
"Boleh Kiran bantu ayah? " tanya Kirana membuat Arkya menatapnya.
"Caranya gimana? " tanya Arkya balik dan bingung.
"Ada, tapi kalian semua jangan kaget ya. " jawab Kirana dan bertepuk tangan dua kali.
"Haoung... Haoung... "
...Kamu........
...Senyummu buat hatiku terganggu......
...Tatapanmu......
...Sungguh bisa buat aku luluh......
...Bagaimana ini terjadi......
Semuanya naik keatas kursi begitu mendengan aungan Harimau, setelah itu seekor Harimau sedikit kecil mendekati Kirana dan menjelma menjadi gadis seumuran dengan Kirana.
"Si-siluman harimau. " pekik semuanya dan kaget bukan main.
"Kenalkan dia Kinan peliharanku yang aku sayang, Kinan ketua punya tugas untukmu." ucap Kirana.
"Apa ketua? " tanya Kinan dengan suara sedikit seram.
"Mencari orang hilang. " jawab Kirana dingin dan melirik Kejora yang masih gemetar.
...Padahal tak pernah aku ingini......
...Tapi masih saja kamu dimimpi......
...Sungguh tak bisa kupungkiri......
...Kamu buat aku jatuh hati......
"Ciri-ciri pengacara terkenal, punya abang bernama Reyhan dan pita suara sedikit gagap. " ucap Kinan dan Kirana tersenyum dingin.
"Iya, cari sampai dapat hidup atau mati. Kalau ketemu selidiki sedetail mungkin, paham. " balas Kirana dan menyeringai.
"Siap laksanakan, dan mungkin memakan waktu tiga bulan. " ucap Kinan dan menunduk hormat.
"Tapi kalau bisa secepatnya, karena Reyhan khawatir dengan kondisinya. " sahut Arkya membuat Kinan menoleh dan tersenyum.
"Diusahakan ketua Arkya, dan ayah bilang turut berduka atas perginya ketua Icha. Ayah udah cerita semuanya sama Kinan, Ketua Anggi aku pergi dulu. " pamit Kinan dan berubah jadi Harimau lagi.
"Kak lo beneran kembaran gue kan? Bukan manusia jadi-jadian kan? " tanya Kinara merinding mengundang gelak tawa.
"Iya-iyalah gue manusia, kalau gue Kinan orang yang pertama gue makan itu elo. " jawab Kirana datar.
"Ayo pulang. " ajak Laras dan yang lain membantu menutup restoran.
MALAM PUN DATANG..
Dikediaman Arzya..
Keluarga kecil Arzya bertambah lagi dengan kehadiran Arshi yang menginap, itu permintaan Indri yang tiba-tiba membuat ketiganya bingung. Bahkan sampai membawa semua barang-barang pribadi Arshi juga, Arzya dan Kejora sih senang saja rumah makin rame.
"Jora lo gak pengen cari pacar gitu? " tanya Arshi dan menghitung matematika.
"Woi kalau ngomong tuh mikir dulu, emang elo punya pacar. " jawab Kejora dengan sewot membuat Arzya dan Indri terkekeh.
"Ye gue udah naksir seseorang, lu jomblo akut hahaha. " ledek Arshi membuat Kejora melempar bukunya yang ia pegang.
"Sstt diem gue lagi ngerjain pr satu lagi, jangan berisik lo. " balas Arshi dan mulai mencakar jawaban yang ada.
"Boleh tante bantu Arshi? " tanya Indri membuat Arshi menatap Indri.
"Boleh dong tante, sini duduk sebelah Arshi dan lo Jora minggir. " jawab Arshi dan mengusir Kejora.
Indri dan Kejora pun pindah tempat, dan Kejora tiduran dipangkuan sang papa. Sedangkan Arshi, dan Indri saling menjawab soal yang dibuku Arshi dengan serius.
Ponsel Arzya berdeting singkat pas pada saat Arzya sedang melihat facebooknya, pertanda pesan masuk dengan cepat Arzya membukanya.
KejoraImut.
"Pah, Mamah kok tumben minta Arshi nginap gak kayak biasanya. "
Send.
^^^PapaArzya.^^^
^^^"Kau nanya papah, papah nanya siapa sayang. Mana papah tau sayang papa. " ^^^
^^^Send.^^^
KejoraImut.
"Ya papah tanya dong, kan kalian sekamar. "
Send.
^^^PapahArzya.^^^
^^^"Ya udah ntar papah tanya, kau ngak belajar juga? " ^^^
^^^Send.^^^
KejoraImut.
"Enggak, Jora udah pinter dari bayi pah haha. "
Send.
Chat berakhir karena Arzya tak membalas pesan sang putri, tapi malah memcubit pipi Kejora gemas.
"Papah sakit tau, Jora bukan bayi lagi. " sewot Kejora dan pindah sofa.
"Jora kau enggak belajar? " tanya Indri melihat Kejora memainkan ponselnya.
"Ke udah pinter dari bayi mah. " jawab Kejora sambil menatap Indri.
"Lu mah kepedean, lu pinter juga beda tipis ama Aldi dan Devan kampret. " sewot Arshi dan merapikan bukunya.
"Bodo amat gue weeek. " balas Kejora dan langsung diam, sambil bersandar disofa.
"Om tante Arshi masuk duluan ya, mau simpan buku dulu sekalian tidur besok Arshi piket. " pamit Arshi menatap Indri dan Arzya.
"Oh iya tidurlah duluan, gak papa kok. " sahut Arzya dan tersenyum, Arshi pun bangkit dan menyeret Kejora untuk jalan disusul Indri dan
Arzya.
Akhirnya selesai juga....
Jangan lupa vote ya gaes....