Ketosku Loveku

Ketosku Loveku
Episode 135 season 2



"Gak mau, iyain dulu yang tadi baru ngak ngambek. " ucap Indri sambil teriak.


"Iya oke sayang, mas akan urus berkas-berkasnya. Sekalian kita rubah nama belakang Arshi oke udah keluar dong, gak malu ama Arshi liat kau ngambek. " balas Arzya dan berdiri didepan pintu.


"Bener nich, diizinin yang tadi? " tanya Indri yang memunculkan kepalanya saja dipintu.


"Iya sayangku cintaku Istri mas yang cantik. " jawab Arzya dengan rayuan gombalnya, Indri pun keluar dengan tersenyum.


"Oh ya Arshi gimana mau kan jadi saudarinya Kejora? " tanya Indri serius dan Aska bangkit untuk kedapur, tapi kepalanya terasa sakit dengan cepat Kinara membantu Aska.


"Emm beri Arshi waktu sampai besok tante. " jawab Arshi menunduk.


"Iya gak papa kok, besok tante tunggu ya. " ucap Indri dan tersenyum, tiba-tiba


"Ayah tolonggg hiks. " teriak Kinara dari dapur, Arkya dan yang lain pun langsung kedapur.


"Aska kenapa Kinar? " tanya Leo dan memapah Aska dibantu Arkya.


"Ngak tau, tiba-tiba pingsan dan tangan ada darah juga hiks waktu ditinggal bentar. " jawab Kinara sambil senggukan, langsung didekap Zizi.


"Kerumah sakit aja. " saran Arkya dan langsung menggotong Aska masuk mobil.


"Yang cewek tutup resto, pulang baru kerumah sakit. " sahut Verel dan Kinara masih senggukan.


"Ta-tapi kabarin ya om. " balas Kinara sambil senggukan.


"Iya, udah jangan nangis Aska kuat orangnya. " ucap Verel dan ikut masuk mobil, mereka pun melesat menuju rumah sakit.


MALAM PUN DATANG....


Dirumah sakit....


Yusra dan yang lain sudah dirumah sakit mata, Kinara sedikit bekak akibat menangis karena Aska masih belum sadar. Tapi sudah melewati masa kritisnya membuat Leo, dan Zizi bernafas lega meski belum sadarkan diri.


Kinara duduk disamping ranjang milik Aska yang terbaring, dengan alat pernafas dihidung dan mulut Kinara menatap Aska yang pucat sambil menangis.


"Kinar udah jangan nangis terus, itu mata lo juga bengkak tau. " bujuk Kejora dan mengelus bahu Kinara.


"Gue gak peduli, yang gue mau Aska sadar Jora. " ucap Kinara dan mengelus tangan Aska.


"Gue gak tau Dam, dari ciri-cirinya sih kanker paru-paru. " sahut Devan membuat semua menatapnya, termasuk Aska yang baru buka mata.


"Ta-tau dari ma-mana lo Dev? " tanya Aska gagap, dan semua menatap Aska yang buka mata.


"Gue pernah coba cari ciri-ciri penyakit yang kita dapet pas ulangan kemaren. " jawab Devan dan Yusra keluar untuk memanggil dokter.


"Sebaiknya kalian diluar dulu, biar dokter periksa sebentar ya. " sahut dokter dan diangguki yang lain.


"Aku keluar bentar ya. " pamit Kinara dan Aska menganguk, Kinara pun keluar ruangan.


Kinara menutup pintu sambil melihat Aska yang diperiksa Dokter wanita, Derel baru datang dengan ngos-ngosan bersama Leo.


"Ada apa dengan Aska? Kok kalian diluar? " tanya Leo pada yang lain.


"Aska sadar dan diperiksa dokter ahli kanker. " sahut Kirana dingin.


Deg....


(Ahli kanker, apa Icha tapi gak mungkin. ) perang batin Derel.


Dokter tersebut keluar setelah memeriksa Aska, Kinara langsung menghampiri dokter tersebut. Derel melihat penampilannya dari atas sampai bawah, yang memakai celana jeans Kinara langsung masuk setelah diberi tau dokter.


"Hmm om dokter, kami pamit pulang aja ya besok sekolah. Biar Kinara disini aja, besok kami datang lagi. " pamit Yusra dan Derel tersenyum.


"Hati-hati dijalan ya, jangan kelayapan lagi dan jangan ngebut. " ucap Derel dan Yusra pun salim tangan diikuti yang lain.


"Pa Fira pulang dulu, jagain Aska ya dan kalau ada apa-apa telfon aja pa. " balas Safira dan memeluk Derel.


"Pasti sayang jangan khawatir ya. " ucap Derel dan mereka pun pamit pulang.


Dokter tadi terheran melihat wajah Kirana yang mirip dengan dirinya, dia adalah dokter misterius.


Akhirnya selesai juga....


Jangan lupa like dan vote....