
"Udah yuk, sekarang kemana lagi? " tanya Arkya dan menatap Icha yang makan roti es krim.
"Emm ketoko pakaian sayang yukk. " jawab Icha dan berdiri, Arkya pun berdiri dan memeluk pinggang Icha posesif.
Mereka pun masuk ketoko pakaian, Icha memilih celana jeans yang lembut dan berbagai macam warna. Arkya mengambil salah satu dres diatas lutut berwarna biru, lalu mendekati Icha yang fokus memilih ukuran celana.
"Sayang! " panggil Arkya dan berdiri dibelakang Icha.
"Ya sayang. " sahut Icha dan berbalik menatap Arkya yang tersenyum.
"Cobain dres ini ya sayang, aku bosen liat kau pakai celana terus. Jadi kali ini aja pakai dres pilihanku ya," pinta Arkya ragu.
Icha tersenyum dan mengambil dres dari tangan Arkya, lalu memilih baju warna biru laut.
"Baiklah, aku pakai untuk hari ini saja. Tunggu disini ya sayang jangan kabur oke. " ucap Icha dan Arkya tersenyum.
"Oke sayang. " balas Arkya dan menunggu sambil memulih jaket, sedangkan Icha mengganti pakaiannya diruang ganti. Setelah selesai Icha pun keluar, Icha mendekati Arkya yang sibuk memilik jaket tak menyadari Icha dibelakangnya.
"Yang! " panggil Icha membuat Arkya berbalik dan terpana melihat penampilan Icha yang memakai dres pilihannya.
"Cantiknya calon istriku. " sahut Arkya dan Icha merona dan tersenyum hangat. Setelah itu keduanya berkeliling mall, dan kita beralih keperusahaan diruangan Rayen.
SIANG PUN DATANG....
Diperusahan...
Rayen yang duduk dimeja kebesarannya, tangan kanannya mengambil foto bintang. Ya empat hari lalu Rayen memutuskan untuk menemui Bintang macan biru, saat ditanya Bintang calon istrinya tak mengenali dirinya.
Air mata Rayen lolos begitu saja mengingat calon istrinya melupakan dirinya, Rayen menghapus air matanya dengan kasar Taufan melihat putra sulungnya menangis. Segera bangkit dan jalan mendekati putranya, Rayen yang melihat sang ayah mendekat menerbitkan senyuman palsunya.
"Mungkin, melupakan cinta pertama lebih susah dari mendatangani proyek besar ayah. " balas Rayen menahan sesak didadanya.
"Makan yuk, besok Arkya akan berangkat bukan pasti banyak pesannya nanti pada kalian. " ajak Taufan.
"Ayah duluan aja, Ra-rayen masih puasa. " balas Rayen dan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Yakin yak gak mau ikut? " tanya Taufan khawatir melihat wajah anaknya pucat.
"I-iya ayah, ntar Rayen langsung pulang kerumah aja. " jawab Rayen dan Taufan mengangguk, lalu meninggalkan Rayen.
Setelah Taufan keluar, Rayen melipat tangannya diatas meja kepala menghadap kesamping sambil menangis lagi. Tanpa disadari Rayen dibalik pintu terdapat dua telinga suapa lagi kalau bukan Vian dan Vino.
"Dor. " kaget Anji dan Tio membuat keduanya tersentak kaget.
"Ih bos ini, kalau copot jantung kita gimana? Bulan depan gue nikah, bukan hari bahagia malah air mata yang didapat. " sahut Vian dan kesal, langsung masuk ruangan Rayen.
Vino juga masuk dan membujuk Rayen agar ikut keresto, dengan terpaksa Rayen ikut keduanya.
DIRESTORAN.....
Bintang menangis sesenggukan dipelukan Ratih yang hamil lima bulan, Bintang memeluk erat tubuh calon mertuanya itu setelah mendengar cerita Ratih.
"Sudah jangan nangis lagi Bintang, gak sesak apa nangis terus? " tanya Ratih, Indri dan Icha juga memeluk keduanya membuat Ratih tersenyum.
"Tapi hati m-mas Ra-Rayen lebih sakit bunda. " jawan Bintang dengan sesekali senggukan.
Jangan lupa like dan vote....