Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 11



SIANG PUN DATANG...


Pukul 01: 30 Icha baru saja tiba, membuat yang lain menatapnya dengan heran. Laras dan yang lain sudah sampai duluan dari tadi.


Icha salim ke mamanya dengan wajah sedikit pucat, dan langsung suduk disamping Laras.


"Lo kok baru nyampek? " tanya Ghia dan menatap Icha.


"Ban mobil gue bocor, hp mati lagi dan terpaksa gue jalan kaki. " jawab Icha dan bersandar dibahu Vita lalu terlelap.


Taufan dan Ratih datang bersama dengan para suami sahabatnya, Arkya terdiam memikirkan band yang harus ia bentuk.


"De, ve, Dra, Zya kita harus bikin band itu secepatnya. " sahut Arkya dan bangkit dari duduk lalu jalan menuju tempat gitar, ia duduk didepan kasir.


"Tapi ini mendadak banget ketua. " balas Derel dan berusaha memainkan gitarnya dari tadi.


"Terus kita juga harus bawain lagu duet Kya. " ucap Arzya membawakan yang lain jus termasuk Taufan dan Ratih.


"Ya minta para cewek juga ikut. " balas Arkya dan menatap Icha yang sudah bangun. "Ada yang mau ikut? " sambung Arkya sambil bertanya.


"Gue pengen ikut, tapi suara gue fales. " jawab  Ghia dan tersenyum.


"Bukan hobi gue. " sahut Laras, Indri dan Vita secara serempak.


"Bunda ikut Kya kalau gak ada yang mau. "  sahut Ratih ikut bimbrung.


"Bundaku tersayang, ibukan dokter mana sempat ikut bantuan ku. " balas Arkya.


"Ich kau tidak naksir anak tante? " tanya Ratih dan melihat Icha mmerampas gitar yang dipegang Arkya.


"Emm ngak tante, tapi yang mana? " tanya Icha lalu duduk dipojokan.


"Ya mungkin Arzya atau Arkya. " jawab Ratih dan menatap Arkya dan Arzya bergantian.


"Keduanya bukan tipe Icha Tante. " ucap Icha dan yang lain tertawa mendengar penolakan Icha.


"Heh dasar ge'er, elo juga bukan tipe gue tau. Tapi kalau buat Arkya mungkin termasuk. " sahut Arzya.


"Berisik lo. " balas Icha ketus dan menainkan gitarnya dengan cepat dan lembut dan menyanyi


Rasanya tlah kita bercumpa..


Terasa ada yang berbeda....


Ku tak punya rasa yang sama...


Semenjak pertama saling jatuh cinta...


Semua terpana mendengar suara Icha yang merdu, Arkya menatap Icha tanpa berkedip sama sekali membuat Taufan terkekeh.


Cukup sudah berkata-kata....


Cukup jangan banyak bicara....


Kalau cinta bilang saja...


Tak perlu lama-lama satu dua tiga...


Hah.. hah.. aaa


Tak perlu meragu....


Aku sayang kamu....


Icha makin cepat memetik gitarnya, dan berjalan kearah sang ayah yang sedang minum jus dan duduk disanpingnya.


Cukup sudah berkata-kata...


Cukup jangan vanyak bicara....


Kalau cinta bilang saja...


Tak perlu lama-lama satu dua tiga...


Hoooowooo kita jalani saja...


Tak perlu meragu aku sayang kamu..


Hooooo cukup sudah berkata-kata...


Cukup jangan banyak bicara...


Hooo cukup sudah berkata-kata...


Cukup jangan banyak bicara...


Kalau cinta bilang saja..


Tak perlu lama-lama satu dua tiga...


satu dua tiga...


Kita jalani saja...


Sorak tepuk tangan pun menggema, Icha tersenyum manis. dan jalan menuju Arkya lalu menyerahkan gitar, Arkya menerima gitar dan senyaman tipis terbit diwajahnya.


"Cha lo aja yang duet ama gue, dipertunjukan kelas kita. " pinta Arkya.


"Ogah, cari yang lain. " ucap Icha dan  masuk kedapur.


"Heran gue ama tuh anak, kenapa gak mau kan sayang kalau punya suara bagus tapi gak dipakai. " sahut Derel dan lari ketoilet karena kebelet.


"Ayah! " panggil Arkya dan jalan mendekat.


"Ya. " sahut Taufan dan menatap Arkya.


"Apa keluarga ayah punya sakit jantung bawaan? " tanya Arkya membuat yang lain terkejut.


Jangan lupa like dn vote....