
...Meminta restu dan memulihkan?...
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Arkya...
Icha mondar mandir didalam kamar setelah mencuci muka, lalu ia duduk disisi ranjang sambil memikirkan Aldi dan Kejora. Kirana juga memikirkan hal yang sama seperti Icha, Kinara yang melihat kembarannya hanya menghela nafas.
"Dek Kejora punya hobi apa? " tanya Kirana mendapat ide.
"Nanem bunga mawar. " jawab Kinara dan Kirana tersenyum.
"Terus udah tumbuh apa belum Nar? " tanya Kirana dan duduk dihadapan Kinara yang duduk bersila.
"Bentar, gue tanya dulu. " jawab Kinara dan mengambil ponselnya yang dinakas samping ranjang, lalu mengutak-atiknya untuk mengirim pesan untuk kejora.
Kinara Kampret.
"Woi, udah bangun belum? "
Send.
^^^Kejora Laknat.^^^
^^^"Udah, baru cuci muka. "^^^
^^^Send.^^^
Kinarakampret.
"Bunya mawar lo udah tumbuh belum? "
Send.
^^^Kejoralaknat.^^^
^^^"Udah, tapi masih kuncup. Kenapa? "^^^
^^^Send.^^^
Kinarakampret.
"Kagak papa cuma nanya doank, bye Jora. "
Send.
^^^Kejoralaknat.^^^
^^^"Oke, kirain kenapa. "^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir ternyata Kirana sudah membereskan bukunya untuk kuliah pagi ini, Kinara juga memasukan bukunya kedalam tas dan tersenyum mengingat ia akan diantar Damar.
"Gimana dek udah mekar belum? " tanya Kirana dan mengambil tengtop putih lalu meletakkannya ditempat tidur.
"Masih kuncup kak, udah gue mau mandi. " jawab Kinara dan langsung melesat menuju kamar mandi.
Setelah keduanya siap mereka pun turun untuk sarapan, Arkya juga turun dengan rapi dan tergesa-gesa karena ada rapat peting.
"Ayah hati-hati ntar jatuh patah kaki tau rasa. " teriak Devka yang melihat tingkah sang ayah.
"Selamat pagi jagoan ayah, udah wangi ternyata. " sapa Arkya dan mencium kepala Devka.
"Pagi juga ayah. " balas Devka dan mengoles selai diroti yang ada ditangannya.
"Selamat pagi Kinara cantik datang. " teriak Kinara sambil menuruni tangga dan duduk disamping Devka.
"Bun oma dan opa sampai kapan dijogjakarta? " tanya Kinara dan mengambil roti.
"Emm mungkin selamanya, kan menikmati masa tua Kinar. " jawab Icha dan minum susunya.
"Terus kalau nanti aku dan Kinar nikah apa oma dan opa datang bun yah? " tanya Kirana dan makan roti tawar yang sudah diolesi selai.
"Pasti datang donk, masa enggak sih. " sahut Arkya dan minum susunya.
Mereka pun sarapan dengan tenang, Kirana terdiam sejenak lalu melanjutkan sarapannya. Ponsel Kirana bergetar pertanda pesan masuk, Kirana juga memakan rotinya yang tinggal sedikit lalu mengambil ponselnya disaku jaket lalu membuka pesan yang ternyata dari Kinan.
Kinan.
"Ketua apa benar tuan Aldi dan nona Kejora makan ditempat warung itu? "
Send.
^^^KetuaKirana.^^^
^^^"Benar, diparu-paru Aldi ada racun yang bersarang sedangkan Kejora suaranya terbata-bata. Buatkan Kejora ramuan herbal ya? " ^^^
^^^Send.^^^
Kinan.
"Tapi agak susah ketua, perlukan akar tanaman yang tersayang. "
Send.
^^^KetuaKirana.^^^
^^^"Apa gak ada cara lain Kinan? " ^^^
^^^Send.^^^
Kinan.
"Hmm gak ada ketua. "
Send.
^^^KetuaKirana.^^^
^^^"Baiklah, datang saja kerumah Kejora setelah aku pulang kuliah. "^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir Kirana langsung bangkit dan menyimpan piring diwastafel, disusul oleh Kinara dan langsung mencucinya Arkya dapat melihat wajah Kirana yang jadi dingin dari kemarin.
"Ayah bunda kinar dan Kiran berngkat dulu ya. " pamit Kinara dan salim tangan diikuti Kirana.
"Iya hati-hati dijalan ya. " balas Icha dan mencium kening si kembar.
Keduanya pun berangkat kekampus, dengan Yusra dan Damar hanya mengantarkan Kinara saja.
Dikampus....
Arshi dan yang lainnya sudah berada dikampus, termasuk Aldi dan Kejora tetap masuk meski dengan suara yang terbata-bata.
"Jo suara lo udah balik belum? " tanya Dammy dan bersandar dipegangan anak tangga.
"Be-belum Dam. " jawab Kejora dan menghela nafas.
***Bersambung....
Jangan lupa like dan vote di cerita baru ya gaes***...