Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 56



..."Jika memang aku tak pantas berada disampingmu, tak apa aku akan mencoba melupakanmu. Dan semoga kau bahagia dengan pilihanmu, aku tau aku gadis penyakitan dan tak sepantasnya berada disisimu. " ...


...Ghia Maura Shinta....


Bertengkar dan salah paham?


PAGI PUN DATANG.....


Dikediaman Rosa....


Didalam kamar Ghia masih memeluk bantal gulingnya dengan erat, padahal alarm sudah berbunyi dari tadi, karena malas untuk ke restoran yang harus bertemu dengan Indra.


Rosa juga tak melihat anaknya turun, jalan menuju kamar anaknya yang masih tertutup rapat membuat Rosa khawatir.


Tok....


Tokk...


Tookkk...


"Sayang bangun nak, ini udah pagi sampai kapan kau mau tidur sih? " tanya Rosa dan Tio juga ikut menyusul sang istri.


"Masuk aja ma, Ghia udah bangun. " jawab Ghia dengan suara seraknya.


Rosa dan Tio pun masuk kamar Ghia, dan melihat Ghia masih memakai baju piyamanya. Rosa dan Tio duduk dipinggir tempat tidur, Ghia mengusap bekas air matanya yang masih dipipi.


"Kenapa ngak mandi, bentar lagi kita kerumah sakit untuk kemo sayang? "tanya Rosa dan mengelus kepala Ghia.


"Emm ntar aja ya ma, nunggu Icha juga. " jawab Ghia dengan suara seraknya, membuat Rosa dan Tio saling pandang. Lalu Tio meraih dagu Ghia untuk menatapnya.


"Kenapa matamu itu sayang? " tanya Tio dan mengelus pipi Ghia.


Ghia menggeleng dan menghindari tatapan mata sang ayah,"ha-habis nangis yah. " jawab Ghia.


"Mama tau kau menngis, pasti karena Indra ngak ngajak tunangankan? " tanya Rosa dan Ghia langsung memeluk mamanya.


"Bukan gitu sayang, mungkin Indra ada alasan kenapa dia ngak ngajak kau tunangan. " jawab Rosa dan bingung menjelaskan keGhia.


Icha bersandar dipintu dengan baju kemeja warna biru langit, serta celana jeans hingga kemata kaki tak lupa dengan sepatu putih bercorak hitam.


"Gak usah berlarut-larut Ghi, cinta tak harus memiliki dan kalau elo ama Indra jodoh gak akan kemana. " sahut Icha membuat ketiganya menoleh.


"Gue kecewa ama dia Cha. " ucap Ghia dan menghapus air matanya.


Icha geleng-geleng kepala,"cepet mandi, kita kemo pagi aja dan gue juga ada operasi lagi. " suruh Icha dan Ghia dengan lesu jalan kekanar mandi.


"Icha kami tinggal ya, om harus kekantor dulu ada meting penting. Kau kerumah sakit dengan tante ya. " sahut Tio menahan amarahnya.


"Iya om. " balas Icha tanpa menaruh curiga, lalu Tio jalan keluar kamar Ghia.


Sementara direstoran....


Arkya dan yang lain sudah membuka restoran, dan melayani pelanggan yang sarapan pagi. Para ibu ada yang mencuci piring dan ada yang memasak, pelanggan yang sedikit berkurang membuat Arzya duduk karena sudah lelah langsung duduk. Hal itu tak luput dari pandangan Indri.


"Sana samperin buatin dia minum. " sahut Vita yang melihat gelagatnya.


"Tapi gue malu nyamperin Zya Vita. " balas Indri membuat Laras dan Vita geleng-geleng.


"Elo kebanyakan mikir, buatin aja sih sebagai pendekatan juga kali. " sahut Laras dan mendorong tubuh Indri ke pembuat jus, mau ngak mau Indri membuat jus rasa mangga dan menghampiri Arzya.


"Zya nih minum buat lo. " ucap Indri dan meletakkan jus didepan Arzya.


Arzya mendongak dan melihat Indri yang gugup, ia pun menggeser tempat duduk. "Sini duduk disampingku. " balas Arzya dan tersenyum.


"Emmm gue harus kedapur dulu. " tolak Indri dan meninggalkan Arzya, Arzya menghela nafas Derel dan Verel mengelus bahu Arzya.


Jangan lupa like dan vote ya gaes.....