
...Membagi Geng Klan dengan Yusra....
Satu minggu kemudian...
Semenjak kejadian minggu lalu perlahan trauma Kirana menghilang, karna kehadiran Yusra dan yang lain serta para orang tua yang ikut menghibur dan memberi semangat. Kirana juga sesekali tersenyum, Raka dan Kinara masih salim diam dengan perasaan masing-masing membuat yang lain geleng-geleng.
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Arkya...
Kirana dan Kinara sudah bangun dan menatap langit-langit kamarnya, Kinara mengangkat jari kirinya yang terbalut cincin Aska. Tangan kanannya bergerak untuk mengeluarkan cincin dari jari manisnya.
"Dek masak buat yang lain yuk. " ajak Kirana dan melihat kesang adik.
"Tumben lo ngajakin masak, biasanya ditinggal mulu gue. " ucap Kinara dan Kirana sudah turun dari ranjang, lalu menyeret tangan Kinara untuk turun.
"Berisik lu. " balas Kirana dan keluar kamar, lalu lari memuruni tangga hingga kedapur.
Keduanya memasuki dapur langsung membuka kulkas untuk mengeluarkan bahannya, Kirana sendiri mulai memotong yang lainnya.
20 menit kemudian....
Masakan sikembar telah siap dan tertata dimeja, Kinara juga menuangkan air kedalam gelas lalu Kirana menata piring diatas meja.
"Wahh ini kalian yang masak? " tanya Taufan dan duduk dimena makan.
"Iya oppa. " jawab Keduanya serempak, Ratih, Icha dan Arkya pun ikut duduk, lalu disusul oleh sikembar.
Mereka pun makan dengan tenang, hanya suara detingan sendok yang beradu dipiring. Kinara melihat cara makan Icha yang sedikit cepat lalu beralih pada Kirana dengan santai, tapi sedikit cepat ia pun minum airnya hingga tandas.
"Emm bunda gak buru-buru ke rumah sakit kan? " tanya Kinara dan Icha pun meletakkan sendoknya.
"Enggak, kenapa Kinar? " tanya Icha balik menatap putri bungsunya.
"Cacingin rambut Kinar ya bun, cuma setengah aja. " jawab Kinara dan meletakkan sendok.
"Boleh, sana siap-siap dulu biar bunda dan Oma yang beresin meja. " balas Icha dan keduanya langsung lari kekamar untuk bersiap.
"Tumbenan mereka mau dicacingin rambutnya, biasanya gak tuh. " sahut Taufan merasa heran.
"Kalau Kinar sih pengen coba ambil hati Raka, Ar denger sendiri batinnya. Kalau Kiran mungkin ingin tampil beda," sahut Arkya ikut nimbrung.
"Cha kau enggak mau jujur sama suamimu? " tanya Ratih membuat Taufan dan Arkya menatap Icha dan Ratih.
"Icha pengen jujur ma, tapi cari waktu yang pas dulu. " jawab Icha dan mencuci piring.
"Jujur apa sih hemster? " tanya Arkya dan Si kembar langsung berdiri dibelakang Icha.
"Bunda Kinar duluan ya soalnya ada kelas pagi sekarang, Kak gue duluan ya kan lo kelas jam delapan. " sahut Kinara dan menatap Kirana.
"Oke, bunda dandanin Kinar dulu gak papa. " balas Kirana dan duduk sambil meletakkan tasnya, Icha pun mulai mendandani rambut panjang Kinara hampir sejam.
"Udah nich, sini jepit rambutnya. " sahut Icha dan merampas jepit rambut Kinara, lalu meletakkannya disamping kiri Kinara.
"Makasi bunda sayang, Kinar berangkat duluan ya semuanya. " balas Kinara dan lari keluar rumah setelah salim.
"Hmm anak itu. " ucap Ratih dan tersenyum, lalu Icha mendandani Kirana yang duduk membelakangi Arkya.
"Kak boleh bunda tanya sesuatu? " tanya Icha dan mengikat ujung rambut Kirana.
"Boleh bunda, banyak juga boleh. " jawab Kirana dan tersenyum kearah Icha.
"Sejak kapan kau mulai membentuk gengmu itu? " tanya Arkya dan mengecek email diponselnya.
"Sejak Kirana bertemu dengan aa Damar, mulai dari mungut anak jalanan hingga anak yang dibuang. " jawab Kirana dan menatap Yusra yang dibelakang Arkya.
"Siapa yang mengajari ilmu bela diri? " tanya Icha mulai serius dan Kirana serta yang lain pun menyadarinya.
Jangan lupa like dan vote....