
"A-aku gak pa-papa kok. " jawab Kejora dengan suara terbata.
"Ya udah, yuk makan aja dulu ntar kita cari solusi lain. " ajak Arshi dan keduanya kedepan lagi.
SIANG PUN DATANG....
Para suami juga datang kerestoran untuk makan siang, apalagi Arzya yang tak tenang memikirkan sang putri tercintanya yang masih gagap.
"Jo! " panggil Arzya dan memanggil Kejora.
"Pa Kejora anter Aldi istirahat dikamar kasir. " sahut Arshi dan salim tangan.
"Ke-kenapa pa? " tanya Kejora dan juga salim tangan.
"Papa khawatir sama kau sayang, masih tergagap ternyata. " jawab Arzya dan meraih Kejora kedalam pelukannya.
"Suara Kejora bisa kembali, dengan air mata cinta sejati Aldi. " sahut Byakugan dari pintu membuat yang lain menoleh.
"Caranya gimana bik, Aldi aja gak pernah nagis selama kami bersahabat. " balas Yusra diangguki yang lain.
"Ha Kinar punya ide. " sorak Kinara dan menatap yang lain.
"Caranya apa dokter Kinara? " tanya Dammy, Icha, dan Byakugan serempak.
"Wihh kompak bener. " ledek Devan dan tertawa dikuti para istri yang lain.
"Caranya papa Arzya jangan beri restu sama Aldi, dan ntar abang Yus nyanyi lagu sedih banget. Gimana setuju? " tanya Kinara membuat semua menganga.
"Lo gila Nar, ntar anak orang gantung diri gimana? " tanya Safira sambil menabok lengan Kinara pelan.
"Ya kali dia bunuh diri, paling minum akohol terus masuk rumah sakit. " jawab Kinara enteng.
"Tapi yang dibilang Kinara ada benarnya juga, biar sekalian nangis kejer. " sahut Derel dan tersenyum.
"Ya udah sekarang makan dulu, Dev bangunin Aldi ya untuk makan. " pinta Vita pada Devan.
"Oke tante. " ucap Devan dan jalan menuju kamar kasir, lalu yang lain pun menyiapkan makan siang untuk para suami dan anak.
Mereka pun makan dengan tenang Aldi duduk disamping Kejora, Arzya sudah siap menyiapkan sesuatu untuk Aldi Indri juga datang karna diminta sang suami.
"Aldi om tidak merestui kalian menikah. " sahut Arzya mendadak.
"Loh kok gitu om, kan om kasi Al waktu buat sukses dulu. " balas Aldi dan menatap Arzya.
"Iya itu sebelum suara Kejora hilang, sekarang liat suara Kejora jadi gagap karna kau jajan sembarang Aldi. " ucap Derel ikut-ikutan.
"Ya udah kalau itu mau om, lagian minggu depan Al juga mau pulang ke swis. " balas Aldi kecewa membuat yang lain sebenarnya kasihan.
Aldi berdiri dan jalan menuju meja kasir lalu mengambil ponselnya yang dicharger, setelah itu mengambil jaketnya yang dikamar kasir Kejora menahan tangan Aldi untuk memakai jaketnya.
"Ya-yang kau be-beneran pe-pergi? " tanya Kejora menahan tangan Aldi.
"Iya karna gak direstui, mau gimana lagi dan aku juga penyebab suaramu kayak gini. " jawab Aldi menahan air matanya.
"Eng-enggak bo-boleh, aku ng-ngak mau diti-tingal. " ucap Kejora dan memeluk Aldi.
Aldi membalas pelukan Kejora sambil mengelus kepala Kejora, tanpa sadar air matanya menetes kerambut Kejora. Aldi melepaskan pelukannya dan mencium kening Kejora singkat lalu keluar kasir, tapi dihadang Kirana sementara yang lain menatap Aldi yang menghapus air matanya.
"Ran minggir gue mau balik. " sahut Aldi dan menatap Kirana.
"Boleh, tapi langkahi dulu mayat gue. " balas Kirana dan
Buagg...
Kirana menendang perut Aldi hingga beberapa langkah, Kirana juga melayang pukulannya kearah wajah Aldi hingga berdarah.
Buag...
Duag...
Kirana memplintir tangan Aldi kebelakang, kakinya juga mengunci kaki Aldi yang ingin menginjak kakinya.
"Aa sekarang. " balas Kirana dan Damar langsung meninju perut Aldi dua kali, Aldi pun memuntahkan darah hitam pekat Kejora meringis melihat sang pujaan.
"Dek satu pukulan lagi diparu-parunya. " ucap Damar dan
Duaggg....
Kinara pun menghadiahi paru-paru Aldi dengan pukulannya, sekali lagi Aldi memuntahkan darah cukup banyak tapi warna hitam.
"Huks, huks. " batuk Aldi dan Kirana langsung melepaskan plintirannya serta kunci kaki.
"Yang kau ngak papa? " tanya Kejora dan memapah Aldi yang tersenyum.
"Hmm ngak papa, aku pengen tidur. " jawab Aldi dan jatuh pingsan dipelukan Kejora.
Devan dan Dammy langsung memapah Aldi untuk dibawa kerumah Dammy, para cewek dan yang lain membantu membereskan restoran.
MALAM PUN DATANG.....
Dikediaman Arkya....
Kirana baru saja selesai mandi dan masih memakai jubah mandi, serta dengan handuk kecil dikepala Kirana habis keramas.
"Kak! " panggil Kinara dan menatap saudarinya yang memilih baju.
"Hmm. " sahut Kirana yang memakai dres putih selutut,"dek bantuin tarik resnya dong. " pinta Kirana dan mendekati sang adik.
"Tumben lo pakek dres, ada acara penting ya? " tanya Kinara sambil menarik resleting baju Kirana.
"Iya, Yusra ama keluarganya mau kesini lamar gue secara resmi. " jawab Kirana dan menggerai rambutnya yang sepinggang.
"Ohh, gue dandanin ya biar abang Yusra ngak bisa berpaling. " ucap Kinara dan menghampiri Kirana.
"Oke. " balas Kirana dan Kinara langsung mendandani sang kakak.
Keluarga Yusra sudah datang langsung disambut meriah oleh Arkya dan Icha, Yusra juga salim tangan Arkya dan Icha Kinara turun dengan dres putih cream disusul dengan sepatu putih biru.
"Ehmm cie yang mau ngelamar cewek jutek, dingin, ketus sama nyebelin. " ledek Kinara dari anak tangga.
"Cie yang pakek dres. " balas ledek Yusra membuat Kirana terkekeh sambil turun.
"Ayo duduk Za dan Lian, Yus sampai kapan berdiri kayak gitu. " sahut Icha membuat Yusra langsung sadar dan duduk disofa untuk berdua.
Icha jalan kedapur untuk membuat minuman, disusul oleh Kinara untuk membawa cemilan Kirana sendiri duduk disamping Yusra yang memakai jas buatan Indri.
"Tuan bos Arkya serta ketua gengku, aku sama Zaza datang untuk membicarakan pinangan Yusra sama Kirana. " sahut Lian tanpa basa basi.
"Iya aku tau, Kirana sudah bilang tadi. " ucap Arkya dan tersenyum sambil menatap Yusra dan Kirana.
Icha datang bersama Kinara membawa minuman serta cemilan, lalu meletakkannya dimeja lalu dibagikan.
"Kalau aku sama mas Arkya sih setuju aja, mereka nikah tapi kan masih kuliah dan Raka sama Hyuga serta Faya juga baru kenalan. Masak iya kita minta mereka nikah? " tanya Icha serius.
"Gimana kalau nunggu wisuda dulu, lalu aa raka sama Hyuga dan Faya kenalan lebih jauh lagi. " saran Lian juga serius dan menatap Yusra dan si kembar.
"Kalau menurut Kinar sih, setuju ama saran om Lian tadi. Kan wisuda tinggal dua tahun lagi kan," sahut Kinara setuju.
"Mas mau nunggu sampai kita wisuda sayang, sambil bantuin Safira cari toko buat baber shop. " ucap Yusra dan Kirana tersenyum sambil menatap Yusra.
"Boleh kok mas, aku setuju sama saran om Lian. " balas Kirana membuat yang lain tersenyum.
"Silakan diminum Za, dan Lian kau juga Yus ayo minum dan cicipin ini bikinan Kirana lo. " sahut Icha dan mereka pun mencicipi kue buatan Kirana.
Setelah itu mereka kembali membicarakan bisnis, serta ledekan untuk Kirana dan Yusra dari Kinara.
Akhirnya selesai juga....
Jangan lupa like dan vote...