Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 142 sesason 2



"Kau cantik sayang dari dekat. " sahut Yusra dan wajah Kirana merona, seraya melepaskan pelukannya dan bel pun berbunyi.


"Ma-makasi. " balas Kirana tergagap dan Yusra mengelus kepala sang pujaan.


"Ayo keyang lain udah nyariin pasti, nanti temenin aku kemall ya? " pinta Yusra.


Keduaanya jalan menuju kelas dan Yusra menggandeng tangan Kirana dengan erat, membuat Kirana mendongak menatap Yusra yang lebih tinggi darimya. Kirana juga membalas genggaman tangan Yusra, dan tersenyum malu mereka pun sampai dikelas.


"Boleh, aku juga mau beli sesuatu. " ucap Kirana mengiyakan ajakan Yusra.


"Ran tumbenan lo bolos? " tanya Dammy dan menatap keduanya yang duduk,kinara datang.


"Habis ngambek. " jawab Kirana datar mengecek ponselnya.


"Lo jadi nginep dibandung Kiran? " tanya Aska membuat si kembar saling tatap.


"Ngak tau juga, dek besok aja kita nginep gimana? " tanya Kirana pada Kinara.


"Boleh, ntar Kinar bilang ama om. " jawab Kinara dan Aska langsung memeluk pinggang sang pujaan.


"Ntar kita ke mall yuk sayang. " ajak Aska meski dirinya kurang enak badan.


"Tapi kau demam sa-sayang. " tolak Kinara halus tergagap memanggil Aska sayang.


"Gak papa kok sayang, mau ya kita ke mall pulang sekolah nanti. " ajak Aska dan menatap Kinara.


"Iyain aja, ntar malah drop kalau elo gak mau. " sahut Dammy dan meraih tangan Arshi yang diatas meja.


"Elu nyumpahin gue drop lagi? " tanya Aska dengan sewotan.


"Ya kagaklah, elu sohib gue yang bangor. " jawab Dammy disertai cengiran.


"Pea lo Dam, jadi gimana mau apa gak kalau enggak ya gak papa aku pergi sendiri aja? " tanya Aska berharap.


"Iya aku mau, tapi gak lama ya nanti kau capek lagi. " jawab Kinara dan tersenyum hangat.


"Iya, anggap saja kita kencan siang dan yang pertama. " ucap Aska dan membuat yang lain terdiam mengingat saat Aska, dan Kinara akan kencan malah Aska yang sakit dan nyaris  jatuh kalau tidak ditangkap Lian.


"Gak papa, kau sehat aja udah bikin aku seneng kok. Gak papa gak ada kencan, kan udah makan bareng diresto, kau juga nyuapin aku kan itu udah cukup kok aku hanya minta kau sembuh sayang. " balas Kinara dan bel masuk berdering.


SIANG PUN DATANG...


Direstoran....


Arkya dan yang lain kecuali Derel dikejutkan, dengan kedatangan seseorang yang persis seperti mendiang Icha. Derel sudah tau kalau yang datang bukan Icha melainkan Ichi, hampir membuat Arkya memeluk Ichi kalau bukan ditahan Derel.


"Kau ini Icha atau Ichi? " tanya Ghia yang masih penasaran.


"Gue Ichi Saraswati. "  jawab Ichi tersenyum, menatap Arkya yang menatap dirinya.


"Gue tidur bentar Zya, kalau si kembar cari bilang gue tidur. " sahut Arkya dan berdiri lalu jalan menuju kasir, lalu masuk kamar membuat Ichi merasa iba.


"Dia kenapa kok kayak sedih gitu? " tanya Ichi dan menatap yang lain.


"Arkya keinget mendiang istrinya saat liat lo, makanya dia kayak gitu. " sahut Vita dan tersenyum sendu.


"Ja-jadi dia duda ya? " tanya Ichi merasakan hatinya terasa perih.


"Laki apa perempuan kembarnya, kayak Arkya dan Arzya? " tanya Ichi membuat Indri menghela nafas.


"Kembar perempuan, wajahnya lebih ke Icha dan lo kenapa pakek jas dokter? " tanya Indra dan Yusra serta yang lain datang.


"Kami pulang. " teriak Kinara dan Kejora, mereka pun duduk didepan kasir Kirana sendiri langsung lari ketoilet.


"Kenapa telat pulangnya? " tanya Arzya dan menatap Yusra.


"Tadi ke mall dulu om, sambil beli buku juga buat kelas tiga. " jawab Yusra dan Kirana jalan menuju kasir.


"Ehh dokter Ichi disini? Udah dari tadi ya? " tanya Aska dan salim tangan.


"Iya sekalian makan juga, lumayan dari tadi sih. Gimana kondisimu emm gak batuk lagi kan? " tanya Ichi mengelus kepala Aska.


"Batuk masih tapi jarang kok, berkat ramuan herbal dokter Aska gak drop lagi. " jawab Aska dan tersenyum.


"Baguslah kalau kondisimu membaik, jangan drop lagi ntar pacarmu nangis lagi seperti waktu itu. " ucap Ichi dan Kinara datang membawa nampan makan porsi dua orang.


"Tante dokter mau cobain masakan Kinar ya, sebagai ucapan makasi udah mau bantu pacarnya Kinar sembuh. " sahut Kinara dan duduk disamping Ichi.


"Kau bisa masak ya sayang? " tanya Ichi dan mengelus kepala Kinara.


"Bisa tante ya gak semuanya sih. " jawab Kinara dan memberikan piring berisi nasi keAska yang main game.


"Baiklah tante coba ya." ucap Ichi dan Kinara mengangguk.


Arkya keluar dari kamar, dan mendapati kedekatan Kinara dan Ichi yang makan. Bedanya Kinara disuapi Aska begitu pun yang lain, Arkya menghela nafas melihat wajah Ichi yang mirip dengan Icha.


"Om duda jangan diliatin terus ntar kebawa mimpi loh. " ledek Arzya membuat semuanya tertawa.


"Kinar makasi ya masakannya, kau emang pinter masak dan tante harus pulang udah sore soalnya. " pamit Ichi membuat Kinara sedikit murung.


"Tapi besok kesini lagi kan tante? " tanya Kinara membuat Ichi tersenyum.


"Maaf tante dokter gak bisa kesini lagi. " jawab Ichi membuat semua menatapnya.


"Emang lo sibuk banget ya sampek gak bisa dateng, kan jarak rumah sakit dan restoran gak jauh amat? " tanya Indri yang merasa nyaman adanya Ichi.


"Bukan masalah jaraknya, tapi gue bakalan tugas diturki. " jawab Ichi membuat semua terkejut termasuk Kirana.


"Berapa lama? " tanya Kirana dingin membuat Ichi menatapnya.


"Mungkin selama tiga tahun. " jawab Ichi membuat Kirana mengepalkan tangan.


"Apa gak kesini lagi? " tanya Kirana dingin, dan Ichi bangkit lalu membayar makanan pada Ghia yang dikasir lalu menatap Kirana.


"Gak janji, sebab mau studi lagi mau ambil spealis kanker hati. " jawab Ichi dan mencium kening Kirana.


Deg...


Kirana terkejut dan merasakan hati dinginnya menghangat, Ichi juga menghampiri Kinara dan mencium kepala samping Kinara lalu keluar restoran.


Jangan lupa like dan vote....


^^^ ^^^