Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 122 season 2



"Ayo pada makan siang dulu, habis ini kekantor lagi kan. " panggil Vita dari luar kamar.


Ketiganya pun keluar tak lupa Leo mengganti kompres Aska lagi, setelah itu mereka pun keluar dan melihat Dammy serta Aldi saling mengikuti sang pujaam.


"Lu bedua ngapain ngintilin anak orang sih ha? " tanya Yusra melihat kedua sohibnya.


"Biar kagak hilang aja, emang elo gak bang? " tanya Dammy dan menatap Yusra.


"Ye gue lain pea, gue kan bantuin bukan kayak lo pada wekk. " jawab Yusra dan Kirana jalan menuju dapur.


"Woi berisik lo pada, gue mau tidur gak bisa. " sahut Aska yang jalan kearah pembuat jus.


"Ska lo udah gak papa? Kenapa bangun lagi tidur gih ntar pingsan lagi lo? " tanya Safira bertubi-tubi membuat para ayah terkekeh.


"Udah gak niat, Kiran kembaran lo mana? " tanya Aska dan menatap Kirana yang masih membereskan piring.


"Tuh didapur cuci piring. " jawab Kirana dan membawa gelas dan piring kotor.


"Eh yang tungguin. " panggil Yusra mengejar Kirana kedapur.


"Jangan panggil sayang sebelum ada hubungan. " teriak Arkya membuat Yusra menatap Arkya.


"Kalau abang beneran serius ama kak Kiran, ungkapin aja keburu diembat orang. " ucap Kinara yang datang.


"Maksud lo dek? " tanya Yusra dan membuat yang lain penasaran.


"Dikelas tiga ada yang naksir kak Kiran. " jawab Kinara dan Yusra pun terkejut.


"Terus dia udah nembak Kirana? " tanya Safira dan menumpukan piring kotor.


"Emm gak berani dia, kan lo tau kakak gue kayak beruanf kutub. " jawab Kinara dan membawa gelas kotor kedapur.


"Wah bang belum apa-apa udah ada yang naksir siberuang aja, lo garcep donk biar kagak keduluan. " ledek Aldi dan Yusra menganggguk.


Mereka pun berberes-beres untuk pulang karena sudah hampir malam, Yusra dan yang lain saling antar pulang kerumah.


MALAM PUN DATANG.....


Setelah makan malam Kinara dan Kiran berada diruang tamu, bersama dengan Ratih dan Taufan Arkya sendiri pulang terlambat karena metting mendadak.


"Kak cita-cita lo jadi apa nanti? " tanya Kinara yang mengerjakan tugasnya dengan duduk dilantai.


"Ntahlah gue juga tak tau Nar, elo sendiri? " tanya balik Kirana dan mencari jawaban dibuku yang ia pinjam dari Yusra.


"Gue mau jadi dokter aja, kayak oma dan mama. " jawab Kinara dan menatap Kirana.


"Kok pengen banget jadi dokter Kinara, resiko besar lo? " tanya Ratih penasaran.


"Emm ntahlah oma, liat om Derel tadi sigap periksa Aska kayak gimana gitu. Pengen coba jadi dokter," jawab Kinara dan menulis jawaban matematikanya.


 


Triiiing.....


Ponsel Kirana berdering nyaring yang dijaketnya, dengan cepat Kirana mengangkatnya dan menempelkan ditelinganya.


"Hallo. " sapa Seseorang dari sebrang sana, membuat Kirana langsung berdiri dan menjauh.


"Ya. " balas Kirana dan berdiri didepan jendela.


"Maaf mengganggu malam-malam ketua, tapi ini sangat penting dan ketua harus tau. " ucap Sisil dan menunggu sahutan dari Kirana.


"Ada apa Sisil? " tanya Kirana dan dingin.


"Diperbatasan masih terjadi perakpokan, dan dikuasai oleh Black. " jawab Sisil dan Kirana mengepalkan tangannya.


"Ya udah, awasi dulu gerak-geriknya jangan sampai lengah. " ucap Kirana dan menatap foto Icha.


"Oke ketua. " balas Sisil dan Kirana mematikan telfonnya, lalu membereskan bukunya dan masuk kamar karena sudah ditinggal yang lain.


Akhirnya selesai juga.....