
Aska menerimanya dengan senyuman,"kenapa lo peduli ama gue Kinar? Kan tadi gue bikin lo kesel? " tanya Aska dan minum jusnya.
"Karena lo sahabat gue, salah ya kalau gue beri lo perhatian lebih. " jawab Kinara dan menatap Aska dengan sedikit kecewa.
...Benarkah kau mencintaiku.......
...Dengan ketulusan adanya......
...Benarkah kau sayang padaku......
...Dengan aku seperti ini.......
(Apa lo lupa, kalau gue ada rasa sama lo. ) batin Kinara kecewa.
(Sudah jangan berharap lebih, hapus perasaanmu untuknya dan buat yang lain saja. ) balas batin Arkya sambil menatap putrinya.
Mereka pun berberes untuk mencuci piring, Yusra dan Kirana saling bantu sambil balapan membuat yang lain hanya melongo tak percaya.
"Awas pecah, kalian berdua ganti rugi mahal itu tau. " sahut Safira dan berdecak pinggang.
"Lu juga bantuin pea. " balas Arshi dan membawa gelas yang sudah kotor.
"Sini aku bantuin ya. " sahut Dammy dan meraih sebagian gelas yang dibawa Arshi, membuat wajah Arshi merona karena tersipu.
...Dan bila itu benar bagimu.......
...Buktikanlah semua rasamu.......
...Kau harus bisa buktikan rasa cintamu.......
...Kepadaku.......
"Woi buruan gak usah pamer kemesraan, mata suci gue ternoda. " sewot Kejora dan mengelep lantai, lalu
Cup...
"Satu kosong, om Arzya ntar Aldi boleh kerumah ya ngapel. " izin Aldi menatap Arzya yang melihat kearah putrinya.
"Aldi lo ngapain cium pipi gue ha, sini gak lo gue jadiin rempek lo. " teriak Kejora dan kejar-kejaran pun tak terhindarkan membuat yang lain geleng-geleng.
"Udahan woi, ada pelangan tuh. " sewot Safira membuat Aldi dan Kejora berhenti, dan Arkya serta yang lain pamit untuk kekantor lagi.
...Kau mencintaku......
...Yakinkah kau memilih aku.......
...Hingga kau berniat menungguku.....
Arwah Icha melihat kedua putrinya semakin dekat, tapi ia melihat diwajah suaminya yang masih bersedih dan jarang tersenyum.
Kejora bisa merasakan kehadiran Icha dipojokan, tapi tak bisa melihatnya secara langsung Vita juga sedang menghitung uang dikasir melihat Kejora melamun.
"Kejora kau kenapa kok melamun? " tanya Vita membuat Safira menatap sohibnya.
"Gak papa kok tante, mama gak kesini ya tante? " tanya Kejora yang tiba-tiba merindukan Indri.
"Enggak Jora, kau kangen ibumu ya? " tanya Laras dan menatap Kejora.
"Hmm iya tante, mama dibutik terus jadi sedikit lupain Kejora. " jawab Kejora.
"Hey, siapa yang bilang Mama lupain anak gadis mama ha? Biar mama hajar dia. " sahut Indri datang dengan beberapa tas ditangan.
"Gak ada, emang benerkan Mama sibuk terus dibutik. " balas Kejora dan manyun.
"Iya mama salah, besok kau ikut Mama aja kebutik ya. " ajak Indri membuat Kejora tersenyum.
"Iya ma, besok Jora ikut mama aja. " balas Kejora dan memeluk Indri, Indri juga membalas pelukan Kejora.
"Oh ya ini untuk kaliam semua, ini buatan gue loh. " sahut Indri dengan cepat disambut Safira, Arshi dan Kejora kecuali si kembar.
"Kirana dan Kinara gak mau, atau mau yang lain? " tanya Ghia melihat si kembar diam.
"Maaf tante bukan gak hargai pemberian tante, tapi kami janji sama ayah buat gak pakek rok kayak Almarmum bunda. "jawab Kinara dan menunduk, Ghia, Laras dan Indri, Vita juga terdiam mendengar ucapan si kembar.
(Lo liat Cha anak kembar lo, mengikuti jejak lo yang gak pakek rok dan hanya memakai celana jeans. ) batin Laras.
Indri mendekati sikembar, dan mengelus bahu keduanya. "Tante minta maaf ya, sebagai gantinya besok kalian ikut tante kebutik buat pilih baju. Soal baju gak diketat juga kan? " tanya Indri dengan senyuman.
Jangan lupa like dan vote....