empu sedikit terkejut, Indri juga duduk dihadapan Vita.


"Vi itu apaan? Kayaknya lo punya penggemar deh. " sahut Icha dan Vita menggeleng.


"Apa gue buka aja ya, biar jiwa kepo gue gak penasaran? " tanya Vita menatap yang lain.


"Buka ajakan surat itu punya lo, dari pada lo kepo. " jawab Indri dan memainkan ponselnya, Vita pun membuka suratnya dan seketika wajahnya merona.


Isi surat:


Untuk Vita cantik.


Kau cantik dengan rambut digerai, disertai dengan senyuman manismu yang membuat aku meleleh.


Hihi kau pasti bertanya-tanya siapa aku, aku penggemarmu nanti kita bertemu oke. Bersabarlah, Oh ya aku melihatmu dari kejauhan jangan mencariku dulu ya See you.


Dari penggemar💞.


Jangan lupa like dan vote ya gaes.....