
"Bukan donk. " jawab Arkya datar, lalu mengambil ponselnya disaku jas.
Kirana dan yang lain memanmbantu Laras, Ghia dan Vita bersih-bersih. Arkya menempelkan ponselnya ditelinga, utuk meghubungi seseorang.
"Hallo ketua. " sapa Lian yang dihubungi Arkya.
"Hmm, kau dimana? " tanya Arkya singkat.
"Aku ditempat parkiran hotel ketua. " jwab Lian yang bisa mendegar suara Yusra.
"Sewa satu kamar hotel utuk ku. " ucap Arkya dingin.
"Untuk apa ketua? " tanya Lian terkejut.
"Ada pokoknya, kau sewakan saja dan jangan lupa siapkan CCTV juga. " jawab Arkya menyeringai.
"Oh oke ketua. " ucap Lian dan Arkya mmatikan telfonnya sepihak, Lian menjalankan tugasnya.
Telfon pun berakhir Damar sudah pulang saat Arkya menelfon, dan menatap Kinara yang menghindari Aska. Sedangkan Devan membantu Safira merapikan meja, Kejora merapikan bangku dibantu Aldi agar cepat selesai.
"Udah? " tanya Kirana dan menatap yang lain.
"Udah nih, ayo pulang. " jawab Dammy dan ajaknya untuk pulang.
"Hmm. " ucap Kirana dengan deheman, membuat Arkya terkikik geli.
"Emm kejora gue anterin lo balik boleh? " tanya Aldi dan Kejora menatap Aldi sedikit ragu.
"Emm, ntar cewek lo marah lagi gue ikut ama lo. " jawab Kejora ragu.
"Gue jomblo Jora, gue gak punya pacar. Gimana lo mau gue anterin pulang? " tanya Aldi dan Kejora menatap Arzya, Arzya yang ditatap menganguk.
"Oke gue mau pulang bareng ama lo. " jawab Kejora dan tersenyum.
"Yes, ayo pulang. " ucap Aldi sambil bersorak, lalu meraih tangan Kejora dan tak lupa salim tangan Arzya dan yang lain.
Keduanya pun langsung pamit, membuat Dammy dan Devan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Aldi.
"Itu baru garcep namanya, meskipun Kejora malu-malu kucing. " sahut Vita melihat Aldi semangat.
"Iya, udah ayo pulang mau nginep disini ya udah. "ajak Laras dan keluar restoran diikuti yang lain.
MALAM PUN DATANG....
Arzya, Indri dan Kejora sudah makan malam, Indri dan Kejora membereskan meja Arzya sendiri memeriksa email dari Arkya.
"Ma boleh tanya sesuatu gak? " tanya Kejora dan mencuci piring.
"Tanya aja Kejora. " jawab Indri dan menatap sekilas putrinya.
"Ini soal perasaan mah. " ucap Kejora yang masih ragu, membuat Arzya menatap putrinya yang selesai cuci piring.
"Tanya aja kenapa sih anak papa. " sahut Arzya menatap Kejora yang menghela nafas.
"Kalau cewek suka cowok gimana ciri-cirinya Pa? " tanya Kejora membuat Indri dan Arzya saling pandang dan tersenyum.
"Hmm gimana jelasinnya ya, agak ruwet dikit. " jawab Indri dan menatap Kejora yang manyun.
"Gini deh, coba besok lihat gelagat dari semua sahabatmu ada yang lain gak. Seperti cemburu melihat atau mendengar, salah satu diantara kalian ada yang punya pacar atau ngak peka ama yang disekitar. " sahut Arzya menatap putrinya.
"Hmm iya dech, besok coba Kejora perhatiin yang lain pa. " balas Kejora.
"Mama liat-liat gelagat Aldi, seperti punya perasaan padamu Jora. " sahut Indri dan Kejora langsung menatap Mamanya.
"Ck, perasaan mama kali. Ya udah Jora masuk kamar dulu ya, selamat malam papa dan mama. " balas Kejora dan bangkit.
"Selamat malam anak papa. " ucap Arzya dan Kejora pun jalan menuju kamarnya.
"Gak terasa sudah delapan belas berlalu, anak-anak udah remaja ya mas. " sahut Indri menatap kamar Kejora.
Arzya menarik Indri untuk duduk dipangkuannya,"iya dan Arkya juga menduda sudah delapan belas tahun, kasihan sikembar tidak bisa melihat wajah Icha. " balas Arzya dan Indri menangis mengingat sahabat karibnya.
"Indri kangen Icha mas. " ucap Indri dan Arzya mengelus punggung Indri.
"Iya sayang, mas juga yuk masuk kamar udah malem. " balas Arzya dan Indri mengangguk, lalu bangkit dari pangkuan Arzya.
Keduanya pun masuk kamar dan tak menyadari kehadiran, Icha yang menatap keduanya perasaannya bersalah hinggap dihati Icha. Air matanya juga menetes ingin memeluk Indri, tapi apa daya dirinya bukan manusia lagi hanya arwah yang tak tenang memikirkan buah hatinya.
(Aku kangen kalian semua. ) batin Icha dan perlahan menghilang.
Akhirnya selesai juga.....
Jangan lupa vote ya gaes....