
"Latihan bela diri ama Arkya. " jawab Arzya dan membuat jus.
"Lalu dimana Arkya? Lo kok sendiri? " tanya Verel dan menatap inci wajah Arzya.
"Dia singgah ke mall, buat beli karton dan yang lain untuk perlengkapan osis. " jawab Arzya dan duduk disamping jendela.
Laras menghampiri Arzya, dan membawa baskon berisi air hangat serta handuk kecil. Ia duduk disamping Arzya,"sini gue obatin, biar gak bengkak. " sahut Laras.
Arzya menoleh dan mendapati Laras, membuat jantung Arzya lari maraton. "Gak usah, ntar juga sembuh. " tolak Arzya.
Laras menekan luka yang diujung matanya, membuat yang lain tertawa,"gak usah banyak omong lo. " ucap Laras galak.
Arzya pun menghadap Laras, membuat keduanya saling pandang. Laras sedikit terpana menatap mata biru Arzya, lalu mulai mengobati lukanya.
Arkya datang dengan tangan berisi dua kantung plastik besar, dan melihat Arzya dan Laras membuat senyumannya terbit. Kedua orang asing itu mendekat, dan langsung berjongkok dengan kaki kiri didepan lalu kaki kanan dibelakang.
"Ketua kami minta maaf sudah melanggar perintah ketua. " sahut yang satunya bernama Leo.
"Kenapa? " tanya dingin Arkya membuat suasana menjadi dingin.
"Karena kami ingin bersama ketua. " jawab satunya bernama Lian.
"Jujur atau keluar dari Macan putih. " ancam Arkya dingin.
"Ma-maaf ketua. " ucap Leo dan makin menunduk.
"Sudahlah, nanti kalian akan kurus. Aku ada urusan lain. " balas Arkya dan meletakkan plastik dimeja, lalu keduanya bangkit dan kembali ketempat duduk.
Para Osis pun sampai, mereka masuk dan langsung duduk. Laras juga gabung setelah selesai mengobati Arzya, mereka pun mulai berunding hingga berdebat tentang aturan yang baru.
"Gue gak setuju dengan aturan gak boleh pacaran. " ucap keamanan Osis.
"Ya udah kalau lo ngak mau, gak papa. tapi... " balas Arkya dan menggantungkan kalimatnya membuat panasaran.
"Tapi apa? " tanya bendara dan penasaran.
Glekk....
Semua osis cowok menelan air ludahnya susah payah, dan berbidik ngeri membuat para cewek nganga juga.
"Jadi ayo dipilih, mau disunat apa ngak pacaran disekolah? " tanya Derel dan terkekeh.
"Ngak usah pacaran, dari pada disunat gak bisa lari plus jalan. " jawab bendara Osis.
"Ya udah, tapi kalian gue boongin hahaha aduh.. " tawa Arkya membahana.
"Arkya kita udah serius, lo malah becanda kayak gini. " sahut Haical.
"Oke, boleh pacaran. Tapi tidak ada ciuman pipi kening, apa lagi bibir dan pelukan. Kalau ada yang langgar itu kalian aku sunat. Catat dan print lalu kalian tenpel dimading. " balas Arkya dan minum jus.
"Terus panggilan untuk ketua apa? " tanya Laras dan mengaduk jus.
Bukanya menjawab, Arkya malah lari ketoilet dan para osis minum jusnya. Sekertaris mulai mengetik dan Arkya kembali, ia menarik kursi dan duduk menggadap yang lain.
"Terserah, yang penting nyaman dan gak terlalu panjang. " jawab Arkya.
"Kalau Ketusis gimana? " tanya Laras. diangguki yang lain.
"Hmm, sudah selesai kan dan silakan pulang. Jangan lupa print itu dan sebarkan besok. " jawab Arkya dan para Osis pun membayar makanan kekasir lalu, keluar restoran.
Icha dan yang lain merapikan bekas makanan, Arkya memejamkan matanya sejenak. Lalu menghela nafas berat, Arzya melihat Arkya dengan bingung. Tapi tidak bertanya.
(Tanggung jawab gue bertambah satu lagi, ya sudahlah demi semuanya. ) batin Arkya.
Setelah itu semuanya berberes untuk pulang, karena hampir sore dan menuju rumah masing-masing.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan vote ya gaes...