
Di Jakarta...
Kediaman Arzya....
Arzya dan keluarganya sudah selesai sarapan pagi, Indri membereskan meja makan sedangkan Arshi mengepel lantai rumah munpung hari weken.
"Ariel balikin kaca mata oppa sayang. " teriak Arzya sementara Ariel sudah menuruni tangga.
"Ariel jangan lari sayang, ntar jatuh. " teriakan Dammy dan menangkap Ariel.
"Mas jaga Ariel dulu, aku mau ngepel kalau perlu mandiin sekalian. " sahut Arshi membuat Dammy menatap Ariel.
"Oke sayang, yang bersih ya ngepelnya. " balas Dammy dan tersenyum.
Ariel menarik hidung mancung Dammy membuat si empu menatap buah hatinya, Arzya mengambil kaca matanya yang dipegang Ariel.
"Alil mau belenang pa, boyeh? " tanya Ariel dan Arzya mencubit pipi Ariel.
"Boleh, tapi janji jangan jahil sama oppa oke. " jawab Dammy dan Ariel mengangguk setuju.
"Oteh, ayo belenang papa. " ajak Ariel dan meminta turun dari gendongan.
Dammy dan Ariel pun menuju kolam renang yang dibelakang rumah, Indri mengelap kaca dan Arshi mengepel diruang tamu. Arzya sendiri menggeser sofa agar bisa disapu, meski berantakan lagi nanti mereka bereskan kembali.
Dikediaman Derel....
Derel dan yang lain sudah selesai sarapan bahkan sudah berkumpul diruang tamu, buah hati Safira belajar untuk naik keatas sofa dijaga oleh Devan serta Derel.
"Pa kenapa Kinara gak kunjung hamil sih? Padahal kan nikah duluan. " tanya Devan dan menatap Derel.
"Sebenarnya ada masalah didinding rahim Kinara, makanya Kinara agak terlambat hamil. " jawab Derel dan memangku cucunya.
"Tapi masih bisa hamil kan pa? " tanya Safira yang datang sambil membawa jus.
"Kemungkinan kecil untuk Kinara hamil, kalau pun bisa paling gak bisa normal harus sesar. " jawab Derel membuat Vita juga terkejut.
"Kalau Kinar syok bisa-bisa dia bakalan ngapain ya. " guman Safira didengar oleh yang lain.
"Ihh sayang kok bilang gitu ngak baik tau, harusnya kita berdoa buat Kinara biar bisa jadi ibu. " ucap Devan dan menatap Safira.
"Mama aus, mau minum. " sahut Riko dan mengulurkan tangannnya untuk digendong.
"Uu aus ya, sini sama mama. " balas Safira dan menggendong Riko,"ma pa Fira mau telfonan ama yang lain dulu ya. " pamit Safira.
"Ya udah sana, jangan bilang soal tadi ya. " ucap Derel dan Safira mengangguk lalu jalan menuju kamar.
Setelah sampai ponsel Safira berdering pertanda chat masuk, Riko juga menyusu karna masih diberi Asi dan gak mau berhenti. Safira pun mengambil ponselnya melihat siapa yang chat, setelah tau Safira dengan cepat membuka chatnya.
...Grup Cantik....
Kirananyeselin.
"Gaes, lo pada masih sibuk ya. "
Send.
^^^Kinaragesrek.^^^
^^^"Gue baru habis setrika baju. " ^^^
^^^Send.^^^
^^^Arshicantik.^^^
^^^Send.^^^
^^^Kejoraresek.^^^
^^^"Gue baru habis mandi. "^^^
^^^Send.^^^
Kirananyeselin.
"Berarti pada gak sibuk ya, Fir lo masih sibuk ya? "
Send.
^^^SafiraImut.^^^
^^^"Kagak kok, tadi manggil suami biar Riko dijagain ama dia. " ^^^
^^^Send.^^^
^^^Kinaragesrek.^^^
^^^"Lo semua enak laki lo pada jagain anak lo, gue ama laki gue malah nanem bunga dibelakang. "^^^
^^^Send.^^^
^^^SafiraImut.^^^
^^^"Sabar, mungkin nanti lo juga bakal rasain jadi gue. "^^^
^^^Send.^^^
^^^Kejoraresek.^^^
^^^"Bener tuh, jangan nyerah. Mungkin si Aska lagi siap-siap jadi anak lo," ^^^
^^^Send.^^^
^^^Arshicantik.^^^
^^^"Bener tuh, atau calon bayi lo masih nunggu jalannya. "^^^
^^^Send.^^^
^^^Kinaragesrek.^^^
^^^"Ya mudah-mudahan aja, gaes kalau gue gak bisa hamil atau gimana tolong cariin cewek lain buat kak Damar ya. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat berakhir dengan pesan dari Kinara membuat yang lain terdiam, ikut bersedih dengan apa yang dialami Kinara.
Bersambung.....