Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 68



Arkha dan Icha pun masuk dengan suster, Vino juga ikut para suami kembali kekantor karena ada meting. Arkha memeriksa Vian dan Vian menatap sekeliling, lalu mengingat kejadian tadi pagi.


"Gimana dokter kondisi Vian? " tanya Kesya dan Vino serempak.


"Kondisinya sudah membaik, tinggal masa pemulihan saja dan dirawat inap dirumah sakit beberapa hari. " jawab Arkha dan tersenyum.


"Dokter boleh Vian pulang, Vian gak betah dirumah sakit. " pinta Vian menatap Arkha.


"Gak boleh abang, abang harus sembuh dulu baru pulang. " bantah Kesya dan Vino, serta Arkha dan Icha diam mendengarkan.


"Tapi abang gak suka bau obat neng. " balas Vian dan tak tau nama Kesya.


"Gue Kesya bang, bukan Neng dan selama abang dirawat biar Kesya yang jagain abang. Gimana? " tanya Kesya bernegosasi.


"Iya, kan abang gak tau namamu dan gak sempat kenalan. Pokoknya abang mau pulang, rawat diapartemen aja. " jawab Vian disertai tolakan.


...Tak mudak tuk ku akui.......


...Bahwa engkau sangat berarti.......


...Tak juga kupungkiri......


Ternyata kaulah yang selalu dihati....


"Kita tanya abang Rayen dan ketua dulu, mencari jalan keluar. Ini udah sore mas harus pulang dulu mengambil baju mu, kau Kesya juha pulang dulu untuk bersihkan diri. " sahut Vino yang bersiap pulang.


"Tapi Kesya mau disini temin abang. " balas Kesya.


"Tidak, aku akan jaga disini kau juga baru sadar dari pingsan. Pulang kemarkas dan Zizi ada didepan untuk menjemputmu," perintah Icha.


"Ba-baiklah, abang Kesya pamit bentar ya mau pulang dulu. Nanti kemari lagi kok, janji. " pamit Kesya dan beranjak dari duduknya, tangan Vian menahan tangan Kesya membuat si empu menoleh.


"Hati-hati dan. " ucap Vian sambil mdnggantungkan kalimatnya.


"Dan? " tanya Kesya lalu Vian menggeleng pelan.


"Kesya cepat. " perintah Icha lagi, dan Kesya pun pulang disusul Vino dan Arkha.


(Dan I Love You manis. ) batin Vian dan tersenyum membuatnya makin tampan.


MALAM PUN DATANG....


Kesya sedang siap-siap untuk kerumah sakit, dengan baju kemeja warna maron dan tak lupa celana jeans  biru tua. Sepatu putih bercorak biru dipinggir sepatu, setelah selesai Kesya lari keluar kamar dan menuju dapur untyk mengambil rantang makanan.


"Gaes aku berangkat kerumah sakit ya. " pamit  Kesya yang melihat anggota yang lain didapur.


"Iya kak, hati-hati dijalan. " balas yang mata putih.


"Oke, daaa. " ucap Kesya dan keluar dari dapur dan menuju tempat mobil macan biru.


Dirumah sakit....


Kesya sudah sampai diparkiran rumah sakit, ada dua mobil sisanya motor ninja. Kesya keluar dan menuju kamar rawat Vian, dengan lari seperti Icha ia sampai didepan kamar Vian yang tertutup rapat.


Tokk...


"Masuk saja suster. " sahut Vian dan perlahan pintu terbuka memunculkan kepalanya, dan menatap sekeliling ternyata ada Icha serta kawan-kawan ada Ratih, Taufan, serta Anji dan Sonya.


"Selamat malam. " ucap Kesya dan masuk mendekati ranjang Vian, Vian sudah duduk bersandar dibantu bantalnya.


"Kenapa lama sekali lo datang? " tanya Vian karena menunggu.


"Namanya juga cewek bang, pasti dandan dulu lah. Apalagi nemuin sipenyelamat kan Kesya? " sahut Arzya dan bertanya.


"Aku tidak suka dandan. " jawab Kesya sedikit dingin.


"Kesya umur berapa? " tanya Sonya membuat Kesya menatap Sonya.


"Umurku 28 tahun tante. " jawab Kesya dan menyuapi Vian bubur ayam buatannya, dengan senang hati Vian menerimanya.


"Apa kau kuliah Kesya, dan harusnya kau sudah nikah? " tanya Taufan dan mengelus perut Ratih yang terlihat buncit.


"Aku kuliah menejemen keuangan om, tapi untuk nikah calon aja gak punya. " jawab Kesya dan Vian meletakkan mangkuk.


Lalu mengambil kedua tangan Kesya, dan tersenyum sambil mencium kedua tangan Kesya membuat si empu terkejut.


"Abang mau mendaftar menjadi calon suamimu boleh? " tanya Vian membuat yang lain menganga.


"Boleh abang, tapi tidak cepat menikah bukan? " tanya Kesya membuat Icha tersenyum.


"Tentu tidak  boleh menikah cepat, kalian saling kenal, percaya, dan pendekatan lagi. Bertemu dua kali hal yang tidak akan menimbulkan kebahagian, yang ada akan saling egois karena masih abg. Paham? " tanya Rayen sebagai abang tertua.


"Paham abang, dan maaf sudah melangkahi abang. Bukan maksud Vian gak hormati abang, tapi mumpung ada yang cocok dengan Vian. Jadi harus garcep kan Ketua? " tanya Vian ke Arkya.


"Iya. " jawab Arkya singkat, membuat yang lain tersenyum.


"Gak papa, yang penting. " ucap Rayen dan mengantungkan kalimatnya.


"Yang penting jaga iman, jaga nama ketua dan tidak melepas keperjakaan sebelum sah dimata agama dan negara. " balas Vian dan Vino muncul disamping Rayen.


"Wihhh abang Vian keren, paham maksud Abang Rayen. " sahut Indra dan kagum, Vino memberikan Cincin tunangan kearah Vian untuk memakaikan ke Kesya.


Vian seolah mengerti, langsung meraih tangan kanan Kesya dan memakaikannya. Kesya juga sama dan Icha menyerahkan amlop putih kearah Ghia, dengan ragu Ghia menerimanya dan membacanya dengan teliti.


"Po-positif sembuh. " ucap Ghia setengah berteriak.


"Ada apa sayang? " tanya Indra dan Ghia langsung memeluk Indra dan menangis bahagia.


"A-aku sembuh dari kanker rahim sayang. " jawab Ghia dan Indra mencium puncuk kepala Ghia dengan Kasih.


"Syukurlahh. " sahut semuanya dan Ratih mengelus kepala Ghia.


Semua bahagia mendengar kabar kesembuhan Ghia, bahkan Arzya saking senang juga memeluk sahabatnya.


Akhirnya selesai juga...


Besok tentang Vino ya gaes gantian biar dapet kesempatan....