
"Cha! " panggil Derel dan Icha menoleh menghadap kebalakang sambil jalan mundur.
"Ya. " sahut Icha dan mengunyah snack, membuat pipinya menjadi mengembang.
"Perasaan dari tadi lo ngemil mulu, gak takut gendut apa? " tanya Indra yang melihat Icha makan.
"Gak tuh, sebab gue udah laris haha. " jawab Icha dengan gelak tawanya.
"Kya lo jangan mau ama dia kalau, dia gendut nanti. " hasut Verel dan Icha mengerucutkan bibirnya.
"Awas aku cium loh, mulutnya digituin. " sahut Arkya membuat Icha merona, dan bel masuk pun berdering.
2 Jam kemudian....
Kelas Tri out pun keluar dan Arkya melihat ponselnya yang ditas, lalu ia terkejut dengan apa yang dikirimkan seseorang.
Lalu yang lain menghampirinya, Icha melihat Arkya fokus pada ponselnya lalu mencolek pinggang Indri.
KetuaMacan.
"Lian ntar siang bawa cambuk keresto, ajak Leo juga. "
Send.
^^^Lian.^^^
^^^"Untuk apa ketua? "^^^
^^^Send.^^^
KetuaMacan.
"Nanti kau tau sendiri. "
Send.
^^^Lian. ^^^
^^^"Oke ketua. "^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir, kelas Lian dan Arkya sedikit jauh makanya ia memgirim pesan. Lalu melihat Icha yang bersembunyi dimeja pengawas, lalu menghampirinya.
"Yang! " panggil Arkya dan Icha menoleh lalu tersenyum, lalu berdiri.
"Ya sayang. " sahut Icha membuat yang lain menatap keduanya.
"Apa boleh aku minta tolong? " tanya Arkya sedikit ragu.
"Boleh sayang, kenapa tidak. " jawab Icha dan Arkya menghela nafas.
"Sepulang dari sini, buatkan aku obat kelamin laki-laki menjadi tidur untuk beberapa bulan saja. " ucap Arkya membuat yang lain menganga.
"Ntar juga lo tau, belajar ntar lagi kita ujian terakhir lalu pulang. " jawab Arkya.
"Baiklah, tapi ngak gratis loh yang. " sahut Icha dan Arkya langsung merangkulnya, lalu mencium pipi Icha.
"Cit cuit. " sorak yang lain dan Icha langsung merona.
(Astaga kutub, kau bikin aku malu ihh. ) batin Icha.
(Maafkan aku, yang jarang membelaimu dan menciummu sayang. ) balas batin Arkya, lalu memeluknya.
SIANG PUN DATANG....
Para suami dan Vian, Vino dan Kanha tiba direstoran. Perasaan Vian mulai tak karuan, wajahnya menjadi pucat. Arzya yang lain datang dengan baju biasa, kecuali Arkya, Icha yang belum datang.
Tak berselang lama Leo dan Lian juga datang, Vian yang tau isi tas itu adalah cambuk bulu kuduknya merinding.
"Abang Vian, Vino dan Kanha sini. " panggil Leo dan ketiganya mendekat, lalu membukuk hormat.
"Lepas jasnya dan pakai jaket macan. " sahut Lian dan ketiganya pun mengikutinya.
Arkya pun datang, dengan pakaian macan putih membuat yang lain menatapnya heran. Leo, Lian, dan Vino, Vian serta Kanha membungkuk hormat.
"Ketiga abang kenapa gak pulang kemarkas? " tanya Arkya dingin membuat Taufan merinding sifatnya menurun kesang anak.
"Ka-kami sewa apartemen yang lebih dekat dengan kantor. " sahut Vino meneguk ludahnya susah payah.
"Kenapa gak izin dulu? Atau kalian ingin keluar dari macan putih? " tanya Arkya ketus.
"Ti-tidak ketua. " jawab ketiganya serempak dan Lian menyerahkan tas keArkya, Arkya pun mengambilnya.
"Lalu apa? " tanya Arkya dingin sambil menatap ketiganya.
"Ka-kami tak ingin menganggu ketua, sebenarnya kami ingin pamit. Tapi cari waktu yang pas," jawab Vian.
"Kalian bertiga push up 400 kali cepat. " ucap Arkya membuat ketiganya mengikutinya.
"Arkya sudah jangan hukum mereka, lagian mereka sudah beri alasannyakan. " sahut Arkha membela ketiganya.
"Aku bukan ayah yang bisa terima alasan, aturan ya aturan. Laras, Ghia dan Indri buat jus masing-masing tiga buat ketiga abang. " perintah Arkya.
"O-oke. " sahut ketiganya dan Arkya mendekati Vian, lalu memeriksa kantung belakangnya yang berisi tiga butir obat.
Arkya mendekati Icha yang belajar matematika, dan duduk disampingnya sambil menaruh obat itu. Laras, Ghia dan Indri menyimpan jus dimeja.
"Hore finish ketua. " sahut Kanha dan menatap Arkya.
"Duduk, yang sudah selesai duduk. " balas Arkya, dan Vian serta Vino juga selesai. "Minum jus itu sampai habis, waktu sepuluh menit. " sambung Arkya lagi.
Jangan lupa like dan vote